Kenapa Pesepak Bola Sering Bertukar Jersey? Ini Penjelasannya

Lantas, sejak kapan dan kenapa tradisi bertukar jersey dilakukan oleh para pelaku lapangan hijau?

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 06 Oktober 2021, 09:45 WIB
Pemain Argentina, Lionel Messi bertukar jersey dengan Luis Suarez (kanan) usai laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Montevideo, Uruguay, (31/8/2017). Argentina bermain imbang 0-0. (AP/Natacha Pisarenko)

Bola.com, Jakarta - Bertukar jersey sudah menjadi ciri khas selepas pertandingan sepak bola. Lantas, sejak kapan dan kenapa tradisi tersebut dilakukan oleh para pelaku lapangan hijau?

Seperti dilansir FIFA, tradisi bertukar jersey pada akhir pertandingan atau juga babak pertama di awali pada 1931. Ketika itu, Timnas Prancis bersua Inggris dalam laga uji coba di Stadion Colombes.

Advertisement

Dalam pertandingan tersebut, Les Blues berhasil membungkam Inggris dengan skor 5-2. Bagi Timnas Prancis, itu adalah kemenangan perdana atas Tim Tiga Singa.

Demi merayakan pencapaian tersebut, pemain Prancis mengajak skuad Inggris untuk bertukar jersey. Ajakan itu pun mendapat sambutan positif dari pemain The Three Lions.

Sejak saat itu, bertukar jersey menjadi sebuah tradisi pasca-pertandingan sepak bola. Sudah ada ratusan atau bahkan ribuan pesepak bola yang saling bertukar jersey di seluruh dunia.

 


Bertukar Jersey di Piala Dunia

Pele (tengah) bersama Tostao (kiri) dan Jairzinho (kanan) menjadi andalan Brasil pada Piala Dunia 1970. (dok. Sportskeeda)

Sementara itu, tradisi bertukar jersey di Piala Dunia pertama kali terjadi pada 1954 di Swiss. Sejak saat itu, bertukar seragam tempur menjadi sesuatu yang sering terjadi di laga-laga resmi, baik Piala Dunia, final Liga Champions, ataupun duel seru lainnya.

Adapun satu di antara tradisi bertukar jersey yang paling dikenang adalah di Piala Dunia 1970. Ketika itu, Timnas Brasil berhadapan dengan Inggris pada laga Grup C.

Selepas laga, Pele yang merupakan bintang Brasil bertukar kostum dengan kapten Inggris, Bobby Moore. Pada pertandingan tersebut, Timnas Brasil keluar sebagai pemenang berkat gol Jairzinho menit ke-60.

 


Rasa Hormat

Neymar bertukar jersey dengan pemain Borussia Moenchengladbach, Raffael usai laga grup C Liga Champions di Borussia Park, Jerman (Kamis (29/9/2016) dini hari WIB. (AP/Michael Probst)

Lantas, apa yang membuat para pesepak bola bertukar jersey selepas pertandingan? Padahal, jersey yang diminta untuk bertukar telah basah dengan keringat, kotor, dan juga berbau.

Seperti dilansir FIFA, bertukar jersey merupakan sebagai bentuk rasa hormat dan persahabatan. Setelah berjibaku, berduel, dan saling bersaing selama 90 menit, bertukar jersey adalah penghormatan kepada lawan yang dihadapi.

Selain itu, memiliki jersey pemain favorit atau pun megabintang merupakan sebuah kebanggan. Seperti yang dialami oleh Pele. Ketika bermain bersama New York Cosmos, Pele menyiapkan 25 sampai 30 jersey dalam setiap laga untuk mengakomodasi semua permintaan bertukar kostum.

Tak hanya itu, ada juga pemain yang mengumpulkan jersey lawan sebagai kenang-kenangan perjalanan karier, sebagai hadiah untuk kerabat, atau juga penggalangan dana.

Sumber: Yahoo, FIFA

Berita Terkait