Pembajakan Assanur Rijal Torres oleh Persis Mesti Jadi Pelajaran Berharga buat Klub-Klub Liga 1

oleh Gatot Susetyo diperbarui 11 Apr 2021, 16:45 WIB
Gelandang Persiraja Banda Aceh, Assanur Rijal bersujud usai mencetak gol ketiga timnya ke gawang Persita Tangerang dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (24/3/2021). Persiraja menang 3-1 atas Persita. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jakarta - Tim-tim Liga 1, khususnya yang ikut serta pada Piala Menpora 2021, mesti belajar banyak pada 'pembajakan' yang dilakukan Persis Solo terhadap Persiraja Banda Aceh. Jika tidak cermat, mereka bisa kehilangan pemain bintangnya, sama seperti kasus Assanur Rijal.

Pentas Piala Menpora 2021 punya dampak positif bagi para kontestan dan pemain. Dari sisi klub Liga 1 yang ambil bagian, turnamen pramusim ini sarana untuk mengukur kekuatan mereka sebelum terjun di kompetisi Liga 1 2021.

Advertisement

Di mata pemain, ajang ini sebagai etalase untuk 'menjual diri'. Mereka berusaha tampil sebaik mungkin dengan mengeluarkan semua kemampuannya agar dilirik klub-klub lain.

Assanur Rijal 'Torres' salah satu pemain yang merasakan berkah dari Piala Menpora 2021. Aksi ciamiknya bersama Persiraja saat mencetak hatrik ke gawang Persita membuat kubu Persis kepincut berat.

Manajemen Laskar Sambernyawa pun bergerak cepat mengejar tandatangan Torres. Tak dipungkiri lagi, klub-klub lain pasti ngiler dengan penampilan Torres.

Kini sang pemilik, Persiraja Banda Aceh harus gigit jari. Mereka harus rela kehilangan ikon lokalnya yang dua musim ini jadi pahlawan bagi Laskar Rencong.

Di era sepakbola profesional kepindahan Torres wajar terjadi. Dari kasus saga Transfer ini, pihak Persiraja lah yang merasa kecolongan. Seharusnya ini jadi pelajaran berharga bagi manajemen Persiraja.

Kala uang bicara, sebuah klub tak bisa lagi mengandalkan fanatisme primordial atau kedaerahan untuk menahan pemainnya hijrah ke klub lain.

Manajemen Persiraja memang memberlakukan kebijakan kontrak jangka pendek kepada pemain saat tampil di Piala Menpora 2021. Sesuai aturan, usai Persiraja tersisih di babak penyisihan Grup D, otomatis status pemain bebas transfer. Momentum inilah yang dimanfaatkan Persis Solo untuk 'membajak' Assanur Rijal dari markas Persiraja.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Kontrak Jangka Pendek Jadi Bumerang

Pemain muda Persik, Yusuf Meilana Fuad Burhani saat mencetak gol ke gawang Persela di Piala Menpora 2021. Kewaspadaan bagi klub Liga 1 memagari pemainnya tak diserobot klub lain. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Sistem kontrak jangka pendek dan status trial untuk pemain baru yang diterapkan klub-klub Liga 1 di Piala Menpora bisa jadi bumerang, seperti dialami Persiraja. Bagi pemain lama yang dikontrak dengan durasi pendek dan pemain baru yang sedang trial akan memanfaatkan kesempatan tampil yang diberikan pelatih klub untuk 'menjual diri'.

Jika klub-klub Liga 1 tak cepat memagari pemain lama dan trial dengan kontrak resmi, mereka harus siap-siap gigit jari seperti Persiraja.

Apalagi bursa transfer musim 2021 ini sangat kompetitif. Bursa tak lagi melibatkan sesama klub Liga 1, tapi ekspansi klub-klub Liga 2 juga luar biasa.

Apalagi kini muncul klub-klub Liga 2 seperti RANS Cilegon United yang dibeli artis kaya, Raffi Ahmad. Dan Kaesang Rakabumining Raka, putra Presiden RI Joko Widodo di Persis Solo. Keberhasilan Persis memboyong ikon Persiraja, Assanur Rijal 'Torres' bukti sahih.

Kini uang yang bicara. Para pemain, baik sosok lama di tim atau yang sedang trial, akan memilih hijrah ke klub yang menawari kontrak lebih tinggi. Apalagi setahun ini, para pemain 'puasa'. Pendapatan mereka nyaris hilang, karena kompetisi disetop akibat terpaan pandemi COVID-19.

Berita Terkait