Bola.com, Bandung - Persib Bandung gemar menggunakan jasa pelatih asing untuk mengarungi kompetisi Liga Indonesia. Total ada 11 pelatih impor yang pernah menukangi Skuad Maung Bandung.
Sejak era Liga Indonesia bergulir, Persib pertama kali memakai pelatih asing pada musim 2003. Saat itu, Persib dinahkodai juru taktik asal Polandia, Marek Andrzej Sledzianowski.
Untuk menambah kekuatan Persib, Marek mendatangkan gerbong Polandia yakni Mariusz Mucharski, Piotr Orlinski, dan Maciej Dolega. Namun, bukan prestasi yang didapat tapi kekalahan beruntun.
Bahkan, Persib mencatatkan rekor buruk yaitu 12 pertandingan tanpa kemenangan. Hingga akhirnya, manajemen memutuskan untuk mendepak Marek beserta tiga pemain bawaannya.
Namun, tak selamanya pelatih asing Persib memberikan dampak buruk terhadap tim. Ada juga pelatih asing yang dinilai sukses memimpin Persib Bandung. Bola.com memilih tiga pelatih yang dinilai sukses menukangi Persib, siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.
Saksikan Video Pilihan Kami:
1. Juan Paez
Setelah mendepak pelatih asal Polandia, Marek Andrzej Sledzianowski, manajemen Persib langsung bergerak cepat. Manajemen akhirnya meminang pelatih asal Chile, Juan Paez.
Pelatih kelahiran 13 Februari 1950 ini menukangi Persib pada paruh musim 2003. Dia diharapkan bisa menyelamatkan Persib Bandung dari jurang degradasi.
Dengan tangan dingin Juan Paez, perfoma Persib perlahan meningkat. Hingga akhirnya Persib lepas dari zona degradasi setelah menjalani babak play-off melawan PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, dan Perseden Denpasar.
Sukses menyelamatkan Persib membuat manajemen memperpanjang kontrak Juan Paez untuk musim 2004. Di bawah komando Juan Paez, Persib kembali bersaing di papan atas Liga Indonesia 2004.
Namun, masalah mulai menimpa Persib di paruh musim. Hubungan Juan Paez dengan pengurus Persib saat itu dikabarkan tidak harmonis.
Juan Paez akhirnya memilih mundur dari kursi kepelatihan Persib di akhir musim 2004. Skuad Maung Bandung harus mengakhiri kompetisi di peringkat ke-6 dengan 49 poin dari 34 laga.
2. Mario Gomez
Pelatih kelahiran 27 Februari 1957 ini menangani Persib pada kompetisi Liga 1 2018. Mario Gomez ditunjuk Persib untuk menggantikan posisi pelatih Emral Abus yang kontraknya tidak diperpanjang.
Di bawah kepemimpinan pelatih asal Argentina ini, Persib mendatangkan pemain-pemain yang kualitasnya dipandang sebelah mata. Sebut saja Ardi Idrus dan Ghozali Siregar.
Namun, Mario Gomez mampu memoles kemampuan kedua pemain tersebut hingga menjadi tumpuan tim. Hingga Mario Gomez sukses mengantarkan Persib juara paruh musim Liga 1 2018.
Persib berhasil menjadi juara paruh musim setelah di laga terakhir menang 4-3 melawan Persebaya Surabaya. Dengan hasil ini, Persib meraih 29 poin dari 17 pertandingan.
Bukan hanya itu saja, Persib mencatatkan rekor kebobolan paling sedikit dengan 16 gol. Rekor tersebut memang disamai Perseru Serui, tapi Persib unggul produktivitas gol.
Namun, setelah Persib mendapat sanksi kandang usiran, perfoma Supardi Nasir dan kawan-kawan mulai menurun. Kekalahan demi kekalahan harus diderita Persib hingga posisi di puncak klasemen pun terpaksa digeser PSM Makassar.
Di tambah lagi hubungan Mario Gomez dan para pemain yang mulai memburuk. Hal ini karena adanya kabar yang beredar sang pelatih menuduh pemain menerima suap setelah Persib kalah 0-1 dari PSMS Medan meski akhirnya Mario Gomez membantah tudingan tersebut.
Persib Bandung mengakhiri kompetisi Liga 1 2018 dengan menghuni posisi ke 4 dengan 52 poin dari 34 laga. Meskipun gagal juara, Mario Gomez berhasil melampaui target dengan membawa tim bertengger di papan atas.
3. Robert Alberts
Pelatih kelahiran 14 November 1954 ini sudah dua tahun lebih menjadi juru taktik Persib Bandung. Robert Alberts ditunjuk sebagai pelatih Persib menggantikan Miljan Radovic pada 2019.
Musim pertamanya bersama Persib, pelatih berpaspor Belanda ini gagal meraih juara. Tapi, Persib berhasil mencatatkan rekor tanpa kebobolan selama 13 pertandingan.
Skuad Maung Bandung mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 dengan berada di urutan ke 6 dengan raihan 51 poin dari 34 pertandingan. Dengan rincian, 13 kemenangan, 12 hasil seri dan 9 kali kekalahan.
Pada musim keduanya, Robert Alberts mampu membawa Persib meraih tiga kemenangan beruntun. Kemenangan tersebut diraih saat menghadap Persela Lamongan (3-0), Arema FC (2-1), dan PS Sleman (2-1).
Dengan hasil itu, Persib memuncaki klasemen sementara Liga 1 2020 dengan sembilan poin. Sayangnya, perfoma menanjak Persib harus terhenti karena kompetisi dibatalkan akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia.
Setahun setelah kompetisi vakum, Persib ikut serta di turnamen Piala Menpora Maret lalu. Pada turnamen tersebut, Persib tampil menjanjikan.
Persib mampu melaju ke partai final dengan catatan tidak terkalahkan dari enam laga. Persib harus puas meraih runner up Piala Menpora setelah takluk dari Persija Jakarta dengan agregat 4-1.