7 The Next Messi dan Nasibnya Sekarang: Masih Jauh dari Sihir dan Pesona La Pulga

oleh Suharno diperbarui 24 Jan 2023, 18:10 WIB
Takefusa Kubo. Sayap Jepang berusia 20 tahun yang musim lalu memperkuat Getafe dengan status pinjaman dari FC Tokyo ini juga telah mencetak 3 gol. Ketiga gol dicetaknya di tiga laga, masing-masing 1 gol saat melawan Afrika Selatan, Meksiko dan Prancis. (Foto: AP/Martin Mejia)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi sangat layak masuk dalam daftar GOAT atau Greatest of All Time. Dia telah memenangi segalanya dalam karier profesional sepak bola termasuk gelar Piala Dunia.

Bahkan sejumlah bintang baru yang bermunculan dan memiliki bakat luar biasa juga mendapat julukan The Next Messi alias Lionel Messi Baru. Ada yang dalam jalur menuju kesuksesan, tetapi ada pula yang terlalu berat menyandang nama itu sehingga mengalami kegagalan.

Advertisement

Meski mendapatkan julukan The Next Messi karena kemampuannya yang menyihir di lapangan, para pemain tersebut harus membuktikannya. Disebut sebagai calon penerus Messi bukan perkara gampang, karena sang bintang telah menyabet tujuh gelar Ballon d'or alias pemain terbaik di dunia.

Berikut tujuh pemain yang mendapat julukan The Next Lionel Messi. Simak juga nasib dan prestasinya saat ini.

 

2 dari 7 halaman

1. Marko Marin

5. Marko Marin - Marko Marin didatangkan Chelsea dari Werder Bremen pada musim 2012/2012. Marin mencatatkan 16 penampilan untuk Chelsea dengan mencetak satu gol kemudian dipinjamkan ke beberapa klub dan meninggalkan Chelsea pada 2016. (AFP/Carl Court)

Marko Marin pernah dianggap sebagai calon pemain terbaik dunia asal Jerman dengan penampilan apiknya bersama Werder Bremen. Chelsea tertarik dan merekrut sang playmaker.

Namun, dia gagal di London hingga dijual ke klub Yunani, Olympiakos. Marin berhasil mencicipi gelar Liga Yunani, lalu menjuarai Liga Serbia bersama Red Star Belgrade hingga Liga Hungaria dengan Ferencvaros. 

Dia pensiun pada Maret tahun lalu saat berusia 33 tahun.

 

3 dari 7 halaman

2. Sardar Azmoun

3-6. Sardar Azmoun. Striker asal Iran ini telah mencetak 11 gol dalam penampilannya bersama Rubin Kazan pada musim 2012/2013 hingga 2014/2015 dan 2017/2018 hingga 2018/2019, Rostov musim 2014/2015 hingga 2016/2017 dan Zenit musim 2018/2019 hinga kini. (AFP/Jeff Pachoud)

Dari julukan 'Bayi Messi' hingga 'Messi dari Iran', Sardar Azmoun mungkin terlalu jauh prestasinya dari kapten Argentina itu. Namun penampilan dan karier sepak bolanya jauh melebihi para pemain Iran yang lain.

Berjaya di Rubin Kazan, Azmoun sempat pindah ke beberapa klub dan kini jadi pilar klub Bundesliga, Bayern Leverkusen. Dia juga menjadi andalan bagi Timnas Iran termasuk di Piala Dunia 2022.

 

4 dari 7 halaman

3. Maxi Romero

Penggemar Arsenal mungkin ingat klub mereka hampir saja mendapatkan The Next Messi, Maxi Romero pada  2015. Namun, sang pemain menolak tawaran 4,5 juta pounds dari The Gunners.

Romero akhirnya meninggalkan Valez Sarsfield untuk PSV dengan nilai 10,5 juta pounds, tiga tahun kemudian.

Romero berjuang mencatatkan kesan baik di klub Belanda, namun malah kembali dipinjamkan ke klub lamanya Velez untuk musim 2019/20. Pemain berusia 24 tahun itu kini dipinjamkan ke Racing Club di Argentina tetapi kariernya tampaknya tidak berjalan mulus.

4. Jose Angel Pozo

Pozo mendapat julukan The Next Messi saat mencetak gol debut bagi Manchester City di Piala Liga kala menang 7-0 dari Sheffield Wednesday. "Ini gila. Messi adalah pemain terbaik di dunia dan saya hanya bermain satu pertandingan untuk tim utama," ujar pemain yang berusia muda kala itu.

Dia terus membuat tiga penampilan Premier League di skuad senior meskipun City akhirnya menjualnya ke Almeria pada 2015. Pozo telah mengumpulkan lebih dari 200 pertandingan di Spanyol termasuk saat pindah ke Rayo Vallecano, dan saat ini dipinjamkan ke klub Qatar Al Ahli.

 

5 dari 7 halaman

5. Takefusa Kubo

Takefusa Kubo menjadi salah satu kunci sukses Jepang saat menumbangkan Jerman pada pembuka Grup E Piala Dunia 2022. Ia merupakan pemain yang memiliki kemampuan dalam hal menggiring bola di atas rata-rata. Tak khayal, bahwa dirinya sering dijuluki sebagai ‘Messi dari Jepang’. Ditambah lagi, Kubo memang pernah mengenyam pendidikan di akademi Barcelona, La Masia. Pemuda 21 tahun itu pernah direkrut oleh Real Madrid pada 2019 dari FC Tokyo dengan status bebas transfer. Namun, ia gagal menembus skuad utama. Kubo saat ini tengah berkarier di Real Sociedad dan mampu tampil gemilang di sana. (AP/Luca Bruno)

'Messi dari Jepang' ini pernah menjadi skuad Barcelona hingga Real Madrid pada usia ke-21 tahun. Barcelona sempat melanggar aturan FIFA tentang regulasi transfer pemain di bawah umur sehingga sang pemain dipulangkan ke Jepang.

Kubo akhirnya membuat rekor pemain termuda yang mencetak gol di J-League yang membuat Real Madrid akhirnya tertarik membelinya dari FC Tokyo pada 2019.

Madrid kembali menjualnya ke Real Sociedad, tetapi masih memegang 50 persen hak sang pemain, yang menunjukkan Los Blancos masih melihat prospek dia menjadi bintang.

 

6 dari 7 halaman

6. Bojan

Striker Barcelona Pedro Rodriguez (tengah) mendapat selamat dari Bojan Krkic (kiri) dan Lionel Messi seusai menjebol gawang Valladolid di Nou Camp, 16 Mei 2010. AFP PHOTO / JAVIER SORIANO

Serupa Messi, Bojan Krkic datang dari La Masia dan menjalani debut senior pada 2007 bersama Barcelona. Sayangnya, meski tampil di beberapa klub top Eropa, prestasi Bojan justru cenderung menurun.

Setelah berseragam Roma, AC Milan (pinjaman), Barcelona (lagi), Ajax (pinjaman), pencinta sepak bola terkejut saat Bojan ke Stoke. Dia juga pernah tampil di Jepang bersama Vissel Kobe dan kini pemain berusia 32 tahun itu masih mencari klub baru.

 

7 dari 7 halaman

7. Juan Manuel Iturbe

Pemain Barcelona, Lionel Messi, melanggar pemain AS Roma, Juan Manuel Iturbe, dalam laga Grup E Liga Champions di Stadion Camp Nou, Barcelona, Rabu (25/11/2015) dini hari WIB. (AFP Photo/Lluis Gene)

Pemain berjulukan 'Messi dari Paraguay' tersebut melakukan debut tim utamanya di Trinidense pada usia 12 tahun. Dia menunggu empat tahun sebelum pindah ke sejumlah klub dan petualangannya di Eropa datang bersama Porto.

Tapi Iturbe tidak bertahan lama di klub raksasa Portugis. Dia bergabung ke Hellas Verona dua tahun kemudian setelah dipinjamkan ke River Plate. Dia kemudian pindah ke AS Roma dan terdampar ke Bournemouth dan masih berjuang membuktikan diri.

Sumber: Daily Star

Berita Terkait