Pelatih Persis Sesalkan Pencoretan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023: Kabar yang Sangat Buruk

oleh Ana Dewi diperbarui 01 Apr 2023, 11:45 WIB
Pelatih baru Persis Solo, Leonardo Medina. (Persis Solo).

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persis Solo, Leonardo Medina ikut memberikan tanggapan terkait pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Menurut Medina, batalnya Indonesia menjadi host turnamen tersebut merupakan kerugian besar.

Pelatih asal Uruguay itu mengaku prihatin dan ikut merasakan apa yang dirasakan para penggawa Timnas Indonesia U-20 saat ini. Dia berujar, kondisi ini tentu sangat berat bagi semua pihak yang terlibat dalam gelaran Piala Dunia U-20.

Advertisement

"Ini sangat buruk untuk Indonesia karena untuk perkembangan pemain yang masih sangat muda,” ujar Leonardo Medina.

FIFA resmi mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, menyusul adanya pertemuan antara Ketua PSSI, Erick Thohir dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Doha, Qatar.

Keputusan ini diumumkan induk organisasi sepak bola dunia tersebut melalui situs resminya, Rabu (29/3/2023) malam.

"Menyusul pertemuan hari ini (29/3/2023) antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua PSSI Erick Thohir, FIFA telah memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," bunyi pernyataan FIFA.

2 dari 4 halaman

Sanksi Menanti

Ketua PSSI, Erick Thohir, bersama pemain Timnas Indonesia U-20 menonton laga Timnas Indonesia melawan Burundi pada pertandingan kedua FIFA Matchday di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (28/3/2023). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menyusul keputusan tersebut, Indonesia pun terancam terkena sanksi. Namun, belum bisa dipastikan sanksi apa yang akan diterima PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia.

"Mereka dapat jatuh dari peringkat FIFA dan itu sangat tidak bagus bagi sepak bola Indonesia," kata pelatih berusia 45 tahun tersebut.

3 dari 4 halaman

Kerugian

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Essy Asiah saat meninjau stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang diperuntukkan untuk arena Piala Dunia U-20 2023 di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (11/3/2023). (Dok. LOC)

Selain itu, dicabutnya status Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20 juga berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata. Hal ini pula yang dikhawatirkan Leonardo Medina.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pun menyebut kerugian akibat batalnya penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia, setidaknya mencapai Rp 3,7 triliun.

"Untuk kota dan negara ini sangat buruk dampaknya dari pembatalan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena segala potensi seperti wisata akan menjadi buruk," ucap Medina.

4 dari 4 halaman

Buntut Penolakan Israel

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kembali melakukan Tour de Stadium untuk melihat kesiapan venue ajang Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 mendatang. Setelah sebelumnya meninjau dua stadion sekaligus, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dan Stadion Si Jalak Harupat pada Sabtu (11/3/2023), maka pada Minggu (12/3/2023) giliran Stadion Manahan Solo yang dikunjungi. Didampingi Waketum PSSI, Zainudin Amali, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Essy Asiah, Erick Thohir menilai Stadion Manahan Solo layak diajukan sebagai venue menggelar partai final sekaligus upacara penutupan Piala Dunia U-20 2023 mendatang. (Bola.com/Radifa Arsa)

Keputusan FIFA mencopot status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, merupakan buntut dari masifnya penolakan kehadiran Timnas Israel U-20.

Padahal, Israel memastikan satu tempat di Piala Dunia U-20 sejak Juni 2022. Israel mampu lolos ke semifinal Euro U-19 untuk menjadi satu dari lima wakil Eropa di Piala Dunia U-20. Bahkan, Israel berhasil lolos ke final, sebelum akhirnya kalah dari Inggris dengan skor 1-3.

Tanda-tanda pembatalan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia sudah tercium kala FIFA membatalkan pengundian babak penyisihan Piala Dunia U-20 2023. Semula drawing tersebut digelar di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali pada 31 Maret 2023.

Indonesia semestinya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada 20 Mei-11 Juni 2023. Ada enam wilayah yang disiapkan sebagai penyelenggara. Antara lain Bali, Jakarta, Surabaya, Solo, Palembang, dan Bandung.

Berita Terkait