Pusingnya Roberto Mancini: Bintang Muda Timnas Italia Sulit Mendapatkan Menit Bermain di Liga Italia

oleh Hery Kurniawan diperbarui 14 Mar 2023, 17:15 WIB
5. Roberto Mancini – Legenda Lazio ini baru saja membawa timnas Italia lolos ke Euro 2020. Sebelumnya ia juga telah sukses membawa Inter Milan dan Manchester City merengkuh titel juara. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Timnas Italia sukses meraih gelar juara Piala Eropa 2020. Saat itu, sepak bola Italia terlihat baik-baik saja. Mereka pun mengincar tempat di Piala Dunia 2022.

Sialnya, Timnas Italia gagal lolos ke Qatar. Gli Azzurri mengulangi kegagalan pada edisi 2018 di mana gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia.

Advertisement

Gagal lolos pada dua edisi Piala Dunia secara beruntun tentu menjadi aib bagi Timnas Italia. Terutama setelah melihat sejarah mereka yang sudah empat kali menjadi juara turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu.

Padahal, pada era 1990-an hingga 2000-an awal, Timnas Italia pernah memiliki generasi yang luar biasa. Di sana ada pemain-pemain legendaris seperti Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Gianluigi Buffon, dan Andrea Pirlo.

Namun, situasinya saat ini berbeda. Timnas Italia sedang dilanda kekeringan pemain berkualitas. Hal itu diperparah dengan sedikitnya kesempatan yang mereka dapatkan di Serie A.

2 dari 5 halaman

Roberto Mancini Mencari Solusi

Roberto Mancini berhasil membawa Timnas Italia tak terkalahkan dalam 25 laga di seluruh ajang. Teranyar, Gli Azzurri menang 2-0 atas Lithuania pada laga ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. (AP Photo/Mindaugas Kulbis)

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini merasa itu menjadi masalah yang besar bagi sepak bola Italia saat ini. Namun, ia tak mau mengeluh. Eks pelatih Manchester City itu punbertekad untuk mencai solusinya.

“Ini adalah masalah yang sudah lama kami alami. Percuma saja mengeluh, kami hanya perlu mencari solusi,” kata Mancini kepada DAZN.

Mancini menyebut sebenarnya banyak beredar pemain muda berbakat di Italia. Namun, banyak pelatih di Serie A tak memberikan kesempatan bermain yang cukup untuk para pemain tersebut.

"Ada banyak pemain muda Italia, tapi pelatih melakukan pilihan mereka dan hal yang sama berlaku untuk klub, kami harus mencari solusi, dan terkadang itu tidak mudah," sambung Mancini.

3 dari 5 halaman

Tak Percaya Pemain Lokal

Gelandang AC Milan, Sandro Tonali (kiri) berduel udara dengan gelandang Inter Milan, Nicolo Barella pada laga Liga Italia 2022/2023 di San Siro Stadium, Milan (5/2/2023). Alessandro Bastoni yang baru berusia 22 tahun kini mempunyai nilai pasar sebesar 50 juta euro atau setara Rp807 miliar. (AFP/Miguel Medina)

Banyak klub di Italia, terutama klub penghuni papan atas memang tak percaya dengan talenta lokal. Sebut saja AC Milan yang menjadi juara Serie A 2021/2022.

Tim berjulukan Rossoneri itu hanya mengandalkan dua pemain asal Italia secara reguler di skuadnya musim ini. Dua pemain yang dimaksud adalah Sandro Tonali dan Davide Calabria.

Napoli yang saat ini memimpin klasemen sementara pun demikian. Hanya Alex Meret, dan Giovanni di Loronzo, pemain Italia yang sejauh ini terus mendapatkan kesempatan bermain yang cukup.

Hal itu terjadi di banyak klub lain. Sialnya, klub-klub Italia itu kerap menggunakan jasa pemain asing di posisi-posisi vital, terutama penyerang tengah.

Tak heran jika saat ini kita tak bisa menemukan penyerang-penyerang hebat di Italia yang memiliki level permainan seperti Luca Toni, Antonio Di Natale, Christian Vieri, dan banyak lagi penyerang hebat yang lain.

4 dari 5 halaman

Sedikit yang Berani Berkarier di Luar Negeri

Wilfried Gnonto merupakan pemain dengan intensitas dan energi tinggi, dia memiliki aksi-aksi memukau baik itu dribel, flick, lay-off, dan sprint. Ia didatangkan Leeds United dari FC Zurich pada musim panas 2022/2023. Penyerang 19 tahun itu sejauh ini telah membuat 10 penampilan di semua kompetisi dengan mencetak 3 gol dan 1 assist. (AFP/Geoff Caddick)

Masalah lain yang dihadapi Timans Italia adalah sedikitnya pemain mereka yang berani berkarier di luar negeri. Pada skuad Azzurri terkini, hanya ada tiga pemain yang berkarier di luar Italia.

Mereka adalah Giorgio Donnarumam yang bermain untuk Paris Sain-Germain. Kemudian ada Wilfried Gonto di Leeds, dan Nicolo Zainolo yang baru pindah ke Galatasaray pada musim dingin 2023.

Sayangnya, hanya Donnarumma dari tiga pemain itu yang bisa dikatakan memiliki level kelas dunia. Zaniolo masih jauh dari level tersebut.

Sementara itu Wilfried Gnonto masih memiliki potensi yang menarik. Usianya yang kini masih 19 tahun membuatnya bisa terus berkembang di masa depan.

5 dari 5 halaman

Tetap Ada Harapan

Gelandang Torino, Karol Linetty berebut bola dengan gelandang Juventus Nicola Fagioli pada pekan ke-24 Liga Italia di Stadion Allianz, Rabu (1/3/2023) dini hari WIB. Berkat hasil ini, Juventus berhak menempati peringkat ketujuh klasemen Liga Italia dengan koleksi 35 poin dari 24 laga. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Roberto Mancini tak patah arang. Ia merasa saat ini tetap ada harapan bagi para pemain muda di Italia. Meski harapan itu cukup tipis.

Eks pemain Sampdoria itu melihat ada beberapa pemain muda Juventus yang tampil apik sejauh ini. Sebut saja seperti Fabio Miretti, dan Nicolo Fagioli.

Perlahan dua pemain itu mulai mendapatkan menit bermain di skuad asuhan Massimiliano Allegri. Mancini merasa dua pemain itu bisa memiliki masa depan yang cerah.

“Mereka adalah dua pemain bagus. Miretti masih sangat muda, tapi keduanya akan memiliki masa depan yang cerah di timnas Italia,” ujar Mancini.

Berita Terkait