Jokowi dan Pemimpin Negara di G20 Targetkan 70 Persen Penduduk Dunia Tervaksinasi pada Petengahan 2022

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 31 Okt 2021, 19:59 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bola.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo dan para pemimpin negara di G20 sepakat untuk mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) penduduk dunia. Mereka menargetkan 70 persen masyarakat dunia telah tervaksinasi COVID-19 pada pertengahan 2022.

Misi tersebut diungkap pada Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). Para pemimpin dunia membahas upaya bersama keluar dari krisis akibat pandemi COVID-19 berupa kesehatan maupun ekonomi.

Advertisement

Para pemimpin dunia sepakat tentang pentingnya mencapai strategi global vaksinasi yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejauh ini, vaksinasi di seluruh dunia terbilang masih rendah karena belum merata di masing-masing negara.

"Para leader menyampaikan pandangan perlunya melakukan vaksinasi 40 persen pada akhir 2021. Kemudian sudah mencapai 70 persen pada pertengahan 2022," kara Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang hadir mendampingi Presiden Jokowi di KTT G20.

"Ini sebenarnya adalah strategi global yang diberikan WHO yang didukung oleh para leader dari G20," tegas Retno Marsudi.

Kementerian Kesehatan melaporkan adanya penambahan 1.222.961 jiwa masyarakat Indonesia yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap sehingga kini jumlahnya mencapai 73.290.688 jiwa. Sementara itu, untuk masyarakat baru mendapatkan satu dosis vaksinasi bertambah 1.462.704 jiwa.

2 dari 3 halaman

Optimalkan Peran

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat pelaksanaan vaksinasi di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021). Situs covid-19.go.id mencatat, vaksinasi COVID-19 di Indonesia mencapai 32,1 persen dari total jumlah sasaran 208 juta jiwa. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Presiden Jokowi juga mengajak para pemimpin dunia untuk mengoptimalkan peran G20 dalam mendukung pemulihan dunia akibat COVID-19. Contohnya adalah membuat mekanisme penggalangan sumber daya kesehatan global dan menyusul protokol kesehatan global untuk aktivitas lintas negara.

"Mengoptimalkan peran G20 dalam upaya mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin. Kemudian obat-obatan dan alat kesehatan esensia," ucap Retno Marsudi.

"Pada saat ini, terbentuk pandangan bersama di antara para pemimpin keadaan ini belum usai. Ekonomi dunia masih belum bangkit kembali," tegas Retno Marsudi.

3 dari 3 halaman

Angka COVID-19 di Indonesia

Warga menjalani "swab test" di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Rabu (7/10/2020). Pemerintah menetapkan harga batas tes usap alias tes swab melalui PCR untuk mendeteksi Covid-19 agar mendorong masyarakat melakukan tes secara mandiri. (merdeka.com/Imam Buhori)

Satgas COVID-19 mencatat adanya penambahan 523 kasus positif di seluruh Indonesia per Minggu (31/10/2021). Jumlah tersebut membuat angka penyebaran COVID-19 di Indonesia terkonfirmasi mencapai 4.244.358 kasus.

Sementara itu, terjadi penambahan 497 orang yang sembuh dari COVID-19. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang sembuh akibat COVID-19 di Indonesia mencapai 4.088.635 orang.

Terjadi penambahan jumlah pula pada kasus meninggal dunia akibat COVID-19. Terdapat penambahan 17 kasus kematian yang membuat sudah 143.405 masyarakat Indonesia yang meninggal akibat COVID-19.