Los Galacticos Grup C Piala Presiden 2022: Perpaduan Timnas Indonesia dan Juara Bertahan BRI Liga 1

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Jun 2022, 10:30 WIB
Piala Presiden 2022 - Grup C (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Grup C Piala Presiden 2022 yang berlangsung Bandung (Stadion GBLA) bisa dibilang grup neraka. Pasalnya, 4 tim yang tergabung di sana merupakan penghuni lima besar BRI Liga 1.

Seperti Bali United, Persib Bandung, Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya. Mereka akan saling menyingkirkan demi merebut dua tiket ke babak selanjutnya.

Advertisement

Jika melihat materi kontestan Grup C,  hanya Persebaya yang melakukan perombakan besar. Sedangkan tiga tim lain masih banyak mempertahankan pemain lama dan para bintangnya.

Jadi, laga penyisihan Grup C akan lebih diminati pecinta sepakbola tanah air ketimbang grup lainnya. Karena semua laga di sini serasa bigmatch.

Bagaiman jika membentuk susunan tim los galaticos yang berasal dari 4 tim di Grup C Piala Presiden 2022? Menggunakan pola 3-4-3, bisa dibilang sulit memilih pemain terbaik.

Karena banyak pemain berkualitas yang dimiliki 4 klub tersebut. Berikut los galaticos Grup C Piala Presiden 2022 versi Bola.com.

2 dari 6 halaman

Kiper

Nadeo Argawinata. Kiper berusia 31 tahun ini telah dua musim memperkuat Bali United. Karena sering dipanggil Timnas Indonesia, ia hanya tampil 17 kali di BRI Liga 1 musim ini, berbagi peran dengan Wawan Hendrawan. Ia mampu membuat 10 clean sheet musim ini. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kiper Bali United, Nadeo Argawinata layak dikedepankan. Hanya saja saat ini Nadeo masih berada di Kuwait bersama Timnas Indonesia menjalani kualifikasi Piala Asia 2023. Tapi ada kemungkinan dia bergabung di matchday terakhir atau fase selanjutnya jika Bali United lolos.

Secara postur dan reflek, mantan kiper Borneo FC ini bisa dibilang lengkap. Wajar jika saat ini dia menjadi kiper utama Timnas Indonesia. Jika melihat barisan kiper lain di Grup C, bisa dibilang semua pernah merasakan pengalaman bersama Timnas Indonesia.

Seperti Awan Setho (Bhayangkara FC), Teja Paku Alam (Persib Bandung) dan Ernando Ari (Persebaya). Tapi nama terakhir statusnya kini sama dengan Nadeo. Karena Ernando masih jadi bagian Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia.

3 dari 6 halaman

Belakang

Victor Igbonefo terbilang memiliki catatan mentereng sebagai pemain naturalisasi. Ia resmi menjadi WNI sejak 10 Oktober 2010. Namun, debutnya di Timnas Indonesia baru dimulai pada Piala Dunia 2014 dan tergabung dalam skuat Merah Putih untuk Piala AFF 2014. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Karena menggunakan formasi tiga pemain belakang, ada banyak pemain yang bisa masuk dalam skuat impian Grup C. Seperti Victor Igbonefo, William Pacheco dan Nick Kuipers.

Ketiga pemain ini berdarah asing. Hanya Igbonefo yang kini sudah mengantongi passport Indonesia. Jika ketiga pemain ini ditandemkan, rasanya sulit bagi striker lawan untuk lepas dari kawalnya. Apalagi tiga pemain tersebut tangguh dalam duel bola atas dan punya postur ideal.

Untuk Igbonedo dan Kuipers keduanya sudah memberi bukti betapa padunya mereka. Maklum, keduanya sama-sama memperkuat Persib Bandung. Sedangkan Pachecho jadi stoper yang sukses memberikan gelar juara Liga 1 untuk Bali United musim lalu.

4 dari 6 halaman

Tengah

Pemain Timnas Indonesia U-23, Ricky Kambuaya saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Lini tengah, banyak pemain  hebat di Grup C. Namun jika memilih 4 terbaik dan sesuai pola 4 gelandang, kuartet Ricky Kambuaya, Brwa Nouri, Marselino Ferdinan dan Eber Bessa tentu sangat layak. Mereka musim lalu tampil konsisten.

Ricky dan Marselino kini jadi bagian Timnas Indonesia. Itu jadi bukti mereka pemain lokal berkualitas.

Keduanya musim lalu sama-sama di Persebaya Surabaya. Tapi musim ini Ricky hengkang ke Persib Bandung. Sedangkan Brwa Nouri dan Eber Bessa, mereka jadi gelandang bertahan dan serang tim juara Bali United.

5 dari 6 halaman

Depan

Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Opsi lini depan di tim ini cukup banyak. Karena Bali United, Persib Bandung dan Bhayangkara FC masing-masing punya predator kotak penalti yang ganas.

Namun untuk posisi targetman, Ilija Spasojevic layak dapat tempat dibandingkan David da Silva dan Ezzechiel NDouassel.

Sedangkan di penyerang sayap, ada Ciro Alves yang baru pindah ke Persib Bandung dan Pribat Marga dari Bali United. Jika trisula ini main bersama, sepertinya pertahan paling bagus di Liga 1 bisa keteteran meladeninya.

Pola 3-4-3: Nadeo Argawinata (kiper); Nick Kuipers, William Pachecho, Victor Igbonefo (belakang); Ricky Kambuaya, Brwa Nouri, Marselino Ferdinan, Eber Bessa (tengah); Ciro Alves, Ilija Spasojevic, Privat Mbarga (depan).

6 dari 6 halaman

Yuk Intip Persaingan di Musim Lalu