Jacksen Tiago dan Timo Scheunemann Taruhan Saat Olimpiade, Ini Hukuman untuk yang Kalah

oleh Iwan Setiawan diperbarui 25 Jul 2021, 05:15 WIB
Pelatih Persipura, Jacksen Tiago saat jalan santai dengan anak keduanya, Diego di area lapangan hotel kusuma agro wisata, Kota Batu, Malang, hari Sabtu (10/07/2021). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Bola.com, Malang - Perhelatan Olimpiade Tokyo turut menarik perhatian pelatih sepak bola di Indonesia. Dua di antaranya adalah pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, dan mantan pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann. Keduanya mengikuti cabang olahraga sepak bola Olimpiade itu karena tim favorit mereka juga tampil.

Menariknya, tim jagoan mereka masing-masing berada di grup yang sama dan sudah bertemu, yaitu Brasil dan Jerman. Jacksen Tiago jelas mendukung Brasil yang merupakan negara asalnya, begitu pun Timo yang juga mendukung tim nasionalnya, Jerman.

Advertisement

Dalam laga tersebut, Brasil menang 4-2 atas Jerman di Stadion Yokohama, Kamis (22/7/2021). Ternyata mereka taruhan dalam laga itu. Bagi yang kalah, wajib push up dan didokumentasikan di story Instagram pribadi.

Akhirnya karena Brasil menang, Timo harus push up menjalankan hukumannya. Ternyata dia tidak sendirian. Brandon Scheunemann, putra dari Timo, juga menjalani hukuman tersebut.

Ternyata taruhan juga dilakukan oleh putra Jacksen dan Timo karena keduanya satu tim di Ricky Nelson Academy yang ada di Malang.

"Taruhan kecil-kecilan. Just for fun karena hubungan kami sekeluarga sangat baik. Terutama karena anak kami teman baik dan bermain bersama di RNA," jelas Jacksen Tiago.

 

Video

2 dari 2 halaman

Berharap Bertemu Lagi di Final

Striker Brasil, Richarlison (kiri) melpaskan tembakan yang masih dapat diblok bek Jerman, Amos Pieper dalam laga penyisihan grup cabang sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 di Yokohama, Jepang, Kamis (22/7/2021) malam WIB. (Foto: AP/Kiichiro Sato)

Namun, taruhan di Olimpiade tersebut tidak sampai di sini saja. Jacksen Tiago berharap kedua negara tersebut kembali bertemu di final. Artinya, Brasil dan Jerman harus sama-sama lolos dari fase grup dulu.

"Semoga kami berjumpa lagi di final. Supaya taruhan kami lebih seru lagi," canda mantan pelatih Barito Putera itu.

Terlepas dari taruhan tersebut, saat Brasil bertemu Jerman, Jacksen Tiago banyak berdoa. Dia ingin membalas kekalahan dari Jerman di Piala Dunia 2014. Ketika itu Brasil kalah telak 1-7.

"Kemenangan dari Jerman sekaligus balas dendam atas kekalahan itu. Dulu saya nonton pertandingannya di Brasil," sambungnya.

 

Berita Terkait