Macan-Macan Tua yang Masih Mengaum Keras di Liga 2 2021: Beto Goncalves dan Cristian Gonzales Masih Tajam

oleh Gatot Susetyo diperbarui 31 Des 2021, 05:45 WIB
Persis Solo sukses meraih kemenangan di laga pembuka Liga 2 musim 2021/2022 melawan PSG Pati. Dua gol Persis Solo diciptakan oleh Beto Goncalves pada menit ke-19 dan Eky Taufik pada menit ke-22. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Pentas Liga 2 2021 jadi ajang unjuk kebolehan bagi pemain-pemain gaek yang terpinggirkan dari gebyar BRI Liga 1 2021. Kendati begitu, macan-macan tua itu belum benar-benar ompong. Mereka masih mampu mengaum keras dan membawa tim yang dibelanya meraih prestasi tertinggi musim ini.

Tiga klub Sultan di Liga 2 2021, seperti Persis Solo, RANS Cilegon FC, dan Martapura Dewa United, paling banyak dihuni pemain senior.

Advertisement

Meski pemain itu tak muda lagi, namun punya peran penting dalam tim. Trio klub Sultan itu pula yang mampu memberi gaji besar dan fasilitas bagus kepada pemain-pemain uzur tersebut.

Kendati telah termakan usia, nilai tawar mereka masih tinggi di mata pemilik klub. Tengok saja peran sentral Fabiano Beltrame dan Beto Goncalves di tubuh Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo.

Kedua pemain naturalisasi asal Brasil ini masing-masing mencetak gol penentu Persis promosi ke Liga 1 musim depan saat menjinakkan Dewa United 2-1 di semifinal Liga 2 2021. Senioritas pula jadi alasan pelatih Persis, Eko Purdjianto menunjuk Beto Goncalves sebagai kapten tim.

 

2 dari 2 halaman

Ada Hamka Hamzah, Cristian Gonzales, Herman Dzumafo

Pemain Rans Cilegon FC, Cristian Gonzales melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga timnya ke gawang PSIM Yogyakarta dalam laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selain itu, ada beberapa sosok yang juga termasuk uzur di skuad RANS Cilegon FC. Hamka Hamzah dan Cristian Gonzales sangat vital perannya di klub Liga 2 2021 yang dimiliki Raffi Ahmad itu.

Sejak Raffi membeli klub Cilegon United, Hamka Hamzah memang langsung dinobatkan sebagai manajer tim sekaligus kapten dalam permainan.

Setali tiga uang dilakukan Dewa United. Sosok Herman Dzumafo menjadi gacoan utama di lini depan. Gerakan pemain naturalisasi ini memang sudah tidak selincah dulu, tapi skill dan pengalamannya tak mampu diimbangi pemain dari klub lain.