Inter Milan Rengkuh Scudetto Liga Italia, Kiper PSIS Senang Bukan Kepalang

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 03 Mei 2021, 18:00 WIB
Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo, memberikan arahan kepada rekannya saat menghadapi Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). PSIS menahan imbang 0-0 Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Semarang - Inter Milan memastikan gelar juara Liga Italia Serie A musim 2020/2021, meski masih menyisakan empat pertandingan. Inter Milan mengunci scudetto ke-19, Minggu (2/5/2021) atau ketika pesaing terdekatnya, yakni Atalanta terpeleset.

Nerazzurri sukses memenagkan pekan ke-34 saat bertandang ke markas Crotone dengan skor 2-0, Sabtu (1/5/2021). Samir Handanovic dan kawan-kawan mengoleksi 82 poin.

Advertisement

Raihan poin mereka tak akan terkejar lagi oleh Atalanta ataupun Juventus yang memiliki nilai sama yakni 69. Jarak 13 poin membuat posisi Inter Milan tak akan mungkin dilengserkan dengan empat sisa pertandingan.

Adapun gelar scudetto musim ini sekaligus melepas puasa gelar 11 tahun lamanya atau terakhir kali pada 2010. Inter juga berhasil menghentikan dominasi Juventus yang selalu juara selama sembilan kali berturut-turut.

Kesuksesan Inter dengan gelar scudetto-nya, ikut disyukuri oleh penjaga gawang PSIS Semarang, Joko Ribowo. Pria asal Pati tersebut memang fans fanatik Inter, dan gembira atas pencapaian tim kebanggaannya.

"Sebelas tahun adalah penantian panjang. Musim ini memang tampil bagus dan konsisten. Tim lebih berani mencoba melakukan sebuah perubahan termasuk skema permainan oleh Antonio Conte," terang Joko Ribowo kepada Bola.com, Senin (3/5/2021).

"Biasanya dengan empat bek, dirubah menjadi tiga bek. Ivan Perisic bisa jadi lebih optimal untuk naik turun, begitu juga Achraf Hakimi. Semua elemen berpengaruh atas kesuksesan musim ini," lanjut eks kiper Arema itu.

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 3 halaman

Conte Layak Dipertahankan

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte merayakan gol yang dicetak Matteo Darmian ke gawang Cagliari pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro, Italia, Minggu (11/4/2021). Inter Milan kembali unggul 11 poin atas AC Milan yang berada di posisi kedua klasemen. (AP Photo/Luca Bruno)

Sang penjaga gawang turut memberika kredit poin kepada Antonio Conte di balik prestasi Inter Milan tahun ini. Mantan pelatih Juventus itu sukses membuat Inter semakin matang.

Conte didatangkan Inter dari Chelsea pada 2019 untuk menggantikan Luciano Spaletti. Conte hanya perlu tahun kedua untuk membuktikan diri layak membuat perubahan di Inter dengan scudetto yang sudah dalam genggaman.

"Inter sudah sering ganti pelatih juga sejak juara terakhir 2010, saat era Jose Mourinho. Baru Conte yang bisa membuktikan, dia layak dipertahankan, dan perlu menambah pemain baru terutama untuk kiper," tegas pria yang akrab disapa Jokri.

3 dari 3 halaman

Di Mana Posisi Inter Milan Saat Ini?

Berita Terkait