BRI Liga 1: Pelatih Borneo FC Minta Aturan Wajib PCR Sebelum Laga Dipertimbangkan Kembali

oleh Hery Kurniawan diperbarui 19 Feb 2022, 22:30 WIB
Pelatih Borneo FC, Fakhri Husaini, sedasaat memimpin latihan terakhir jelang laga melawan PSM Makassar di BRI Liga 1. (Bola.com/Nandang Permana)

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 memang berbeda dari gelaran Liga Indonesia di musim-musim ini. Di musim ini, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air itu digelar di tengah kondisi Pandemi COVID-19.

Banyak perubahan yang terjadi dari penyelenggaraan BRI Liga 1 2021/2022. Mulai dari penonton yang tidak boleh hadir di stadion, penggunaan sistem series, penerapan kebijakan bubble kepada para pemain, dan juga tes COVID-19 yang wajib dijalani para pemain dan pihak yang terkait dalam pertandingan.

Advertisement

Rupanya aturan yang terakhir itu dikeluhkan oleh pelatih Borneo FC, Fakhri Husaini. Fakhri merasa tes COVID-19 memang sebuah hal yang ilmiah. Namun, ia merasa kebijakan itu bisa ditinjau ulang.

Sebab, menurut pengalamannya di Borneo FC, para pemain yang memiliki hasil tes positif justru tidak memiliki gejala sama sekali.

"Ya mohon di pertimbangkan kembali lah pengalaman kami semua pemain yang terindikasi positif itu tidak ada gejala sama sekali," ujar Fakhri dalam sesi jumpa pers virtual jelang laga kontra PSS Sleman, Sabtu (19/2/2022) siang.

"Kadang-kadang kalau misalnya ada gejala pun tentu pelatih tidak memainkan mereka," lanjut Fakhri.

 

 

2 dari 4 halaman

Ganggu Persiapan

Pemain Borneo FC, Wildansyah melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (10/2/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, penerapan kebijakan tes COVID-19 yang biasanya dilakukan sehari jelang pertandingan BRI Liga 1 itu sangat mengganggu persiapan setiap klub. Sebab, hasil tes tersebut biasanya keluar di malam hari.

Di kondisi seperti itu pelatih menurut Fakhri tidak bisa berbuat banyak. Apalagi jika dalam hasil tes yang keluar diketahui ada banyak pemain Borneo FC yang terindikasi positif COVID-19.

"Musuhnya pelatih ini bukan hanya pemain yang cedera, tapi tes PCR. Tiba-tiba ada empat sampai lima orang pemain yang positif sebelum laga ini tentu mengganggu persiapan sebuah tim, bukan hanya kami saja tapi tim yang lain juga," kata Fakhri.

"Harusnya bisa menjadi pertimbanan juga ternyata pemain yang positif itu tidak gejala sama sekali. Munculnya malam hasil itu, tidak ada kesempatan lagi untuk mengganti pemain," tandas sosok yang kerap mengenakan topi itu.

3 dari 4 halaman

Beri Perubahan

Liga 1 - Ilustrasi Logo Borneo FC Samarinda BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Fakhri Husaini ditunjuk sebagai pelatih Borneo FC sejak 22 Januari 2022 lalu. Ia menggantikan posisi Risto Vidakovic yang mundur beberapa pekan sebelumnya.

Fakhri pun bisa memberikan perubahan di tubuh tim berjuluk Pesut Etam itu. Secara permainan, banyak yang menilai Borneo FC dibawah asuhan Fakhri bisa tampil lebih atraktif dan efektif.

Hal itu terlihat dari posisi Borneo FC kini di tabel klasemen sementara. Saat ini, Hendro Siswanto dan kolega menempati posisi enam klasemen sementara.

Borneo FC mengumpulkan 38 poin dari 25 pertandingan. Mereka hanya tertinggal tujuh poin saja dari Persebaya Surabaya yang menempati posisi kelima klasemen sementara.

4 dari 4 halaman

Di Mana Posisi Borneo FC Saat Ini?

Berita Terkait