Joachim Low Mundur dari Timnas Jerman, Akhiri Kebersamaan Selama 17 Tahun

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 03 Apr 2021, 18:27 WIB
Pelatih Jerman, Joachim Loew, memimpin sesi latihan jelang laga persahabatan di Koln, Rabu (7/10/2020). Jerman akan berhadapan dengan Turki. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Berlin - Joachim Low memutuskan hengkang dari Timnas Jerman pada musim panas tahun ini atau usai Piala Eropa 2021. Kebersamaan bersama Der Panzer selama 17 tahun dipastikan berakhir sudah.

Joachim Low menangani Timnas Jerman selama 15 tahun, termasuk saat membawa Miroslav Klose dkk. juara Piala Dunia 2014.

Advertisement

Dua tahun lainnya ia habiskan sebagai asisten manajer Timnas Jerman pada 2004 hingga 2006. Saat itu, ia masih di bawah pelatih Jurgen Klinsmann.

Low lalu naik kasta sebagai pelatih Timnas Jerman 2006, hanya berselang beberapa hari saja pasca tersingkir dari Semifinal Piala Dunia pada tahun yang sama.

Di bawah kepemimpinannya, Timnas Jerman sukses dibawanya juara Piala Dunia 2014. Sayang, empat tahun berselang, Toni Kroos dkk. gagal total dan tersingkir pada babak grup Piala Dunia 2018.

Akan tetapi, Joachim Low tetap dipercaya sebagai pelatih Timnas Jerman hingga kini. Ia telah meloloskan Der Panzer ke Piala Eropa yang sedianya dihelat 2020 kemarin.

 

Video

2 dari 2 halaman

Alasan Mengundurkan Diri

Joachim Low menyebut Jerman mempunyai pemain muda yang potensial dan memiliki kualitas yang mumpuni. (AFP/Robert Michael)

Joachim Low membuang peluang untuk membawa Timnas Jerman juara Piala Eropa yang digelar tahun ini. Isu yang berkembang, ia juga mungkin diberikan kesempatan untuk menangani Timo Werner dkk. pada Piala Dunia 2022 dan Piala Eropa 2024.

"Saya mengambil langkah ini dengan sangat sadar, dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur yang sangat besar. Di saat yang sama, saya terus menjadi sangat termotivasi ketika datang ke Piala Eropa yang akan datang," ujar Low.

"Bangga, karena itu adalah sesuatu yang sangat istimewa dan kehormatan bagi saya untuk terlibat di negara saya. Dan karena saya sudah bisa bekerja dengan pesepak bola terbaik di negara ini selama hampir 17 tahun dan mendukung mereka dalam perkembangan mereka."

“Saya mengasosiasikan mereka dengan kemenangan besar dan kekalahan menyakitkan, tetapi di atas semua itu banyak momen indah dan ajaib - tidak hanya memenangkan Piala Dunia 2014 di Brasil. Saya dan akan tetap berterima kasih kepada DFB (PSSI-nya Jerman) yang selalu menyiapkan lingkungan kerja yang ideal untuk saya dan tim."

Berita Terkait