Nasib Liga 2 Tak Jelas, CEO PSIM Minta PT LIB Segera Buat Formulasi

oleh Ana Dewi diperbarui 26 Jan 2023, 11:15 WIB
CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo, saat memberikan keterangan terkait tidak berlanjutnya Liga 2 2022/2023. (Bola.com/Ana Dewi)

Bola.com, Yogyakarta - CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera membuat formulasi kelanjutan Liga 2 2022/2023 yang rencananya dimulai pada 24 Februari 2023.

Seperti diketahui, PT LIB baru saja menggelar Owner's Club Meeting bersama PSSI dan para peserta Liga 2 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2023). Hanya, pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih enam jam tersebut tidak menemui titik terang.

Advertisement

Sebab, PT LIB sepenuhnya bakal menyerahkan opsi kelanjutan Liga 2 kepada PSSI. Lebih tepatnya, masa depan kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu akan dibawa ke Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk diputuskan oleh kepengurusan baru.

Adapun KLB PSSI akan digelar pada 16 Februari 2023. KLB ini untuk memilih Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, menggantikan kepengurusan Mochamad Iriawan.

2 dari 5 halaman

Format Bubble

Pemain FC Bekasi City, Hamka Hamsah (tengah) mencetak gol pertama timnya lewat eksekusi tendangan bebas saat laga lanjutan Grup B Liga 2 2022/2023 antara FC Bekasi City melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (19/09/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bima Sinung menjelaskan, dalam Owner's Club Meeting, PT LIB menawarkan format kelanjutan Liga 2 secara bubble dimulai pada 24 Februari dan berakhir Juli 2023. Menurut dia, wacana tersebut tidak ideal.

Sebab, dalam kurun waktu itu jadwal pertandingan akan terjeda selama dua kali. Pertama pada bulan puasa dan Piala Dunia U-20 2023.

"Kami maunya lebih cepat, selain biayanya luar biasa membengkak ini juga akan berbenturan dengan liga musim depan. Menurut saya yang harus digali adalah mencari jalan formulasi bagaimana menggelar liga tapi bisa selesai lebih cepat," ujar Bima Sinung, Rabu (25/1/2023).

"Yang bikin lama disitu ada libur dua bulannya itu lho dan kenapa mulainya harus 24 Februari, mungkin bisa lebih cepat seminggu saja itu sudah pengaruh banyak," lanjut dia.

3 dari 5 halaman

Gali Lebih Lanjut

Eks CEO Sulut United itu berharap operator kompetisi dan PSSI bisa mencari jalan keluar supaya liga bisa bergulir sesegera mungkin. Jangan berlarut-larut kalau memang nantinya kompetisi benar-benar dilanjutkan.

"Di rapat itu tadi tidak digali lebih lanjut. Harusnya sih bisa selesai paling tidak di bulan Mei, kita cari stadion yang layak, perizinan segala macam," ucap Bima Sinung.

"Apakah benar stadion tidak ada yang available, itu jadi pertanyaan saya juga. Harus ditelaah lebih lanjut dan bukannya saya tidak percaya ya, cuma apakah benar sudah digali secara optimal enggak opsi itu," sambungnya.

4 dari 5 halaman

Kecewa

Bima Sinung menyinggung masalah infrastruktur yang tak terawat dengan baik. Hal itu terjadi karena keterbatasan pemerintah daerah untuk menyediakan dana pemeliharaan fasilitas stadion. Ia menawarkan kedepannya agar stadion di Indonesia bisa diserahkan ke pihak swasta dalam hal ini klub untuk pengelolaannya. (Bola.com/Arief Bagus)

Yang pasti, Bima Sinung sangat menyayangkan hasil Owner's Club Meeting tersebut. Sebab, pria asal Jakarta itu berharap pertemuan itu bisa menghasilkan keputusan yang final.

"Oke mereka mendengar pendapat kami, cuma kelihatannya yang disampaikan ke kami sepertinya tidak bisa dengan formulasi lain. Kesimpulannya begitu," paparnya.

"Kesimpulannya kami tidak melanjutkan Liga 2. Itu kesimpulan sementara yang akhirnya ditarik kembali. Keputusan terakhirnya akan dibawa kembali ke PSSI, Liga 2 digantung kembali," tambah Bima Sinung.

5 dari 5 halaman

Alasan Liga 2 Tidak Dilanjutkan

Sebelumnya, pada 12 Januari 2023, Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan untuk menghentikan Liga 2. Ada tiga hal yang melatarbelakangi keputusan pemberhentian Liga 2 2022/2023.

Pertama, adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan. Alasannya menurut PSSI karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator. Pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

Selanjutnya, terdapat rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana belum memenuhi syarat.

Terakhir, berdasarkan Perpol No. 10 Tahun 2022 mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Berita Terkait