Kylian Mbappe Bikin Masalah Lagi, Terlalu Jujur Malah Bisa Blunder Nih

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 07 Okt 2021, 09:58 WIB
Striker Prancis, Kylian Mbappe, melewati pemain Belgia pada laga semifinal Piala Dunia di Stadion St Petersburg, Selasa (10/7/2018). Prancis menang 1-0 atas Belgia. (AP/David Vincent)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Terakhir, ia kembali mengeluarkan pernyataan yang membuat publik mengerutkan kening. Kali ini terkait suasana yang ada di dalam Timnas Prancis.

ESPN menulis, Kylian Mbappe dianggap terlalu jujur, sehingga membuat kisruh yang mungkin tak terpikirkan olehnya. Contoh teraktual tatkala pemuda berusia 22 tahun ini diwawancarai L'Equipe beberapa waktu lalu.

Advertisement

Mbappe mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana situasi Timnas Prancis di base camp. Selain itu, Mbappe juga diminta menjelaskan suasana hatinya sekarang. Tanpa dinyana, striker Paris Saint-Germain (PSG) ini menjawab, "Suasana dinamis kurang positif," katanya.

Setelah pernyataan itu keluar, banyak pihak memrediksi apa maksud sebenarnya dari ucapan Kylian Mbappe. Sebagian besar berpendapat, kalimat tersebut memiliki kesamaan frase dengan 'suasana negatif'. Artinya, Timnas Prancis sedang berada dalam situasi tak kondusif.

 

2 dari 3 halaman

Merunut Performa

Penyerang PSG, Kylian Mbappe berusaha melewati pemain Manchester City, Rodrigo pada pertandingan grup A Liga Champions di Parc des Princes di Paris, Rabu (29/9/2021). Dengan hasil ini, PSG berada di posisi pertama klasemen dengan 4 poin. (AP Photo/Michel Euler)

Jika merunut pada performa, Timnas Prancis mengalami kemunduran setelah menjadi jawara Piala Dunia 2018. Mereka tak berdaya di pentas Euro 2020. Kini, mereka sedang berusaha untuk menggapai final UEFA Nations League.

Sebelumnya, Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps banyak mendapat kritikan tajam setelah kegagalan di panggung Euro 2020. Bagi masyarakat Prancis, kekalahan via adu penalti kontra Swiss setelah sempat unggul 3-1 sampai menit ke-81, menjadi tamparan keras.

Padahal, dua tahun sebelumnya, Deschamps mendapat sambutan meriah setelah membawa Prancis berjaya di Rusia 2018. Pasang surut Deschamps bersama Timnas Prancis memang menjadi catatan, termasuk kegagalan menjadi juara Euro 2016 di rumah sendiri.

"Kami butuh menemukan sebuah warna kolektivitas yang baru dan penampilan yang lebih baik, karena sekarang kami tak terlalu bagus. Hasil di Piala Dunia 2018 dan Euro 2020 memberi gambaran itu," jelas Kylian Mbappe.

 

3 dari 3 halaman

Kewajiban Prancis

Kylian Mbappe merupakan wonderkid Timnas Prancis kala menjuarai Piala Dunia 2018 di umurnya yang masih menginjak 22 tahun. Saat ini, dirinya telah menjadi pemain termahal kedua setelah rekan setimnya, Neymar. Penampilan gemilangnya di PSG juga tak terusik dengan kedatangan Messi. (AFP/Loic Venance)

Komentar tersebut mencerminkan kewajiban Prancis untuk tampil konsisten. Langkah pertama adalah berusaha melewati Belgia malam ini, dan akan bersua Spanyol di final UEFA Nations League.

Momen tersebut akan tersambung ke langkah Prancis ke Piala Dunia 2022, yang tergolong mudah. Satu catatan, sebelum kemenangan kontra Finlandia dengan skor 2-0, bulan lalu, Prancis mengoleksi lima hasil seri.

"Sebelumnya, lawan harus bergerak secepat mungkin untuk mencetak ke gawang Prancis. Tapi sekarang, kami yang justru kebobolan banyak gol," ungkap Mbappe. Belum ada reaksi dari manajemen Timnas Prancis terkait ragam komentar sang striker. Satu yang pasti, nama Kylian Mbappe akan menjadi bahan hangat di meja diskusi.

Sumber : ESPN, L'Equipe

Berita Terkait