Analisis Pengamat: Gagal Kalahkan Bangladesh, Timnas Indonesia Kekurangan Pemain Kreatif!

oleh Hery Kurniawan diperbarui 02 Jun 2022, 18:30 WIB
Timnas Indonesia - Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Fachruddin Aryanto, Ricky Kambuaya (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia bermain imbang menghadapi Bangladesh, Rabu (1/6/2022). Laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat itu berakhir dengan skor 0-0.

Dalam laga itu, Timnas Indonesia tampil sangat dominan. Banyak peluang yang berhasil diciptakan Stefano Lilipaly dan kolega.

Advertisement

Namun, peluang yang didapat gagal berbuah gol. Entah itu ditahan kiper Bangladesh, Anisur Rahman Zico atau melenceng dari sasaran.

Pelatih Mataram Utama FC di Liga 3 2022, Erwan Hendarwanto menyebut pada laga ini, tim asuhan Shin Tae-yong sudah mengalami peningkatan. Terutama dalam hal kondisi fisik.

"Sebenarnya kalau saya lihat ada peningkatan secara kebugaran fisik, conditioning. Timnas Indonesia era Coach Shin memang fokusnya di sana," katanya kepada Bola.com.

2 dari 5 halaman

Kekurangan Pemain Kreatif

Starting line-up Timnas Indonesia berfoto sebelum dimulainya laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Namun, Timnas Indonesia menurut Erwan, sangat kekurangan pemain kreatif di lini tengah.

"Memang masih perlu waktu untuk bisa menjadi sebuah tim yang diinginkan Coach Shin. Tadi malam kita membutuhkan gelandang kreatif," sambungnya.

Eks pelatih PSIM Yogyakarta ini menyebut secara permainan, Marc Klok dan kolega sudah bermain cukup baik. Terutama di lini belakang dan di kedua pivot.

"Kalau dari sisi lini belakang dan dua pivot sudah bermain cukup bagus. Cuma ketika ada kebuntuan memang harus bisa mengubah strategi dengan memasukkan pemain gelandang yang punya naluri lebih menyerang," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Sepertiga Akhir

Laga kontra Bangladesh merupakan debut bagi Marc Klok di Timnas Indonesia senior asuhan Shin Tae-yong. Gelandang bertahan 29 tahun itu terpilih menjadi starter dan tampil sepanjang 90 menit di pertandingan tersebut. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Erwan menambahkan, kekurangan paling mencolok adalah di seperti akhir.

"Kemarin ada Marselino, mungkin Coach Shin bisa menambah tipikal pemain kreatif. Di sepertiga akhir yang bermasalah. Di awal gaya Saddil itu bisa membantu dia bisa masuk cutting inside, umpan through pass. Umpan-umpan itu perlu diperbanyak.Ya memperbaiki sistem menyerang di sepertiga akhir dan lebih banyak pemain kreator," sambungnya.

4 dari 5 halaman

Lini Depan PR Banget

Pemain Timnas Indonesia, Dimas Drajad (kiri) berusaha mengontrol bola saat melawan Bangladesh pada laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Di lini depan masih harus ditingkatkan. Absennya beberapa pemain kreatif seperti Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri menurut Erwan juga sangat berpengaruh.

"Saya lihat kemarin absennya Kambuaya sangat berpengaruh. Selama ini ia menjadi pemain yang bisa mengubah kebuntuan dengan aksi individu. Kalau ada Kambuaya mungkin hasilnya beda. Witan juga Egy juga pemain yang kreatif itu," tandas Erwan.

5 dari 5 halaman

Cedera dan Urusan Pribadi

Hingga laga usai skor 3-1 tetap bertahan dan mengantar Timnas Indonesia U-23 lolos ke semifinal dengan mengoleksi 9 poin dari 4 laga. Vietnam yang baru bertanding setelah laga Indonesia melawan Myanmar diprediksi akan dengan mudah mengalahkan Timor Leste dan lolos ke semifinal sebagai juara Grup A dengan koleksi 10 poin. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Pada laga itu, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana Vikri memang harus absen. Ricky dan Witan sama-sama baru menjalankan upacara pernikahan.

Keduanya mendapatkan izin dari tim pelatih Timnas Indonesia untuk menjalani prosesi sakral itu.

Lagipula keduanya tampaknya juga butuh waktu istirahat. Witan dan Ricky terus digunakan tenaganya sejak Piala AFF 2020.

Sementara itu, Egy Maulana Vikri masih belum sembuh benar dari cedera lutut. Cedera itu didapatkan Egy pada semifinal SEA Games 2021 lalu

Berita Terkait