Liga Inggris: MU Dipermalukan Man City, Trio Legenda The Red Devils Langsung Bereaksi

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 07 Mar 2022, 10:45 WIB
Duel udara terjadi kala Manchester City menjamu Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris 2021/2022 di Etihad Stadium, Minggu (6/3/2022). (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Trio legenda Manchester United (MU), Roy Keane, Gary Neville, dan Peter Schmeichel, langsung berkomentar setelah melihat bagaimana tim yang pernah dibelanya kalah begitu telak, 1-4 dari Man City dalam derbi Manchester pada pekan ke-28 Premier League yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (6/3/2022) malam. Ketiganya tak habis pikir dengan performa yang diperlihatkan tim asuhan Ralf Rangnick itu.

Gawang MU yang dikawal oleh David De Gea langsung bobol saat laga baru berjalan lima menit. Kevin De Bruyne menjadi sosok yang membuka keunggulan Man City dalam pertandingan ini.

Advertisement

Kedudukan sempat disamakan menjadi 1-1 oleh Jadon Sancho pada menit ke-22, tapi Kevin De Bruyne lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi MU. Golnya pada menit ke-28 membuat The Citizens unggul 2-1 dan bertahan hingga 45 menit pertama berakhir.

Tertinggal satu gol saat memulai babak kedua, MU diharapkan bisa bangkit dan menyamakan kedudukan lagi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Man City berhasil menambah dua gol lewat Riyad Mahrez pada menit ke-68 dan 90'.

Pada akhirnya, MU pun harus pulang dari Etihad Stadium dengan rasa kecewa dan malu karena kekalahan telak 1-4 yang mereka rasakan dari tetangga sekaligus rival mereka. Trio legenda The Red Devils pun langsung bereaksi dengan kekalahan telak tersebut.

 

2 dari 5 halaman

Memalukan

Gary Neville. (AFP/Andrew Yates)

Satu di antara tiga legenda MU yang angkat bicara adalah Gary Neville. Kepada Sky Sports, mantan bek kanan dan kapten MU ini memuji Man City dan menyebut para pemain MU bermain memalukan pada 25 menit terakhir pertandingan.

"Pertama yang perlu saya katakan adalah City benar-benar luar biasa, terutama di babak kedua," ujar Gary Neville kepada Sky Sports.

"Manchester United terlihat bersemangat pada babak pertama, tapi mereka menyelesaikan pertandingan benar-benar seperti dimandikan. Mereka tampil memalukan dalam 25 menit terakhir."

"Ini adalah kali pertama Ralf Rangnick menghadapi tim yang tepat, dan mereka (MU telah mendapatkan perlakuan yang tepat," tegasnya.

 

3 dari 5 halaman

Banyak Pemain Tidak Peduli

Peter Schmeichel. (AFP/Scanpix Denmark/Keld Navntoft)

 

Mantan kiper MU, Peter Schmeichel, menyoroti penurunan performa yang diperlihatkan pasukan The Red Devils pada babak kedua. Mantan kiper Timnas Denmark itu bahkan menyebut para pemain MU tampil tidak bagus, atau bahkan tidak peduli dengan penampilannya sendiri, terutama mereka yang memang ingin pergi dari Old Trafford pada akhir musim nanti.

"Saya pikir Rangnick seharusnya mengubah keadaan saat jeda antarbabak. Dia mungkin telah mengutarakan kata-katanya, tapi babak kedua justru lebih buruk. Tak ada gunanya MU dalam pertandingan itu," tegas Schmeichel.

"Terlalu banyak pemain yang tampil tidak cukup baik, atau tidak cukup peduli. Menjadi manajer interim berarti dia tidak bisa berbuat banyak. Dia tahu tidak akan lama berada di sana, jadi apa yang bisa dia ubah?"

"Ada pemain yang kontraknya hampir habis. Pogba menjadi starter, sebuah tanda tanya besar apakah ia memang akan bertahan. Lingard disebut-sebut tidak ingin berada di sana," lanjutnya.

Seperti halnya Neville, Schmeichel pun memuji Man City dengan mengatakan, "Man City memperlihatkan, bahwa dalam keadaan sulit sekali pun, mereka tetap yang terbaik di negara ini."

 

4 dari 5 halaman

Tidak Bisa Dimaafkan

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Sementara itu, mantan kapten sekaligus gelandang MU, Roy Keane, menyebut kekalahan yang dialami The Red Devils dari Man City ini adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan.

Menurutnya, wajar jika sebuah tim kalah dalam pertandingan. Namun, melihat bagaimana penampilan para pemain MU yang terkesan tidak mau berjuang, Roy Keane benar-benar marah.

"MU menyerah dalam derbi, dalam pertandingan apa pun, itu tidak bisa dimaafkan," tegas Roy Keane kepada Sky Sports.

"Saya bisa memaafkan kesalahan, tapi dengan tidak berlari, tidak mencoba melakukan tekel, ada pemain-pemain yang seharusnya tidak lagi bermain untuk MU," tegasnya.

Menurut Roy Keane, kekalahan adalah hal yang biasa dalam sepak bola. Namun, yang menjadi masalah baginya setelah melihat MU kalah dari City adalah tidak terlihat ada rasa bangga dari pemain MU bisa bermain untuk klub besar tersebut.

"Tidak ada tempat untuk bersembunyi di olahraga level tinggi. Semua pernah kalah dalam pertandingan sepak bola, tapi yang menjadi masalah adalah cara mereka. Anda pasti berharap mereka bermain dengan rasa bangga, tapi lihatlah itu cerminan di mana tim itu ada saat ini," tegasnya.

 

Sumber: BBC Sports

5 dari 5 halaman

Posisi MU di Premier League Saat Ini

Berita Terkait