Valentino Rossi: Saya yang Terkuat Periode 2001-2005

oleh Hendry Wibowo diperbarui 04 Jan 2022, 22:00 WIB
Valentino Rossi memenangi persaingan dengan Carlos Checa pada MotoGP Brasil 2001. (Motorsport)

Bola.com, Jakarta - Valentino Rossi merupakan salah satu pembalap dengan rejam jejak mentereng di Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Bukan hanya prestasi yang sukses menorehkan sembilan titel juara dunia, Valentino Rossi turut membantu MotoGP dikenal di seantero dunia.

Advertisement

Baru-baru ini, Valentino Rossi menyebut dirinya bahkan sempat berstatus tidak terkalahkan. "Saya pikir, saya yang terkuat dari 2001 hingga 2005," kata pembalap asal Italia itu.

Periode 2001-2005 memang momen fantastis untuk seorang Valentino Rossi. Dia merasakan titel juara dunia lima musim berturut-turut.

Usai tahun 2005, ia mulai mendapat lawan kuat di dalam diri Jorge Lorenzo plus Casey Stoner. Rossi pun gagal juara dunia musim 2006-2007 dan baru merasakannya lagi tahun 2008-2009.

2 dari 2 halaman

3 Gelar Paling Spesial

Ini merupakan sesi kualifikasi terakhir Valentino Rossi pada ajang MotoGP. Selepas MotoGP Valencia, ia bakal pensiun. (AFP/Jose Jordan)

Valentino Rossi pun membeberkan tiga gelar juara paling spesial dari total sembilan miliknya.

"Ada tiga musim yang tak terlupakan yang telah menentukan karir saya. Ketiga kejuaraan ini adalah yang paling penting dalam karir saya," ujar Valentino Rossi.

Titel pertama yang paling spesial adalah tahun 2001, di mana kala itu ia menahbiskan diri sebagai raja di kelas 500cc. Untuk diketahui musim 2002 merupakan dimulainya era kelas MotoGP.

Lalu dua gelar lainnya yang spesial buat Valentino Rossi yaitu MotoGP 2004 dan 2008.

"Kemudian pada tahun 2004, ketika saya memenangkan gelar bersama Yamaha di tahun pertama," ujar Valentino Rossi.

"Dan kemudian pada tahun 2008, ketika saya sudah sedikit lebih tua. Kemudian, setelah lima gelar (2001-2005) berturut-turut, saya tidak menang selama dua tahun," lanjutnya.

Valentino Rossi nyaris menambah titel juara dunia sebelum pensiun penghujung MotoGP 2021. Salah satunya musim 2015. Saat itu ia harus kalah dari Jorge Lorenzo dan baru lengser dari puncak klasemen pada seri terakhir.

Sumber: Corsedimoto 

Berita Terkait