BRI Liga 1: Bhayangkara FC Main Imbang dengan PSIS, Paul Munster Malu dengan Kinerja Wasit di Indonesia

oleh Hery Kurniawan diperbarui 27 Nov 2021, 00:31 WIB
Pemain Bhayangkara FC, Lee Yujun (kiri) mendapatkan kartu merah dari wasit Aprisman Aranda saat laga pekan ke-14 BRI Liga 1 2021/2022 antara Bhayangkara FC melawan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (26/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Sleman - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, kembali bersuara soal buruknya kualitas wasit di sepak bola Indonesia. Terbaru, pelatih asal Irlandia Utara itu melontarkan kekecewaan itu setelah tim asuhannya hanya bisa bermain imbang 0-0 saat melawan PSIS Semarang pada laga pekan ke-14 BRI Liga 1 2021/2022, Jumat (26/11/2021) malam.

Ada satu kejadian yang disoroti Munster. Kejadian itu adalah saat gelandang andalan Bhayangkara FC, Lee Yujun, mendapatkan kartu merah pada menit ke-77. Lee Yujun mendapatkan kartu merah setelah mengalami insiden dengan gelandang PSIS Semarang, Finky Pasamba.

Advertisement

Menurut Paul Munster, jika wasit memberikan kartu merah kepada Yujun, harusnya Pasamba juga mendapatkan perlakuan serupa. Sebab, menurut Munster, Pasamba yang menjadi pemicu pertama insiden tersebut.

“Banyak kejadian janggal yang belakangan ini merugikan kami. Seharusnya pemain PSIS juga kena kartu merah karena dia memukul Lee lebih dulu,” kata Munster dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

Munster kemudian menyatakan dirinya merasa malu dengan kondisi wasit di sepak bola Indonesia, bahkan di level tertinggi seperti BRI Liga 1. Menurut pelatih asal Irlandia Utara itu, PSSI selaku federasi sepak bola di Indonesia juga seakan diam dengan banyaknya kejadian memalukan yang melibatkan perangkat pertandingan.

“Setiap hari saya lihat di Instagram banyak sekali kejadian salah ambil keputusan dari wasit dan asisten wasit. Saya sebagai pelatih merasa malu dengan situasi ini. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini, dalam setiap pertandingan selalu ada kesalahan dari perangkat pertandingan,” lanjut pelatih Bhayangkara FC itu.

2 dari 3 halaman

Sepak bola Indonesia Susah Berkembang

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Paul Muster menyatakan jika hal-hal fundamental seperti kualitas perangkat pertandingan yang tidak bisa ditingkatkan, akan sulit melihat sepak bola Indonesia bisa berkembang. Sebab, Indonesia selalu berhadapan dengan masalah serupa dan terus berulang di setiap musim kompetisi.

“Saya di sini sudah dua tahun lebih. Saya tidak mendapatkan jawaban apapun soal hal itu dari PSSI. Kejadian itu masih terulang. Tidak ada tindakan yang jelas agar perangkat pertandingan bisa lebih baik," ujar Paul Munster.

"Setiap tim dipaksa untuk move on ke laga selanjutnya tanpa ada solusi. Jadi bagaimana level Liga Indonesia bisa meningkat,” keluh sosok yang pernah menukangi Timnas Vanuatu itu.

Kendati hanya bisa meraih hasil imbang tanpa gol melawan PSIS Semarang, Bhayangkara FC masih ada di puncak klasemen sementara BRI Liga 1 musim ini. Bhayangkara FC punya 30 poin dari 14 laga dan unggul dua poin dari Persib Bandung yang menempati urutan kedua.

3 dari 3 halaman

Posisi Bhayangkara FC di BRI Liga 1

Berita Terkait