Apa yang Terjadi pada Persaingan BRI Liga 1 Sepanjang Februari 2022, Siapa Paling Moncer dan Merugi?

Kompetisi BRI Liga 1 2021/22 memasuki pekan-pekan krusial. Hanya tersisa lima tim yang masih berpeluang meraih supremasi tertinggi musim ini. Kelimanya yakni: Bali United, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC dan Bhayangkara FC.

BolaCom | Wahyu PratamaDiterbitkan 12 Maret 2022, 13:30 WIB
BRI Liga 1 - Ilustrasi Ilija Spasojevic, Marc Klok, Carlos Fortes, Taisei Marukawa, Ezechiel N'Douassel (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kompetisi BRI Liga 1 2021/22 memasuki pekan-pekan krusial. Hanya tersisa lima tim yang masih berpeluang meraih supremasi tertinggi musim ini. Kelimanya yakni: Bali United, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC dan Bhayangkara FC.

Pun demikian pergerakan di papan bawah yang juga mulai mengerucut ke beberapa tim saja. Persiraja Banda Aceh sudah dipastikan terdegradasi, sementara Persela Lamongan dan Persipura Jayapura menghadapi situasi sulit untuk keluar dari zona merah.

Advertisement

Namun, apa yang kita saksikan saat ini merupakan imbas dari performa tim di bulan Februari lalu. Banyak hal terjadi di bulan tersingkat itu yang memengaruhi posisi mereka di papan klasemen.

Banyak tim bermain tanpa kekuatan terbaiknya sepanjang bulan kemarin. Badai COVID-19 yang menyerang hampir seluruh klub membuat penampilan tim maksimal dan cenderung menurun.

Namun, beberapa tim BRI Liga 1 lain berhasil menjaga performa mereka mengingat kedalaman skuad mereka yang cukup dalam. Lantas, apa saja yang terjadi di bulan kasih sayang tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

 

 


Arema FC Merosot

Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) berebut bola dengan penyerang PSIS Semarang, Jonathan Zorilla saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persaingan menapaki tangga juara BRI Liga 1 2021/2022 mulai tampak sejak bulan Februari lalu. Praktis posisi lima besar hanya berputar di kelima tim yang telah disebutkan di atas. Klub lain tak pernah sanggup mendekati mereka.

Arema FC kala itu menjadi yang terdepan dengan raihan 44 poin. Klub berjuluk Singo Edan itu hanya menelan sekali kekalahan dan tak terkalahkan dalam 18 laga terakhirnya.

Tetapi peruntungan Johan Alfarizi dkk berubah di akhir Februari. Kekalahan beruntun atas Persebaya dan Persik Kediri membuat mereka turun dari singgasana klasemen.

 


Bali United Ambil Alih

Penyerang Bali United, Lerby Eliandry, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga kontra Persija Jakarta dalam pekan ke-29 BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (6/3/2022). (Bola.com/Maheswara Putra)

Saat para pesaingnya kelimpungan mempertahankan konsistensi, Bali United justru berhasil tak terkalahkan sepanjang Februari. Dalam tujuh pertandingan, mereka sanggup mengemas 19 pertandingan hasil dari enam kemenangan dan satu seri kontra PSM Makassar.

Performa hebat itu mengangkat posisi klub berjuluk Serdadu Tridatu itu di papan klasemen. Bali United yang awalnya berada di peringkat keempat, mengambil alih puncak klasemen dari tangan Arema FC.

Bahkan hingga memasuki pekan ke-30, mereka masih tetap berada di posisi teratas. Menjaga jarak dari Persib yang terus membuntuti mereka di bawahnya.

 


Ilija Spasojevic Moncer

Pemain Bali United, Ilija Spasojevic (kanan) dibayangi pemain Madura United, Jaimerson Xavier dalam laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (09/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Keberhasilan Bali United melesat ke posisi pertama tak lepas dari performa heroik Ilija Spasojevic. Pemain naturalisasi asal Montenegro itu menjadi pemain tertajam dengan torehan lima gol plus satu assist.

Kinerja menawan pemain yang akrab disapa Spaso itu juga membuatnya berada di posisi teratas daftar topskor. Hingga saat ini, pemain berusia 34 itu berhasil mencetak 20 gol dalam 29 penampilan.

Mantan pemain Bhayangkara FC itu berhasil menggungguli sejumlah penyerang hebat lain seperti Youssef Ezzejjari, Ciro Alves dan Carlos Fortes. Jika berhasil mempertahankannya, ini akan jadi pertama kalinya pemain berkewarganegaraan Indonesia menjadi topskor Liga 1.

 

 


PSM Makassar dan Persela Lamongan Paling Bobrok

Ilustrasi Persela Lamongan. (Bola.com/Nandang Permana)

PSM Makassar dan Persela Lamongan mengalami masa sulit di bulan Februari. Mereka menjadi dua tim yang tak pernah bisa meraih kemenangan selama tujuh pertandingan beruntun setelah mengemas tiga imbang dan empat kekalahan.

PSM mungkin bisa sedikit bernafas lega setelah mengumpulkan cukup banyak poin di bulan-bulan sebelumnya.

Tetapi bagi Persela, mereka semakin terbenam di zona degradasi. Setelah Persiraja Banda Aceh yang sudah dipastikan terdegradasi. Bukan tak mungkin di satu atau dua laga ke depan, kita akan melihat Persela menyusul ke kasta kedua untuk kompetisi musim depan.


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait