BRI Liga 1: Arema FC Diklaim Terlalu Bermain Bertahan, Aremania Tuntut Perubahan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 26 Jul 2022, 17:30 WIB
Ketegangan masih terjadi di akhir laga antara Ahmad Nur Hardianto (kiri) dan Sergio Silva. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida kembali jadi perbincangan di kalangan suporter, Aremania. Setelah banjir pujian saat mengantarkan Arema juara Piala Presiden 2022, kini dia kembali dikritik karena start buruk di BRI Liga 1 2022/2023.

Penyebabnya kekalahan telak Arema FC dengan skor 0-3 di kandang Borneo FC dalam laga pertama BRI Liga 1 2022/2023, Minggu (24/7/2022).

Advertisement

Bahkan tagar #AlmeidaOut sempat jadi trending di twitter malam hari setelah Arema kalah di Samarinda. “Kalau mengandalkan bertahan saja, ya seperti ini risikonya,” kata Achmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.

Sebenarnya, sejak di Piala Presiden 2022, bisa dibilang Arema FC berhasil dengan sistem pertahanan yang rapi. Aremania juga banyak memberi apresiasi terhadap skema itu.

2 dari 5 halaman

Start Lambat

Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Pada awal musim atau turnamen, kritikan didapatkan Eduardo Almeida. Pelatih asal Portugal ini seperti butuh waktu untuk memanaskan mesin permainan Arema FC.

Musim lalu, dia butuh empat pertandingan awal BRI Liga 1 untuk menemukan bentuk permainan terbaik. Baru matchday kelima Singo Edan meraih kemenangan.

Di Piala Presiden 2022 kondisinya juga sama. Ahmad Alfarizi tampil kurang meyakinkan dalam empat laga awal. Meski sempat tiga kali menang di fase grup dan perempat final, Arema FC masih belum greget dan hanya menang tipis di Stadion Kanjuruhan.

3 dari 5 halaman

Harus Menunggu Sampai Matchday 5?

Striker Arema FC, Abel Camara Camara (kanan) usai gagal menjebol gawang Borneo FC yang dijaga oleh Angga Saputro. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sampai saat ini, manajemen Arema masih menaruh kepercayaan kepada Almeida. Lantaran dia sudah diikat kontrak dua musim kedepan.

Saat ini, Almeida juga terbiasa menghadapi pujian dan kritikan dari Aremania. Dia mengambil sikap tetap fokus mempersiapkan tim untuk laga selanjutnya lawan PSIS Semarang, Sabtu (30/7/2022) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

4 dari 5 halaman

Lawan Berat Berikutnya

Wasit Yudi Nurcahya harus melerai pertikaian yang terjadi antara Abel Issa Camara dan Javlon Gusyenov. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Setelah itu Singo Edan berjumpa PSS Sleman dan Bali United. Lawan yang tidak mudah. Jika melihat siklus permainan Arema yang harus menunggu sampai matchday 5, itu artinya mereka bangkit saat bertandang ke markas PSM Makassar.

Namun Aremania berharap Arema secepatnya meraih tiga poin pertama musim ini. Jika kembali menuai hasil buruk, bukan tidak mungkin tagar #AlmeidaOut bakal muncul lagi.

5 dari 5 halaman

Posisi Arema FC Saat Ini

Berita Terkait