Termasuk Ole Gunnar Solskjaer, 5 Pelatih yang Menyia-nyiakan Keberadaan Cristiano Ronaldo di Timnya

oleh Aryo Atmaja diperbarui 11 Mar 2022, 08:30 WIB
Ilustrasi - Cristiano Ronaldo lesu dikelilingi, Andrea Pirlo, Ralf Rangnick, dan Rafael Benitez (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kebintangan sosok Cristiano Ronaldo di sepak bola tidak bisa dibantah lagi. Ia punya prestasi yang sangat mengagumkan dalam dunia sepak bola baik di level klub maupun Timnas Portugal.

Cristiano Ronaldo berhasil memenangkan banyak gelar dalam sepanjang kariernya sejauh ini. Ronaldo mampu memenangkan tiga gelar liga domestik di tiga negara berbeda.

Advertisement

Bintang asal Portugal tersebut juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah. Ia juga pernah mempersembahkan trofi Piala Eropa edisi 2016 untuk Portugal.

Tentunya kesuksesan Ronaldo tidak lepas dari peran pelatih. Ada banyak pelatih hebat yang pernah bekerja sama dengan pemain berjuluk CR7 tersebut.

Namun, Ronaldo juga tidak selalu mendapatkan pelatih yang bagus. Pemain berusia 37 tahun tersebut juga pernah berada di bawah asuhan pelatih yang berkinerja buruk.

Berikut ini lima pelatih terburuk yang pernah menangani Cristiano Ronaldo:

2 dari 6 halaman

Rafael Benitez

Rafael Benitez. Eks pelatih Liverpool berusia 61 tahun ini dikontrak Everton selama 3 tahun menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke Real Madrid di awal musim 2021/2022. Setelah melewati 22 laga, ia dipecat pada 16 Januari 2022 usai hanya meraih 7 kemenangan dan 5 hasil imbang. (AFP/Paul Ellis)

Rafael Benitez adalah pengganti Carlo Ancelotti di Real Madrid. Mantan pelatih Liverpool tersebut ditunjuk sebagai pelatih Los Blancos pada 3 Juni 2015.

Dibekali banyak pemain bintang, Benitez ternyata gagal mendongkrak performa Real Madrid. Pelatih asal Spanyol tersebut kabarnya juga memiliki hubungan yang tak akur dengan Cristiano Ronaldo.

Akibatnya, Benitez tidak punya kariernya yang panjang di Santiago Bernabeu. Benitez didepak dari jabatannya pada 4 Januari 2016 dan posisinya digantikan Zinedine Zidane.

3 dari 6 halaman

Paulo Bento

Pelatih Korea Selatan Paulo Bento menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Suriah pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona AFC di Stadion Al-Rashid, di Dubai, Selasa (1/2/2022). Hasil ini membuat Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. (AFP/Karim Sahib)

Paulo Bento diangkat menjadi pelatih timnas Portugal pada tahun 2010. Akan tetapi, pelatih Korea Selatan saat ini itu tidak mampu membawa timnya meraih prestasi yang bagus.

Bento harus menyerahkan jabatannya usai mengawali kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan buruk. Pada laga awal tersebut Selecao harus takluk 1-0 atas Albania.

Cristiano Ronaldo mampu bersinar dan mencetak sejumlah gol di bawah kepemimpinan Bento. Namun, Bento tidak mampu mencegah Portugal kebobolan banyak gol sehingga berujung pada pemecatannya.

4 dari 6 halaman

Maurizio Sarri

Namun petaka terjadi saat ia melatih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Meski berhasil membawa Juventus memenangkan Serie A pada musim 2019/2020 namun Sarri dipecat lantaran gagal di Liga Champions. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Maurizio Sarri berlabuh ke Juventus setelah mengundurkan diri dari Chelsea. Mantan pelatih Napoli tersebut menjadi mentor baru bagi Cristiano Ronaldo pada musim 2019/2020.

Seperti yang dilakukan pelatih sebelumnya, Sarri berhasil membawa Juventus meraih gelar Serie A. Meski mampu meraih juara, penampilan Juventus bersama Sarri dianggap tidak terlalu mengesankan.

Kegagalan di pentas Liga Champions membuat Sarri dipecat Juventus pada akhir musim. Meski mencetak banyak gol, Ronaldo tidak bisa menyelamatkan karier Sarri di Turin.

5 dari 6 halaman

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo memulai kariernya sebagai pelatih pada musim lalu untuk menukangi mantan klubnya, Juventus. Prestasi Juve sebenarnya tak terlalu buruk, namun karena gagal meraih gelar Serie A, Pemain legendaris Juventus tersebut dipecat. (AFP/Alberto Lingria)

Untuk menggantikan Maurizio Sarri, Juventus menunjuk Andrea Pirlo menjadi pelatih baru. Keputusan ini dianggap terlalu berani mengingat Pirlo belum punya pengalaman dalam dunia kepelatihan.

Juventus menjalani musim yang sulit di bawah asuhan Pirlo. Bianconeri harus kehilangan gelar Serie A untuk pertama kalinya sejak 2012 dan nyaris gagal dfinis di posisi empat besar pada akhir musim.

Cristiano Ronaldo memang tampil sangat produktif di bawah asuhan Pirlo. Meski begitu, Pirlo harus menyerahkan jabatannya dan angkat kaki dari Allianz Stadium lebih cepat.

6 dari 6 halaman

Ole Gunnar Solksjaer

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mendekati Cristiano Ronaldo pada akhir pertandingan Grup F Liga Champions melawan Atalanta di Gewiss Stadium, Bergamo, Italia, Rabu (3/10/2021) dini hari WIB. (AP Photo /Luca Bruno)

Ole Gunnar Solskjaer menyambut kedatangan Cristiano di Manchester United dengan gembira. Bintang asal Portugal tersebut diharapkan bisa membantu Solskjaer mengakhiri puasa gelar.

Akan tetapi, kehadiran Ronaldo justru membuat segalanya menjadi sulit bagi Solskjaer. Manchester United justru kerap meraih hasil yang buruk di lapangan.

Serangkaian hasil buruk itu membuat Solskjaer harus meninggalkan Old Trafford lebih cepat. Solskjaer harus angkat kaki dari Setan Merah setelah hampir tiga tahun menangani The Red Devils.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, 28/1/2022)

Berita Terkait