1 Pemain Bhayangkara Solo FC Diincar Klub Malaysia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 21 Jan 2021, 20:30 WIB
5. Saddil Ramdani (Bhayangkara FC) - Pemain berumur 21 tahun ini merupakan winger lincah langganan Timnas Indonesia. Saddil memiliki ketajaman dan naluri mencetak gol yang sangat baik. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Solo - Satu pemain Bhayangkara Solo FC diincar oleh klub Malaysia. Namun, identitasnya belum terungkap. Begitu juga tim peminatnya. Kabar ini masih ditutup rapat-rapat.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Sumardji mengaku telah dihubungi oleh satu di antara pelatih klub di Malaysia yang ingin meminjam satu pemainnya.

Advertisement

Dia tidak menjawab ketika diminta untuk mengungkap nama pemain yang dibidik oleh klub Malaysia tersebut. Sumardji juga tidak memberitahu identitas tim asal Negeri Jiran itu.

"Memang ada satu pemain yang diminta. Saya dihubungi oleh satu di antara pelatih klub di Malaysia. Dia menyampaikan ingin meminjam satu pemain Bhayangkara Solo FC," kata Sumardji kepada Bola.com, Rabu (20/1/2021).

"Kalau kami, kembali lagi ke kontrak pemainnya. Kalau kontraknya masih ada, berarti harus mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku," jelas pria yang juga menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Sabah FC?

Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Indikasi kuat tim Malaysia yang dimaksud Sumardji adalah Sabah FC yang saat ini dilatih oleh pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Kurniawan memang tengah mencari satu pemain asal Indonesia setelah gagal mendatapkan Kushedya Yudo dan Febri Hariyadi. Dia mengungkapkan, pesepak bola yang diidiamkannya berposisi sebagai winger.

Di Bhayangkara Solo FC, terdapat dua winger yang berpengalaman bermain di Malaysia. Keduanya adalah Andik Vermansah dan Saddil Ramdani.

Bisa saja satu dari dua pemain itu yang akan dipinjam oleh klub Malaysia, yang disinyalir mengarah ke Sabah FC ini.

"Para pemain yang ada di Bhayangkara FC, sesuai kontrak yang ada, kesepakatannya berakhir pada Februari 2021," terang Sumardji.

Berita Terkait