Persipura Tidak Bisa Jelaskan Indisipliner Boaz Solossa dan Yustinus Pae, tapi Nyaris Dilakukan Setiap Tahun

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 08 Jul 2021, 06:55 WIB
Gelandang Persipura, Boaz Solossa, melepas baju usai melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jayapura - Manajemen Persipura Jayapura tidak bisa menjelaskan bentuk indisipliner Boaz Solossa dan Yustinus Pae hingga berujung pencoretan. Namun, perilaku negatif keduanya disebut nyaris dilakukan setiap tahun.

"Apakah hal-hal indisipliner ini sudah sering terjadi? Ya, benar. Para pemain atau ofisial atau yang berada dan pernah berada di tim ini pasti tahu. Silakan ditanyakan saja kalu kami dianggap berbohong," kata Ketua Persipura, Benhur Tomi Mano dalam rilisnya di akun Instagram klub, @persipurapapua1963.

Advertisement

Persipura mengumumkan telah memecat Boaz Solossa dan Pae pada Selasa (6/7/2021) dengan penyebab yang disebut "hal-hal indisipliner".

"Hampir setiap tahun hal ini terjadi, berlangsung terus-menerus. Kami selalu sabar serta mentoleransi pelanggaran mereka. Apakah kami tidak menghargai mereka?" imbuh Tomi Mano.

"Kami terlalu sayang, hormat, dan menghargai mereka. Sampai kami rela disindir oleh pihak lain karena dianggap terlalu lemah dengan mereka. Tapi kami tetap sabar karena kami menghormati mereka."

"Kami terus menunggu mereka berubah. Banyak pemain muda kami yang menjadikan mereka sebagai contoh. Tapi tidak ada perubahan. Kami sabar. Tuhan Yang Maha Esa maha tahu segalanya. Tetapi untuk kali ini, bagi kami sudah kelewatan," terang Wali Kota Jayapura, Papua ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 6 halaman

Ditendang di Jakarta

Kapten Persipura, Boaz Solossa, ditemani sang putri sebelum bertanding melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Persipura memutuskan untuk melepas Boaz Solossa dan Pae ketika tim menggelar pemusatan latihan di Jakarta pada 7 Juni 2021. Kebikakan itu diambil di Hotel Kartika Chandra.

"Tidak ada satu pun keputusan manajemen yang diambil hanya berdasarkan pemikiran satu atau dua orang saja. Apalagi untuk kasus sebesar ini. Kami sangat berhati-hati," papar Tomi Mano.

"Keputusan kami memulangkan Boaz dan Pae adalah keputusan manajemen dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung di dalam tim."

"Waktu itu kami meminta manajer, direktur utama, dan pelatih Persipura untuk menyampaikan keputusan itu kepada mereka di Hotel Kartika Chandra," jelasnya.

3 dari 6 halaman

Sempat Ingin Jaga Nama Baik Boaz dan Pae

Pemain Persipura Jayapura, Boaz Solossa saat bersama timnya melawan Persija Jakarta pada Liga 1 2017 di Stadion Patriot, Bekasi, (8/7/2017). Persija bermain imbang 1-1. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Tomi Mano sebenarnya tidak ingin menceritakan polemik Boaz dan Pae ini kepada publik. Namun, pihaknya merasa terus dipojokkan sehingga harus mengambil langkah untuk membeberkan kronologinya.

"Kami juga putuskan untuk menyampaikan penjelasan dan keputusan ini kepada publik karena sudah begitu banyak isu dan tuduhan yang berkembang di media sosial padahal manajemen belum bicara apapun," kata Tomi Mano.

"Sesungguhnya, kami tidak mau publik untuk mengetahui hal ini. Karena ini bukan hal yang positif. Kami tetap berusaha menjaga nama baik mereka sebagai profesional."

"Biarlan ini menjadi konsumsi internal kami saja. Kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi di tim ini," ujarnya.

4 dari 6 halaman

Kejadian di Kediri

Boaz Theofilius Erwin Solossa atau lebih dikenal dengan nama Boaz Solossa lahir 16 Maret 1986 di Sorong. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sebelum melakukan pemusatan latihan di Jakarta, Persipura sempat beruji coba melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri pada 5 Juni 2021.

Tomi Mano berkisah, pihaknya meminta masukan dari empat pemain senior yaitu Boaz Solossa, Yustinus Pae, Ian Kabes, dan Ricardo Salampessy terkait skorsing untuk tiga pemain muda.

Ketika itu, keempatnya setuju dengan sanksi yang diberikan manajemen untuk ketiga pemain tersebut.

"Sayangnya, baru beberapa hari kemudian, mereka melakukan pelanggaran yang sama. Bahkan sampai saat uji coba melawan Persita Tangerang, hal ini terjadi. Ini yang membuat kami sangat kecewa," jelas Tomi Mano.

Saat sedang berada di Jakarta, Persipura sempat berlatih tanding melawan Persita pada 13 Juni 2021 di Stadion Benteng Taruna, Tangerang.

"Baru saja kami mencoret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan hal yang sama. Apa maksudnya ini? Ini seperti menampar muka kami. Manajemen seperti tidak dihargai sama sekali," paparnya.

"Hal lain yang kami kagetkan adalah selama ini, rupanya ada upaya untuk mengajak pemain lain untuk terlibat. Ini bisa mengganggu kondisi tim. Ini juga sangat kami sayangkan," imbuh Tomi Mano.

5 dari 6 halaman

Terima Kasih untuk Boaz dan Pae

Sebagai kapten Timnas Indonesia pada Piala AFF 2016, Boaz Solossa belum memberikan keputusan apakah akan pensiun dari Timnas atau tetap bermain. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Benhur mengucapkan terima kasih kepada Boaz Solossa yang telah membela Persipura sejak 2004 dan Pae, yang 14 tahun berbaju Mutiara Hitam, atas pengabdian keduanya selama ini.

"Kami sangat menghormati dan menghargai kalian berdua. Terima kasih atas kebersamaan selama ini. Tidak menutup kemungkinan suatu saat Tuhan menyatukan kita kembali," katanya.

"Kami doakan yang terbaik untuk Boaz dan Pae di klub yang baru. Pemain dengan kualitas seperti mereka akan gampang mendapatkan tempat. Klub seperti kami justru akan kesulitan mendapatkan pemain seperti mereka."

"Tetapi, ada yang harus kami jaga juga yaitu tim ini, pelatih, pemain, ofisial, dan suasana harus kondusif. Inilah yang harus kami tetapkan untuk kebaikan bersama," ujar Tomi Mano.

6 dari 6 halaman

Pernyataan Lengkap Benhur Tomi Mano atas Pencoretan Boaz Solossa dan Yustinus Pae