Zulkifli Syukur Optimistis PSM Tetap Kompetitif di Liga 1 2021

oleh Abdi Satria diperbarui 03 Mei 2021, 17:00 WIB
Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur saat pertandingan semifinal leg kedua melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Minggu (18/4/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Makassar - Kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur, yakin skuad Juku Eja tetap kompetitif di Liga 1 2021. Mantan bek Timnas Indonesia ini merujuk kiprah tim kebanggaan warga Sulawesi Selatan ini di Piala Menpora 2021. Pada ajang pramusim itu, PSM yang bermaterikan murni pemain lokal mampu melaju hingga semifinal.

Menurut Zulkilfi, bola saat ini ada di tangan manajemen, khususnya untuk urusan menyelesaikan masalah internal tim seperti pembayaran tunggakan gaji pemain dan pelatih. Pasalnya PSM Makassar tidak boleh mengontrak pemain kalau belum menuntaskan kewajibannya itu.

Advertisement

"Secara pribadi dan sebagai kapten PSM, saya yakin manajemen sudah memikirkan dan menyiapkan solusi terbaik buat PSM," ujar Zulkifli dalam channel youtube Rijal Djamal.

Zulkifli tak menampik anggapan yang mengatakan bahwa materi PSM tetap butuh tambahan pemain untuk meningkatkan kualitas tim, terutama pemain asing yang mumpuni. Sampai saat ini, PSM hanya memiliki Wiljan Pluim asal yang memang masih terikat kontrak sampai 2024.

Terkait hal ini, Zulkifli menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen dan tim pelatih karena ini menyangkut soal teknis serta finansial klub.

Terkait adanya sejumlah klub yang mengincar pemain pilar PSM setelah tampil apik di Piala Menpora 2021, Zulkifli menyebut itu hal wajar.

"Sekarang semuanya tergantung pemain itu sendiri. Mereka tentu punya alasan sendiri apakah bertahan atau tidak di PSM. Tapi, sekali lagi, peran manajemen PSM juga penting dalam hal ini. Jadi ada saling keterkaitan," tegas Zulkifli yang berencana pensiun di PSM ini.

Zulkifli pun berharap suporter PSM tetap total mendukung tim kebanggaannya.

"Mari kita berjuang bersama untuk melewati masa sulit ini, termasuk mengawal kelanjutan pembangunan Stadion Mattoangin yang sempat terhenti. Sangat miris, Makassar yang mengklaim ingin menuju status kota dunia justru tak memiliki stadion bertaraf internasional," papar kapten PSM Makassar itu.

Video

2 dari 2 halaman

Stadion adalah Kebutuhan, Bukan Kepentingan

Tahapan pembangunan Stadion Andi Mattalatta Mattoangin resmi dimulai pada Rabu (21/10/2020) pagi. (Bola.com/Abdi Satria)

Sebagai kapten PSM Makassar, Zulikfli Syukur mengaku sependapat dengan kalangan suporter Juku Eja yang kompak mengusung slogan 'Stadion adalah Kebutuhan, Bukan Kepentingan' saat melakukan aksi demontrasi beberapa waktu lalu.

"Makassar memang butuh stadion. Bukan hanya PSM, tapi seluruh warga, karena Stadion Mattoanging yang sudah rata dengan tanah adalah ikon dan kebanggaan serta harga diri," ungkap Zulkifli.

Menurut Zulkifli, wacana adanya stadion yang representatif di Makassar lebih banyak ditujukan untuk kepentingan politik, terutama pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada). Tapi, faktanya stadion yang diimpikan belum terwujud sampai sekarang.

"Dulu ada Stadion Sudiang dan Barombong yang semuanya terhenti pembangunannya. Kini, Stadion Mattoangin juga sudah rata dengan tanah. Semuanya milik pemerintah provinsi Sulawesi Selatan," kata Zulkifli.

Zulkifli Syukur kemudian merujuk sejumlah provinsi lain yang memiliki lebih dari satu stadion yang layak untuk pertandingan nasional dan internasional.

"Kalimantan Timur misalnya, mereka punya lima stadion yang representatif. Sementara Sulawesi Selatan yang katanya gerbang Indonesia Timur malah tak punya satu pun stadion yang layak. Semoga Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar mau duduk satu meja untuk bersama-sama membahas pembangunan stadion buat warganya," pungkas Zulkifli.

Berita Terkait