Bola.com, Jakarta - Sebelum terbang ke Spanyol untuk memperkuat Barcelona pada 2014 dan jadi bintang di sana, Luis Suarez terlebih dulu sudah jadi predator bersama Liverpool. Selama tiga tahun, sejak dibungkus dari Ajax, Belanda, pada 2011, Suarez sukses mengukuhkan diri sebagai satu di antara striker mengerikan dalam sejarah Premier League.
Meski tak pernah memenangkan sebiji Premier League pun, namun Suarez akan selalu dipuja dan dikenang fans Liverpool. Kondisi itu terkait torehan spektakulernya pada musim 2013/2014.
Saat itu, pemain asal Uruguay tersebut mengukuhkan diri sebagai tombak tersubur dengan total 31 gol. Raihan ini yang membuat Barcelona kepincut memboyong ke Camp Nou dengan nilai transfer luar biasa ; 65 juta pounds atawa setara Rp 1,2 triliun.
Siapa Lagi?
Suarez yang kini berusia 36 tahun dan bermain untuk klub Brasil, Gremio, tak hanya lihai menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan. Pesepak bola kelahiran 24 Januari 1987 juga dikenal sosok pemain Liverpool yang kontroversial.
Saat laga kontra Fulham pada 5 Desember 2011 misalnya, Suarez nekat mengacungkan jari tengah ke arah fans The Cottagers. Begitu pula kala membela Timnas Uruguay di Piala Dunia 2010, Suarez secara sengaja menahan bola dengan tangannya kala bentrok kontra Ghana.
Apakah hanya Surez? Tentu saja tidak. Selain dia, masih ada pemain Liverpool lainnya yang masuk daftar kontroversial. Penasaran?
Robbie Fowler
Robbie Fowler adalah satu di antara pencetak gol terhebat Inggris selama bertahun-tahun, utamanya di Liverpool. Namun nama besar sang legenda tercoreng lantaran tindakan tak terpuji.
Laku itu terjadi saat Fowler melakukan selebrasi usai menjebol gawang Everton. Fowler mengendus garis putih kotak penalti. Belakangan diketahui, di situ ternyata ada barang haram kokain.
Gerard Houllier, pelatih Liverpool, mencoba mengklarifikasi dengan menyatakan anak emasnya itu sedang melakukan selebrasi makan rumput ala Kamerun. FA menghukum Fowler tak bisa tampil dalam empat pertandingan dan denda 60 ribu pounds.
Michael Owen
Fans Liverpool tak akan pernah memaafkan Owen ketika striker mungil itu nekat hengkang ke rival mereka, Manchester United. Owen menerima pinangan Setan Merah setelah menandatangani kontrak dua tahun dengan Alex Ferguson pada 3 Juli 2009.
Catatan ini menjadi bagian menarik dalam perjalanan Owen. Maklum, sang bintang justru meredup ketika keluar dari Liverpool.
El Hadji Diouf
Entah sudah berapa kali El Hadji Diouf bersikap brutal. Dia pernah dikecam lantaran meludahi suporter West Ham United.
Diouf juga pernah melakukan hal yang sama terhadap pendukung Celtic. Kala itu mereka ada di pertandingan Piala UEFA dan seorang suporter Middlesbrough yang masih berusia 11 tahun.
Fernando Torres
Penggemar Liverpool membakar jersey tim kesayanan setelah mendengar berita bahwa Fernando Torres ngotot cabut ke Chelsea pada Januari 2011. Maklum, Torres sudah kadung jadi idola di Anfield sejak kedatangannya dari Atletico Madrid pada 2007.
Bagi Torres, keputusan pindah ke London bisa jadi bakal penyesalan seumur hidup. Publik sudah mahfum, performa Torres langsung terjun bebas ketika berkostum Chelsea.
Bruce Grobbelaar
Mantan penjaga gawang Liverpool, Bruce Grobbelaar, dituduh sebuah media melakukan pengaturan pertandingan pada tahun 1994. Peristiwa itu merusak reputasinya dengan tampil di pengadilan dan mendominasi berita utama karena alasan yang salah.
Padahal, siapapun tahu, Bruce adalah tipikal penjaga gawang elegan. Tak hanya itu, ia juga mengenalkan sosok kiper yang tak sekadar berada di bawah mistar, melainkan sanggup menghibur penonton.
Jermaine Pennant
Jermaine Pennant mabuk saat mengemudi dan itu nyaris membawanya ke sel penjara yang pengap pada 2005. Setahun setelah kejadian itu, Liverpool mengontraknya dari Birmingham City dengan harga 6,7 juta pounds.
Tapi sikap buruk Pennant tak juga hilang. Pada 2007, dia kembali berurusan dengan pihak berwajib terkait sengketa domestik. Pada 2009 Liverpool membuangnya dengan status bebas transfer.
Graeme Souness
Graeme SounessGraeme Souness adalah pemain Liverpool yang hebat, tetapi dia tidak bisa membawa kesuksesan saat dipercaya sebagai pelatih raksasa Merseyside.
Tak hanya itu, Souness juga banjir kritik saat mengomentari duel Serbia versus Ghana di Piala Dunia 2010. Dia memberikan analisis dengan pernyataan tentang tindakan asusila.