Liga Italia: Runtuhnya Dominasi Juventus Jadi Kemajuan bagi Liga Italia

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 15 Apr 2023, 19:00 WIB
Bek Juventus Gleison Bremer (tengah) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Torino pada pekan ke-24 Liga Italia di Stadion Allianz, Rabu (1/3/2023) dini hari WIB. Bianconeri -julukan Juventus- berhasil menang dengan skor 4-2 dalam Derby della Mole. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Serie A Liga Italia dinilai mengalami kemajuan, terutama pada musim ini. Hal itu disampaikan mantan kiper legendaris Real Madrid, Iker Casillas, yang menyebut keruntuhan dominasi Juventus menjadi bukti kebangkitan sepak bola Italia.

Liga Italia kembali disorot setelah ada tiga kontestannya yang lolos ke perempat final Liga Champions 2022/2023. Ketiga tim itu adalah AC Milan, Inter Milan, dan Napoli.

Advertisement

Namun, satu yang pasti tidak ada nama Juventus di antaranya. Iker Casillas menyebut fakta tersebut merupakan sesuatu yang positif bagi Liga Italia.

Hancurnya dominasi Juventus membuat persaingan di Liga Italia makin berwarna. Terlebih dalam dua musim terakhir, dominasi Bianconeri sudah diredam oleh duo Milan. Plus Napoli saat ini memimpin klasemen Serie A Liga Italia.

2 dari 5 halaman

Sempat Berminat ke Liga Italia

Mantan pesepak bola Spanyol dan pemenang piala dunia Iker Casillas. (FRANCK FIFE / AFP)

Iker Casillas mengaku sempat berminat untuk bergabung besama klub Liga Italia ketika masih aktif bermain. Casillas mengakui bahwa Liga Italia merupakan satu di antara liga terbaik dengan banyak pemain kelas dunia pada masa-masa dirinya masih aktif bermain.

Namun, niat Casillas berlabuh di Liga Italia terkubur setelah melihat dominasi Juventus. Terlebih Casillas juga mengukir kisah sukses bersama Real Madrid yang membuatnya makin betah di Spanyol.

"Pernahkah saya berpikir untuk bermain di Serie A? Sejujurnya, iya, saya sangat menghormati semua tim, tetapi Real Madrid adalah Real Madrid," ujar Casillas.

"Saya sangat menyukai Serie A ketika saya masih muda, terutama ketika itu dianggap sebagai liga terbaik di dunia. Semua pemain terhebat bermain di sana," tambah mantan kiper Timnas Spanyol itu seperti dikutip dari Football Italia.

3 dari 5 halaman

Juventus Bikin Bosan

Penyerang Juventus, Dusan Vlahovic berselebrasi dengan rekannya Angel Di Maria setelah mencetak gol ke gawang Sassuolo pada pertandingan Liga Serie A Italia di stadion Juventus di Turin (15/8/2022). Vlahovic mencetak dua gol dan mengantar Juventus menang atas Sassuolo 3-0. (AFP/Marco Bertorello)

Menurut Iker Casillas, dominasi Juventus membuat minatnya terhadap Liga Italia menurun drastis. Dominasi itu membuat Liga Italia tidak menarik dan tergolong sangat membosankan.

Wajar saja karena Juventus selalu menjadi juara Liga Italia dalam sembilan musim secara beruntun, mulai dari 2012 hingga 2020.

"Sebenarnya Serie A melewati periode di mana hanya Juventus yang menang dan itu menjadi sedikit membosankan," ujar Casillas.

 

 
4 dari 5 halaman

Dominasi Itu Berakhir

AC Milan berhasil mengunci titel juara Serie A musim ini setelah meraih kemenangan besar atas Sassuolo dengan tiga gol tanpa balas. (AFP/Filippo Monteforte)

Namun, sejak musim 2020/2021, trofi Liga Italia akhirnya berpindah ke kota Milan dan saat ini berpotensi pindah ke kota Naples.

"Namun, sekarang fakta bahwa Napoli, serta Inter dan Milan, dalam beberapa tahun terakhir menghentikan dominasi Juventus, itu bagus untuk sepak bola Italia," lanjut Casillas. 

Sumber: Football Italia dan Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Ahmad Daerobby, published 15/4/2023)

5 dari 5 halaman

Persaingan di Serie A Liga Italia saat Ini

Berita Terkait