Nobon Kayamuddin, Si Biang Kerok yang Berstatus Legenda PSMS dan Timnas Indonesia

oleh Abdi Satria diperbarui 23 Mar 2021, 15:00 WIB
Legenda PSMS, Nobon Kayamuddin. (Channel Youtube Lae Tape)

Bola.com, Makassar - Sosok Nobon Kayamuddin pernah kental mewarnai perjalanan PSMS Medan dan Tim Nasional Indonesia era 1970-an. Bersama PSMS, Nobon meraih trofi juara Perserikatan pada 1971 dan 1975 plus Piala Soeharto 1972.

Di level timnas, Nobon Kayamuddin jadi pilar skuad Garuda yang nyaris lolos ke Olimpiade Montreal 1976. Di mana Indonesia harus takluk dari Korea Utara via adu penalti di Stadion Utama Senayan.

Advertisement

Ciri khas yang melekat pada diri Nobon Kayamuddin adalah gelandang bertipe petarung dan tanpa kompromi untuk memutus serangan lawan. Tak hanya itu, mobilitas dan totalitasnya di lapangan hijau membuatnya kerap berkeliaran di kotak penalti lawan. Itulah mengapa Nobon mendapat julukan 'Si Biang Kerok'.

Melalui channel Youtube Lae Tape, Nobon Kayamuddin menceritakan perjalanan panjangnya di sepak bola yang dimulai pada 1960. Nobon yang saat itu masih berusia sembilan tahun berlatih sepak bola di kawasan Brayan Bengkel bersama tim PJKA Medan.

"Kebetulan ayah saya juga adalah pesepak bola yang juga pegawai PJKA Medan. Beliau yang mengenalkan saya pada sepak bola," kenang Nobon.

Peruntungan Nobon di sepak bola mulai terbuka ketika bergabung di tim PS AMS yang berkiprah pada kompetisi internal PSMS pada akhir 1960-an. Dari kompetisi internal, nama Nobon terpantau untuk memperkuat PSMS yang kemudian meraih trofi juara 1971.

Sejak itu, Nobon jadi bagian penting sukses PSMS menjuarai berbagai turnamen seperti Soeharto Cup 1972, Marah Halim Cup 1972 dan 1973, Jusuf Cup 1974 dan turut membawa PSSI Wilayah I yang didominasi bintang PSMS meraih Runner Up President Cup 1974 di Seoul.

Bersama Nobon, ada sejumlah nama seangkatannya yang mencuat ke level nasional seperti Parlin Siagian, Wibisono, Ronny Pasla, Anwar Ujang dan Tumsila. Momen spesial Nobon bersama timnas terjadi ketika Indonesia beruji coba dengan Uruguay di Stadion Utama Senayan pada 19 April 1974.

Pada laga itu, Nobon yang berperan sebagai pemutus serangan lawan membawa timnas menekuk Uruguay dengan skor 2-1.Penasaran dengan kekalahan itu, Uruguay meminta ujicoba ulang dua hari kemudian.

Uruguay memang menang dengan skor 3-2. Tapi, penampilan Nobon tetap dinilai istimewa karena mampu mencetak satu dari dua gol timnas pada laga ulang itu.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Jadi Pelatih

PSMS Medan. (i.ytimg.com)

Usai gantung sepatu pada awal 1980-an, Nobon Kayamuddin meneruskan kariernya sebagai pelatih. Prestasi terbaiknya adalah membawa tim sepak bola Sumatera Utara meraih medali emas cabang sepak bola di PON 1985 dan 1989.

Ia juga pernah membawa PSMS promosi ke Divisi Utama (Liga 1) Liga Indonesia pada 2003. Di level pembinaan, Nobon tercatat sebagai pelatih pertama di Diklat PPLP Medan.

Sejumlah pemain binaannya kemudian mencuat di pentas kompetisi Tanah Air seperti Iwan Setiawan, Sudirman, Abdullah Lubis dan Mansyur.

Nobon hanya dua setengah tahun melatih di Diklat PPLP Medan. Mayoritas pemain Diklat PPLP kemudian diajak oleh Nobon ketika menangani Medan Jaya, klub Liga Sepak Bola Utama (Galatama).

Kini Nobon menjadi penasehat teknik PSMS yang berkiprah di Liga 2. "Saya berharap sepak bola Sumatera Utara, khususnya PSMS Medan bisa bangkit dan kembali berkompetisi di kasta tertinggi," pungkas Nobon.

 

Sumber: Youtube Lae Tape