Liga Spanyol: 3 Alasan Utama Real Madrid Mau Melepas Casemiro ke MU

Mengapa transfer Casemiro dari Real Madrid ke MU terkesan mendadak dan lancar?

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 Agustus 2022, 15:15 WIB
Carlo Ancelotti (tengah) berbicara dengan pemainnya Casemiro (kanan) dan Eder Militao setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Super Eropa antara Real Madrid dan Eintracht Frankfurt di Stadion Olimpiade Helsinki, Finlandia, Kamis (11/8/22022) dini hari WIB. Real Madrid memenangkan 2 -0. (AP/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) telah mengunci transfer gelandang asal Brasil, Casemiro, Sabtu (20/8/2022) dini hari WIB. Real Madrid punya tiga alasan utama mengapa mau merelakan kepergian pemainnya itu.

"Manchester United dengan senang hati mengumumkan bahwa klub telah mencapai kesepakatan dengan Real Madrid untuk transfer Casemiro," tulis Manchester United di situs resmi.

Advertisement

"Penyelesaian transfer tinggal menunggu kesepakatan persyaratan pribadi, persyaratan visa Inggris dan medis."

Casemiro telah memainkan lebih dari 500 pertandingan profesional, termasuk 63 kali untuk Timnas Brasil. Dia telah memenangkan 17 penghargaan utama dalam kariernya termasuk lima gelar Liga Champions dan Copa America.

Namanya melambung bersama Real Madrid dan terus menjadi pemain penting bagi raksasa Liga Spanyol tersebut. Lantas, mengapa transfer ini terkesan mendadak dan lancar?

 


Dana Besar Sulit Ditolak

Ilustrasi - Casemiro Manchester United (Bola.com/Bayu Kurniawan Santoso)

Dinukil dari Marca, Real Madrid selalu terbuka pada pemain yang ingin meninggalkan klub. Selama harganya cocok, maka pintu tak akan tertutup.

Hanya butuh lima hari bagi Real Madrid dan MU menuntaskan kesepakatan. Uang sebesar 85 juta euro tentu bukan jumlah yang sedikit.

Selain itu, Real Madrid, meski tim kaya raya, juga tak ingin nasibnya seperti Barcelona. Terlebih La Liga menerapkan regulasi finansial yang rumit.

 


Memang Sudah Direncanakan

Usai itu giliran Real Madrid yang memiliki peluang. Casemiro yang melakukan akselerasi dari tengah berhasil mendapat celah di pertahanan Inter dan melepaskan tembakan yang masih melenceng tipis di kanan gawang Samir Handanovic. (Foto: AFP/Miguel Medina)

Memasuki usia 33, Casemiro diklaim sudah tak segahar sedia kala. Lagipula, kehilangan gelandang asal Brasil tersebut sudah lama diantisipasi oleh Real Madrid.

Keberadaan Tchouameni menunjukkan betapa Real Madrid terkesan sudah menyiapkan transfer ini sejak lama. Jangan lupakan Eduardo Camavinga yang jauh lebih muda dari Casemiro.

Berbeda dengan Luka Modric yang tetap dipercaya, pemain asal Kroasia itu terlalu krusial dan terbukti belum ada yang bisa menggantikannya. Marco Asensio dan Isco saja gagal menggusur keberadaan Modric.

 


Masa Transisi? Sudah Berpengalaman

Real Madrid memiliki salah satu trio lini tengah terbaik abad ke-21 yaitu Toni Kroos, Luka Modric dan Casemiro. Selain itu, Los Blancos juga memiliki Eduardo Camavinga, Federico Valverde, Dani Ceballos, dan Isco. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Madrid punya pengalaman kehilangan pemain kunci dan melakukan transisi dengan baik. Musim lalu, Madrid tidak merasakan dampak hengkangnya Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Varane dan Ramos adalah pemain kunci Madrid untuk waktu yang lama. Mereka pindah secara bersamaan. Namun, Madrid mampu meraih gelar La Liga dan Liga Champions dengan duet Eder Militao dan David Alaba.

Hal yang sama terjadi pada kepergian Cristiano Ronaldo. Walau transfer Eden Hazard tidak berjalan mulus, Madrid perlahan mampu mengorbitkan Vinicius Junior untuk jadi pemain kunci.

Sumber: Marca


Posisi Real Madrid Saat Ini

Berita Terkait