Dukacita Tim Pertamina Mandalika SAG Team atas Wafatnya Jason Dupasquier dan Optimisme Menuju Moto2 Catalunya

oleh Hendry Wibowo diperbarui 01 Jun 2021, 14:33 WIB
Pembalap Moto3, Jason Dupasquier yang meninggal dunia pada sesi kualifikasi Moto3 Italia. (Pertamina Mandalika SAG Team)

Bola.com, Jakarta - Keluarga besar Kejuaraan Dunia Balap Motor sedang berduka atas wafatnya pembalap berusia 19 tahun, Jason Dupasquier.

Pembalap asal Swiss itu meninggal dunia di rumah sakit satu hari setelah mengalami kecelakaan fatal saat mengikuti sesi kualifikasi kelas Moto3 di Sirkuit Mugello, Italia.

Advertisement

Duka mendalam turut dirasakan tim balap asal Indonesia yang mengikuti kelas Moto2, Pertamina Mandalika SAG Team. Apalagi salah satu pembalap tim ini, Tom Luthi merupakan rekan senegara sekaligus mentor Jason Dupasquier.

Tom Luthi bahkan memutuskan tidak turun pada balapan Moto2 Italia hari Minggu (30/05/2021) saat mengetahui Jason Dupasquier meninggal dunia.

Juara dunia kelas 125cc tahun 2005 itu langsung bergegas menuju rumah sakit di Florence, tempat Jason Dupasquier menghembuskan nafas terakhir.

"Kami segenap jajaran tim Pertamina Mandalika SAG Team turut berduka cita atas kepergian pembalap muda dan bertalenta, Jason Dupasquier. Duka kami untuk semua rekan, sahabat, dan keluarga sang pembalap," kata Presiden Pertamina Mandalika SAG Team, Rapsel Ali melalui keterangan pers yang diterima Bola.com.

Bo Bendsneyder sendiri menjadi satu-satunya wakil Pertamina Mandalika SAG Team yang turun pada balapan Moto2 Italia. Pembalap Belanda berdarah Indonesia itu finis 15 sekaligus mengemas satu poin.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Komentar Bo Bendsneyder

Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Bo Bendsneyder saat finis kelima pada balapan Moto2 Prancis di Sirkuit Le Mans, hari Minggu lalu. (Dokumentasi Pertamina Mandalika SAG Team)

Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team, Bo Bendsneyder menceritakan betapa sulitnya mengikuti balapan Moto2 Italia dalam suasana duka akibat wafatnya Jason Dupasquier. Namun ia percaya diri bisa meraih hasil lebih baik pada seri berikutnya di Sirkuit Catalunya, Barcelona, 4-6 Juni.

"Ini hari yang sangat menyedihkan bagi keluarga besar Kejuaraan Dunia Balap Motor. Kami kehilangan pembalap dengan bakat luar biasa, sosok pria muda yang begitu cerita," kata Bo Bendsneyder.

"Sulit untuk membicarakan balapan hari ini (Minggu) karena hidup seseorang lebih penting. Itu balapan yang sulit, saya harus berjuang dan mengambil satu poin."

"Kini Kami harus mulai fokus untuk Barcelona. Kami melakukan tes yang bagus di sana dan perasaan terhadap motor jauh lebih baik," lanjutnya.

Kini Bo Bensneyder menatap balapan Moto2 Catalunya, akhir pekan ini dengan modal 25 poin dan menempati posisi 12 klasemen.

Berita Terkait