Bhayangkara FC Bertabur Pemain Berlabel Timnas Indonesia di BRI Liga 1, Paul Munster: Ini yang Saya Inginkan

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 30 Agu 2021, 12:00 WIB
Evan Dimas - Pemain langganan Timnas Indonesia ini tak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Gelandang yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim 2017 ini memiliki nilai pasar mencapai Rp5,65 miliar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Tangerang - Bhayangkara FC tidak seglamor Persija Jakarta, Persib Bandung, atau Bali United di BRI Liga 1 2021/2022. Namun, tim berjulukan The Guardian itu punya kelebihan yang kurang mendapatkan atensi dari banyak orang.

Skuad Bhayangkara FC untuk BRI Liga 1 begitu komplet. The Guardian punya pemain berlabel Timnas Indonesia di setiap posisi.

Advertisement

Ketika mengalahkan Persiraja Banda Aceh 2-1 pada pekan pertama BRI Liga 1 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/8/2021), misalnya. Lima pemain yang pernah dipanggil Timnas Indonesia dalam dua tahun belakangan menghuni starting eleven Bhayangkara FC.

Kelima pemain itu adalah Dendy Sulistyawan, Hansamu Yama, Awan Setho, Sani Rizki, dan Wahyu Subo Seto.

"Ini skuad yang saya inginkan. Saya ingin mengarungi kompetisi dengan skuad yang bagus dan yang jadi catatan adalah saya tidak pernah mau ada yang namanya pemain bintang," kata Munster pada konferensi pers setelah pertandingan.

2 dari 3 halaman

Masih Punya Banyak Pemain dengan Atribut Timnas Indonesia

Bhayangkara FC menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Minggu (29/8) malam WIB. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Masih di partai itu, Munster sampai mencadangkan empat pemain berlevel Timnas Indonesia saking kompetitifnya persaingan di Bhayangkara FC.

Kelimanya yaitu Evan Dimas, Adam Alis, Andik Vermansah, Putu Gede, dan Osas Saha.

Kecauli Putu Ged dan Osas Saha, ketiga pemain di atas bermain sebagai pengganti ketika Bhayangkara FC mengatasi perlawanan Persiraja.

Selain nama-nama di atas, Bhayangkara FC masih punya Ruben Sanadi dan T.M. Ichsan yang tidak masuk skuad kontra Persiraja, sebagai pemain dengan atribut Timnas Indonesia selama dua tahun terakhir.

"Saya tidak peduli namanya. Yang penting semuanya bekerja untuk tim. Karena yang dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi bukan hanya starting eleven, tapi satu skuad penuh," jelas Munster.

3 dari 3 halaman

Pemain Asing Papan Atas

Striker Persija Jakarta, Marko Simic (kanan) saling dorong dengan striker Bhayangkara Solo FC, Ezechiel N'Douassel, pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Persija Menang dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain itu, Bhayangkara FC juga bermaterikan empat pemain asing kelas satu di BRI Liga 1. Ezechiel N'Douassel adalah bomber paket lengkap.

Ezechiel punya semua kemampuan sebagai striker maut, mulai dari mencetak gol, beradu kecepatan, menggocek lawan, hingga berduel udara.

Eze, karibnya disapa, adalah pahlawan kemenangan Bhayangkara FC atas Persiraja. Pemain berusia 33 tahun itu mendulang brace untuk The Guardian.

Ezechiel ditopang oleh Renan Silva, playmaker asal Brasil yang berstatus pemain terbaik Liga 1 2019. Keduanya juga mendapatkan dukungan dari Lee Yoo-joon.

Gelandang asal Korea Selatan itu telah membela Bhayangkara FC sejak 2016. Lee Yoo-joon punya kelebihan sebagai pemain yang fasih mengatur tempo permainan.

Di lini belakang, Bhayangkara FC memiliki tembok tangguh yang juga produktif dalam mecetak gol yaitu Anderson Salles. Palang pintu asal Brasil ini merupakan bek tersubur di Liga 1 2019 dengan tujuh gol.

"Skuad yang kami punya sekarang adalah skuad yang bagus. Di dalamnya ada kompetisi untuk mengisi posisi starting eleven yang sehat. Kalau performa di latihan tidak bagus, mereka tidak akan main bermain," ungkap Munster.

Berita Terkait