Disdikpora Bali Belum Terima Informasi Batalnya Drawing Piala Dunia U-20 2023, Persiapan Masih Berjalan

oleh Alit Binawan diperbarui 25 Mar 2023, 22:17 WIB
Update proses pengerjaan renovasi Gedung Ksirarnawa Art Center dan perbaikan jalan jelang drawing Piala Dunia U-20 saat difoto pada Sabtu sore (25/3/2023). (Bola.com/Alit Binawan)

 

Bola.com, Denpasar - FIFA dikabarkan sudah menunda drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar pada 31 Maret 2023 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Center. Namun, hingga Sabtu (25/3/2023), informasi itu belum diterima oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bali.

Advertisement

Belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun FIFA terkait penundaan atau bahkan pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023. Alasannya pun belum diketahui dengan pasti.

Hal ini membuat bingung Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bali, I Made Dana Tenaya, yang dikonfirmasi pada Sabtu (25/3/2023). Pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.

“Ditunda? Belum ada info, saya tidak tahu sudah ada info. Saya belum dapat info, saya koordinasikan. Saya belum berani komentar dulu. Biar tidak salah, karena saya belum dengar saya sebelum ini,” terangnya.

Dari pantauan terakhir Bola.com di Tam Werdhi Budaya Art Center, hingga Sabtu sore pengerjaan renovasi masih dilakukan. Terutama dari area jalan menuju Gedung Ksirarnawa yang diperbaiki untuk keperluan drawing Piala Dunia U-20 2023.

 

 
2 dari 3 halaman

Efek Luas jika Terjadi Penundaan

Ilustrasi - Logo Piala Dunia U-20 (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Sementara itu, pengamat sepak bola sekaligus legenda hidup sepak bola Bali, I Wayan Sukadana, menilai pemerintah harus siap dengan segala konsekuensi yang ada pasca-terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2019 lalu.

Hal tersebut juga menyangkut keamanan seluruh peserta. "Kalau ada hal seperti ini, bisa sedikit mencoreng nama Indonesia di mata dunia meskipun yang saya dengar, hanya penundaan saja," bebernya.

Solusi ideal menurut mantan bek tengah Gelora Dewata ini adalah pemerintah, FIFA, dan PSSI harus bersinergi untuk menentukan keputusan yang terbaik. Pada intinya, Sukadana menilai rakyat Indonesia masih mendukung rakyat Palestina.

"Kalau mau aman, pemerintah harus tegas dan ikuti instruksi FIFA. Timnas Israel ke Indonesia bukan untuk perang kok. Mereka ke Indonesia untuk bertanding secara sportif," ucapnya.

Terpenting, toleransi antar semua pihak harus bisa terjalin dengan baik.

"Isu ini biarkan berjalan dan akan hilang dengan sendirinya. Seumur hidup baru kali ini Indonesia jadi tuan rumah ajang sepak bola berskala dunia. Ini menjadi pertaruhan kepengurusan PSSI yang baru," tutupnya.

 
3 dari 3 halaman