Atlet Lain Merasa Dianaktirikan dalam Kirab Juara SEA Games 2023, Menpora Dito Ariotedjo Beri Penjelasan

oleh Hery Kurniawan diperbarui 19 Mei 2023, 18:45 WIB
Ribuan suporter menyambut kedatangan rombongan Timnas Indonesia U-22 saat melintas dalam arak-arakan Kira87uara Kontingen SEA Games 2023 di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ada kejadian yang kurang mengenakkan pada kirab juara SEA Games 2023. Sejumlah atlet merasa dianaktirikan dalam acara tersebut.

Atlet yang dimaksud adalah andalan renang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa. Gede yang meraih medali emas di SEA Games 2023 bahkan tak mengikuti acara kirab sampai selesai.

Advertisement

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo berkomentar terkait kejadian itu. Dito merasa awalmya acara yang mulai berlangsung di halaman kantor Kemenpora RI pada Jumat (19/5/2023) pagi WIB itu berlangsung meriah.

"Jadi memang tadi Siman, atlet renang itu, kebetulan teman saya. Semua sudah bagus di awal, kita sudah persiapkan di halaman Kemenpora sangat fun dan sangat seru," jelas Dito.

"Tadi ada JKT48, ada Marshel ada Dustin ada DJ, ada banyak, dan anak-anak semua senang, tapi memang karena menunggu atlet sepak bola tadi akhirnya kita putuskan langsung mulai acaranya, ternyata ada kekecewaan dari atlet renang Siman," lanjutnya. 

2 dari 3 halaman

Tidak Ada Niat

Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa berselebrasi setelah memenangkan final 50m Gaya Punggung putra dalam kompetisi renang di SEA Games ke-32 di Phnom Penh, Kamboja, Minggu, 7 Mei 2023. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Dito menyatakan Kemenpora tidak memiliki niat untuk menganaktirikan cabang olahraga tertentu. Justru ia ingin mendobrak kebiasaan baru.

"Tapi ini tidak juga kita berniat seperti itu, karena justru kita hari ini mencoba untuk mengapresiasi, baru pertama kalinya atlet SEA Games ini kita apresiasi untuk pawai di Jakarta," ujarnya.

Dito Ariotedjo pun merasa sangat bangga dengan apa yang dicapai atlet-atlet Indonesia di SEA Games 2023. Apalagi, mereka mampu melampaui target minimal 69 medali emas yang ditarget Presiden Jokowi, dan meraih 87 medali emas.

"Jadi memang dari segi multievent kemaren SEA Games terkesan hanya sebatas Asia Tenggara, tapi ini adalah pencapaian-pencapaian atlet kita yang patut layak acungi jempol dan apresiasi."

"Balik lagi ke cabor-cabor lainnya yang kita apresiasi, dan ya memang tadi karena antusias masyarakat dengan sepak bola tinggi, dan ini tidak bisa kita pungkiri, justru ini kita ingin memulai budaya baru," lanjut politisi Partai Golkar tersebut.

3 dari 3 halaman

Tunggangi Sepak Bola

Sejumlah pendukung memadati ruas jalan Jendral Soedirman untuk menyapa pemain Timnas Indonesia U-22 yang tengah mengikuti parade perayaan kesuksesan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 Kamboja dengan berkeliling kota Jakarta, Jumat (19/05/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dito pun tak memungkiri sebenarnya cabor-cabor lain menunggangi popularitas sepak bola pada acara kirab juara SEA Games 2023. Sebab, sepak bola adalah olahraga nomor satu yang paling disukai di Tanah Air.

"Nah ini budaya pertama di mana kita bisa dibilang memang kita menunggangi antusias masyarakat kepada sepak bola yang menang dengan mempromosikan juga bahwa cabor-cabor lain ini kita juga berprestasi," teranggnya.

Dito kemudian berharap pengurus cabang olahraga lain di Indonesia bisa meniru apa yang dilakukan PSSI dengan memberikan apresiasi menarik kepada para atlet berprestasi.

"Nah memang pasti ada yang tidak nyaman dan kita sangat mohon maaf, dan semoga ini jadi budaya baru yang nantinya juga cabor-cabor lain melakukan apa yang dilakukan PSSI," harapnya.