Kiper Bhayangkara Solo FC Ungkap Resep Masih Oke pada Usia 35 Tahun

oleh Abdi Satria diperbarui 23 Mar 2021, 20:31 WIB
Ilustrasi - Konten Youtube Wahyu Tri Nugroho (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Makassar - Sebagai pesepak bola, usia Wahyu Tri Nugroho yang saat ini jelang 35 tahun sudah terbilang senja. Tapi, kiper Bhayangkara Solo FC ini menegaskan dirinya belum ingin memikirkan gantung sepatu dan beralih profesi sebagai pelatih Meski sudah mengantongi lisensi kepelatihan C-AFC.

Wahyu Tri Nugroho tetap optimitis bisa bersaing di level atas bersama kiper yang lebih muda. Melalui channel Youtube Pinggir Lapangan, Wahyu Tri Nugroho mengungkap dua sosok kiper yang menjadi acuannya yakni Made Wirawan (Persib Bandung) dan Wawan Hendrawan (Bali United).

Advertisement

Dua nama kiper di atas bisa tetap bertahan di level atas meski usianya lebih tua darinya. Wawan kini berusia 38 tahun sedangkan Made menuju 40 tahun.

"Penampilan keduanya tetap bagus dan konsisten. Malah menurut saya, penampilan keduanya makin baik dan matang di klubnya," kata Wahyu Tri Nugroho.

Itulah mengapa Wahyu Tri Nugroho mengaku tetap fokus dengan menjaga kondisi dan penampilannya dari hari ke hari. Ia pun mengaku tak masalah harus bersaing dengan para kiper muda.

"Saya tidak pernah melihat kiper yang lebih muda sebagai pesaing. Motivasi saya malah terpacu dengan kehadiran mereka," tegas Wahyu.

Selain fokus di lapangan, baik dalam latihan maupun pertandingan, Wahyu juga menjelaskan dirinya selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen tim yang diperkuatnya.

"Bagi saya, sebagai olahraga tim, semua elemen punya peranan penting sesuai job masing-masing," lanjutnya. 

 

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Jaga Sikap Profesional

Kiper Bhayangkara FC, Wahyu Tri Nugroho, saat melawan Perseru Badak Lampung FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (16/8). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari Badak Lampung FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menilik rekam jejaknya di level klub, Wahyu Tri Nugroho terbilang pemain yang selalu bertahan minimal dua musim dalam satu klub. Di Bhayangkara Solo FC, ia bahkan sudah bergabung sejak 2016.

Saat itu tim yang dahulu bernama Persebaya DU ini berkiprah di Torabika Soccer Champioship. "Saya mendapat telpon dari coach Ibnu Grahan yang mengajak saya bergabung di tim asuhannya," kata Wahyu.

Kebetulan saat itu, Persiba Bantul yang sudah diperkuatnya sejak 2009 sedang mengalami krisis finansial. "Sebenarnya saya ingin bertahan lama dalam satu klub. Tapi, sebagai pemain profesional saya juga harus memikirkan kelangsungan karier dan keluarga. Jadi, kalau finansial baik dan saya masih dibutuhan, saya akan tetap bertahan," papar Wahyu.

 

Sumber: Channel Youtube Pinggir Lapangan

 

 

Berita Terkait