3 Pelatih Premier League yang Perlu Mengubah Peruntungan Klubnya Pasca-Piala Dunia 2022

Setelah istirahat selama lebih kurang sebulan setelah Piala Dunia 2022, peran pelatih tentunya menjadi kunci guna mendongkrak performa skuadnya.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 27 Desember 2022, 11:30 WIB
Premier League - Ilustrasi Liga Inggris Pemain dan Pelatih Musim 2022-23 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur nyaris kalah saat bertandang ke kandang Brentford, Senin (26/12). Dalam laga lanjutan Premier League 2022/2023 itu, Spurs hanya mampu membawa pulang sebiji poin dari Gtech Community Stadium.

Sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-54, armada Antonio Conte akhirnya terhindar dari kekalahan setelah mampu menyamakan skor via Harry Kane dan Pierre Hojbjerg.

Advertisement

Hasil tak maksimal di Boxing Day ini tentunya bisa mengancam posisi Spurs dalam persaingan di empat besar klasemen sementara Premier League.

Mengemas 30 poin, Kane dan kawan-kawan masih tertahan di posisi kelima atau hanya terpaut empat angka dari Manchester United yang mengintai di posisi kelima dengan tabungan 26 poin.


Efek Piala Dunia 2022

Winger Tottenham Hotspur, Son Heung-min, berduel memperebutkan bola dengan gelandang Brentford, Christian Norgaard, pada laga pekan ke-17 Premier League di Gtech Community Stadium, Senin (26/12/2022) malam WIB. Dalam duel itu, Tottenham harus puas bermain imbang 2-2 kontra Brentford. (AFP/Ben Stansall)

Apakah hasil ini terkait kebugaran beberapa pilar yang beberapa waktu lalu tampil di Piala Dunia 2022 bersama tim nasionalnya masing-masing?

Bisa jadi. Nama-nama beken seperti Kane, Ivan Perisic, dan Son Heung-min merupakan tiga dari sekian pemain kunci Spurs yang beraksi di Qatar.

Nasib berbeda dialami pesaing Spurs. Liverpool, Arsenal, dan Newcastle United, yang pemainnya juga tampil di kenduri tertinggi empat tahunan sukses meraup tiga angka.

Yang juga menjadi sorotan tajam adalah tim-tim yang memiliki penampilan di bawah standar di paruh pertama musim.

Setelah istirahat selama lebih kurang sebulan setelah Piala Dunia 2022, peran pelatih tentunya menjadi kunci guna mendongkrak performa skuadnya.

Dilansir Sportskeeda, di bawah ini ada tiga pelatih yang seharusnya bisa memaksimalkan libur panjang untuk meracik timnya lebih solid lagi.


David Moyes

David Moyes telah berperan penting membawa West Ham United ke level yang baru. Dianggap sebagai klub papan tengah, The Hammers berhasil menjadi tim yang ditakuti di Liga Inggris. Terbukti, mereka berhasil menempati urutan keenam klasemen. (AFP/Oli Scarff)

West Ham United gagal total. Bertandang ke Emirates Stadium, Senin (26/12), mereka dipermak Arsenal 1-3.Kekalahan ini membuat The Hammers kian terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara Premier League 2022/2023 dengan tabungan 14 poin.

Apa kabar, David Moyes? Sebagai pelatih, Moyes seharusnya bisa lebih mempersiapkan pasukannya lebih baik lagi. Kekalahan beruntung pada laga sebelumnya sejatinya menjadi pelajaran berharga.

Posisi juru taktik 59 tahun asal Skotlandia itu jelas semakin terancam. Bukan tak mungkin, mantan pelatih Manchester United itu bakal terdepak dari jabatannya.


Julien Lopetegui

Performa apik Lopetegui selama menangani timnas Spanyol menjadi alasan Real Madrid tertarik mengamankan jasanya. (AP/Alberto Saiz)

Tak seperti Moyes yang apes, nasib baik masih berpihak kepada Lopetegui. Bertandang ke Goodison Park, Wanderers meraup tiga usai mengalahkan Everton 2-1.

Sukses tersebut tentunya tak lepas dari strategi jitu yang diterapkan Lopetegui. Walau sempat tertinggal 0-1, juru taktik 56 tahun tersebut mampu menjaga semangat anak-anak asuhnya sehingga berhasil membalikkan keadaan.

Kemenangan ini sangat melegakan, mengingat Wanderers menjadi salah satu tim dengan performa terburuk di Premier League  musim ini. Mereka baru mengemas dua kemenangan serta masih terdampar di posisi ke-18.

Kini, Lopetegui dan anak-anak asuhnya mengincar kemenangan selanjutnya.


Graham Potter

Graham Potter sukses mengantarkan Brighton di posisi kesembilan Liga Inggris pada musim 2021/2022. Itu merupakan capaian tertinggi klub berjuluk The Seagulls sepanjang keikutsertaan mereka di divisi utama Liga Inggris. Sebelumnya, peringkat terbaik yang pernah diraih Brighton adalah posisi ke-13 pada musim kompetisi 1981/1982. (AFP/Daniel Leal)

Fans kini menanti apa yang bisa dilakukan Potter, jelang bentrok Chelsea kontra AFC Bournemouth, Selasa (27/12).

Bisa menang, The Blues? Itu berpulang kepada strategi apa yang akan diterapkan Potter selaku juru taktik.

Hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya membuat Potter banjir kritik. Nakhoda kelahiran 20 Mei 1975 itu dianggap gagal mendongkrak performa Kepa Arrizabalaga cs.

Mengemas 21 poin, Chelsea masih terpaku di posisi kesembilan klasemen sementara.

Kini, setelah Piala Dunia 2022, fans tak ingin lagi melihat tim kesayangannya kalah atau hanya bisa bermain imbang. Terlebih pada laga krusial di Etihad Stadium malam nanti melawan Bournemouth. Tiga angka adalah harga mati.

Sumber: Sportskeeda


Tengok Posisi Tim Favoritmu Musim Ini

Berita Terkait