Liga Inggris: Bagaimana Rasanya Kalahkan Liverpool Wahai Brendan Rodgers

oleh Hendry Wibowo diperbarui 14 Feb 2021, 15:32 WIB
Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers (kiri), menyalami striker Jamie Vardy. (AFP/Miguel Riopa)

Bola.com, Jakarta - Leicester City secara meyakinkan mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 pada laga lanjutan Liga Inggris 2020/2021, Sabtu (13/02/2021) malam WIB.

Meyakinkan karena sampai menit ke-67, Liverpool masih unggul 1-0 berkat gol Mohamed Salah. Tapi kemudian Leicester City berturut-turut mencetak gol via kontribusi James Maddison, Jamie Vardy, dan Harvey Barnes.

Advertisement

Buat Liverpool ini merupakan kekalahan ketiga secara berturut-turut di ajang Liga Inggris musim ini. Semakin nahas kekalahan ketiga hadir dari Leicester City yang dilatih oleh Brendan Rodgers.

Seperti diketahui, Brendan Rodgers pernah menjadi manajer Liverpool pada tahun 2012-2015. Jadi seperti apa perasaan pelatih berusia 48 tahun itu setelah memberikan kekalahan menyakitkan untuk The Reds?

"Ini sebuah kemenangan yang hebat. Para pemain layak mendapatkannya," kata Brendan Rodgers usai pertandingan.

Secara khusus ia memuji mentalitas timnya yang tidak jatuh ketika tertinggal 0-1. Dia menyebut dari sudut pandang mentalitas ini, Leicester City sudah jauh berkembang.

"Saya sangat bangga dengan tim. Setahun yang lalu jika kami tertinggal, kami tidak akan mendapat apa-apa. Kami tidak tenggelam ketika ketinggalan satu gol."

"Kami tetap tenang dan para pemain justru menunjukakn sikap brilian dalam periode itu. Kinerja tim yang nyata secara kolektif. Anda dapat melihat peningkatan dalam pola pikir tim. Reaksi kami luar biasa," lanjutnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Seperti Bukan Liverpool

Para pemain Liverpool ketika dikalahkan Leicester City, 1-3. (AFP/Michael Reagan)

Praktis tiga gol Leicester City ke gawang Liverpool terjadi dalam waktu kurang 10 menit. Bek Liverpool, Andy Robertson sampai bingung sendiri perihal alasan timnya kebobolan tiga gol dalam periode begitu cepat.

"Anda bisa mengatakan ini sebuah pukulan besar. Untuk sebagian besar permainan kami begitu dominan dan kemudian itu bukan kami yang sedang bermain," kata Andy Robertson mengutip situs BBC.

"Kami bermain dengan penuh percaya diri hampir sepanjang pertandingan. Kami memainkan bola dengan sangat baik. Kemudian saya tidak tahu apa yang terjadi dalam 10-15 menit terakhir."

"Itu tidak bisa terjadi dalam pertandingan seperti ini," lanjutnya.

 

Sumber: BBC