Kronologi Tim Bulutangkis Indonesia Dapat Info Harus Mundur dari All England 2021 Versi Mohammad Ahsan

oleh Hendry Wibowo diperbarui 19 Mar 2021, 11:00 WIB
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, saat menghadapi ganda Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin, pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). Ahsan/Hendra menang 9-21, 21-15, dan 21-19. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Ganda putra senior Tanah Air, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi saksi mata saat panitia All England 2021 memberikan informasi bahwa kontingen Indonesia harus mundur dari turnamen level Super 1000 tersebut.

Maklum kabar buruk itu datang usai Ahsan/Hendra memastikan lolos ke babak 16 besar All England setelah mengalahkan wakil Inggris Ben Lane/Sean Vendy, Rabu 17 Maret lalu. Mohammad Ahsan pun menceritakan kronologi kejadian ini melalui Live Instagram, Kamis (18/03/2021) malam WIB.

Advertisement

"Kita pas selesai main biasa ketemu pelatih dan kebetulan ada kak Rionny (Mainaky) dan koh Herry (Iman Pierngadi), tapi saya lihat wajah mereka kok nggak enak, padahal kan saya menang?" kata Ahsan saat live di Instagram, Kamis (18/3/2021) malam WIB.

Ahsan/Hendra semakin bingung karena dipaksa mundur dari All England usai mendapat peringatan dari pemerintah Inggris. Pasalnya, tim Indonesia berada satu pesawat dengan seorang penumpang yang terdeteksi positif COVID-19 dalam penerbangan dari Istanbul ke Birmingham, 13 Maret lalu.

"Pastinya sangat terkejut karena dikasihtahunya pas banget selesai saya main," ucap Ahsan.

Keterkejutan Ahsan berlanjut karena dia dan Hendra harus segera meninggalkan tempat pertandingan. "Setelah main itu biasanya kami diskusi dulu soal permainan, stretching. Tapi, mereka bilang kita semua harus pulang, besok nggak boleh main lagi," ucap juara All England 2014 dan 2019 ini.

Kembali ke Crowne Plaza Birmingham City Center, tempat menginap tim Indonesia, mereka tidak bisa naik bus. "Kami harus berjalan kaki ke hotel. Begitu sampai di hotel, pihak hotel melarang kami naik lift dan harus lewat tangga untuk sampai ke kamar," papar Ahsan.

"Kami diperlakukan seperti orang sakit."

Sekadar informasi, jarak Utilita Arena Birmingham ke Crowne Plaza Birmingham City Center sekitar 800 meter. Jarak ini bisa ditempuh sekitar 11 menit dengan berjalan kaki.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Mohammad Ahsan Tidak Mendapat Email

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan, berhasil mengalahkan ganda Jepang, Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe, pada BWF World Tour di Tianhe Sports Center, Guangzhou, Minggu (15/12/2019). Ahsan / Hendra menang 24-22 dan 21-19. (AP/Andy Wong)

Mohammad Ahsan yang bersama Hendra kini berstatus pemain profesional mengaku tidak percaya harus angkat koper dari All England dengan cara seperti ini.

"Kami sama-sama bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi seperti ini, apa alasannya kami harus mundur. Ini memang berurusan langsung sama pemerintah Inggris, dan saya rasa semuanya nggak bisa berbuat apa-apa," ujar Ahsan.

Berbeda dengan Hendra, Ahsan justru tak mendapat email dari National Health Service (NHS) Inggris yang menyatakan ada kontak dengan penumpang yang terdeteksi Covid-19.

"Saya tidak dapat email, padahal di pesawat, saya duduk di sebelahnya koh Hendra," ungkapnya.

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Bogi Triyadi, Published 19/03/2021)