Distribusi Vaksin COVID-19 Harus Seimbang dengan Ajakan Vaksinasi

oleh Hanif Sri Yulianto diperbarui 30 Agu 2021, 22:40 WIB
Ilustrasi vaksinasi di Indonesia. (Liputan6.com / Triyasni)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus meningkatkan distribusi vaksin COVID-19 demi mempercepat herd immunity. Namun, distribusi vaksin COVID-19 harus diimbangi dengan ajakan masyarakat agar mau melakukan vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksin COVID-19 juga akan dikirim ke seluruh Indonesia. Untuk pengirimannya, akan ada sejumlah pertimbangan teknis dalam proses distribusi.

Advertisement

"Meski demikian, bukan berarti distribusi tidak sampai ke berbagai penjuru Indonesia. Upaya itu perlu diimbangi dengan terus mengajak masyarakat agar mau divaksinasi," kata Nadia dalam webinar Perkembangan Terkini Vaksin COVID-19 di Indonesia, Sabtu (28/8/2021).

Satu di antara faktor yang menjadi pertimbangan adalah cara penyimpanan vaksin COVID-19 jenis tertentu. Sebagian vaksin yang dipesan, seperti Pfizer dan Moderna, harus disimpan dalam suhu beku ekstrem.

Bahkan vaksin Pfizer harus disimpan dalam suhu sampai -80 derajat Celsius. Kemenkes pun sedang berupaya membeli tempat penyimpanan suhu, Ultra Temperature Cold Chain (UCC) untuk vaksin berbasis mRNA, termasuk Pfizer.

"Jika tidak (disimpan dalam suhu ekstrem), vaksin akan rusak dan berkurang kualitas dan khasiatnya," lanjut Nadia.

Selain itu, vaksin yang telah didistribusikan juga harus segera digunakan oleh masing-masing daerah.

"Pastikan penggunaan vaksin sesuai dengan kaidah penggunaan masing-masing jenis vaksin," pesan Nadia

Tak lupa, masyarakat diminta untuk segera melakukan vaksinasi apabila stok vaksin telah tersedia di daerah mereka.