Liga Inggris: Manchester United Gagal Menang, Solskjaer Ikut Tren Menyalahkan VAR

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 15 Feb 2021, 14:45 WIB
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (ANNEGRET HILSE / POOL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United gagal meraih kemenangan kala bertandang ke The Hawthorns, markas West Bromwich Albion, saat menjalani laga pekan ke-24 Premier League, Minggu (14/2/2021) malam WIB. Manajer The Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer, merasa kecewa seperti kebanyakan manajer tim lain, yaitu menyalahkan Video Assistant Referee (VAR) karena merasa timnya dua kali dirugikan.

Manchester United harus puas bermain imbang 1-1 di markas WBA. Bahkan The Red Devils harus dikejutkan oleh gol cepat Mbaye Diagne pada menit kedua, yang menurut Solskjaer juga seharusnya dipertanyakan.

Advertisement

Namun, Manchester United akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Bruno Fernandes pada akhir babak pertama. Bruno mampu memaksimalkan umpan dari Luke Shaw untuk membuat pertandingan kembali berjalan imbang.

Pulang membawa satu poin dari The Hawthorns sedikit memberikan kekecewaan bagi Solskjaer. Bahkan manajer asal Norwegia itu pun merasa Manchester United dirugikan oleh dua keputusan wasit yang diambil berdasarkan review VAR.

Video

2 dari 3 halaman

Kritik untuk VAR

Penyerang West Brom, Mbaye Diagne, menyarangkan gol ke gawang Manchester United yang dijaga David de Gea pada lanjutan Liga Inggris 2020/2021, Minggu (14/2/2021) malam WIB. (Nick Potts/Pool Photo via AP)

Pertama, Solskjaer merasa sangat kecewa dan mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR dalam pertandingan sepak bola. Hal ini mengacu ke momen gol WBA pada awal pertandingan, di mana menurut Solskjaer ada pelanggaran yang terjadi oleh sang pencetak gol kepada bek Manchester United, Victor Lindelof.

Sebagai dasar pertimbangannya mengkritik VAR, Solskjaer mengambil contoh keberhasilan Harry Maguire mencetak gol pada saat laga kontra Burnley dan kemudian gol tersebut dianulir oleh wasit lantaran VAR. Saat itu, kapten Manchester United itu dinilai melakukan pelanggaran ketika melakukan duel udara.

"Ketika gol Harry ke gawang Burnley dianulir, kali ini lebih dari sekadar pelanggaran. Sebagai seorang mantan striker, saya tentu tidak suka melihat ada gol yang dianulir. Namun, saya menginginkan konsistensi," tegas Solskjaer dalam situs resmi klub.

"Tentu saja, yang ini lebih merupakan pelanggaran ketimbang yang dilakukan Harry kepada pemain Burnley. Sangat menyebalkan bila gol dianulir tapi keduanya memang pantas untuk disahkan," lanjutnya.

 

3 dari 3 halaman

Gagal Mendapat Penalti

Para pemain West Bromwich memprotes keputusan wasit Craig Pawson yang memberikan hadiah penalti kepada Manchester United. Pada akhirnya penalti dibatalkan karena VAR. (Naomi Baker/Pool Photo via AP)

Kekesalan kedua Solskjaer terjadi ketika seharusnya Manchester United mendapatkan penalti karena Harry Maguire dijatuhkan di kotak terlarang pada menit ke-61.

Wasit kemudian melihat review VAR dan memutuskan bahwa sang kapten sudah berada di dalam posisi offside dan kontak yang terjadi dengan pemain WBA sangat minim.

"VAR (untuk penalti)? Sangat jelas itu pelanggaran. Namun, dia juga offside. Saya menduga petugas di ruang VAR tertidur," ujar Solskajer sambil tertawa.

"Konsistensi dan kejelasan adalah hal yang saya inginkan dan itu jelas-jelas momen yang aneh," lanjutnya. 

Hasil imbang ini membuat Manchester United berada peringkat dua klasemen Premier League dengan 46 poin. Mereka tertinggal 7 poin dari Manchester City yang berada di posisi puncak.

Sumber: Manchester United

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, published 15/2/2021)

Berita Terkait