Pep Guardiola Segera Menyusul, Ini 4 Pengoleksi Trofi yang Lintang Pukang jika Ingin tak Dilewati

Pep Guardiola bakal menjadi pelatih legendaris dengan banyak trofi. Sanggupkah?

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Juni 2023, 17:20 WIB
Selebrasi pelatih Manchester City, Pep Guardiola dengan trofi Piala FA 2022/2023 setelah mengalahkan Manchester United 2-1 pada laga final di Wembley Stadium, London (3/6/2023). (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Nikmat mana lagi yang ingin didustakan Manchester City? Musim ini, mereka menjadi tim terkuat sejagat. Gelar Liga Champions yang mereka raih usai mengalahkan Inter Milan di final beberapa waktu lalu melengkapi pencapaian raksasa Inggris.

Sebelumnya, Manchester City sukses mempertahankan gelar Premier League serta menggondol Piala FA. Tak salah lagi, Pep Guardiola, menjadi protagonis di balik treble bersejarah.

Advertisement

Pada musim 2018/2019, Guardiola mempersembahkan treble bagi The Citizens. Hanya saja, saat itu tsunami trofi Manchester City di kancah domestik dengan memenangkan Premier League, Piala Liga, serta Piala FA.

Torehan tersebut membuat juru taktik asal Spanyol itu menjadi satu-satunya pelatih yang mampu merengkuh dua treble bareng satu klub. Lengkap sudah tuaian Guardiola bersama Manchester City.

Sejak datang sebagai nakhoda pada 2016, eks pembesut Barcelona dan Bayern Munchen itu telah memenangkan semua gelar yang diidam-idamkan semua klub. "Liga Champions ini sudah memberi arti pada lima Premier League yang kami menangkan," kata Guradiola bangga.

Sepanjang kariernya sebagai juru taktik, Guardiola sudah mengantongi 35 trofi utama. Situasi ini akan terus bertambah, mengingat Pep Guardiola belum menyatakan pamit dari pentas balbalan.

Selain Pep Guardiola, ada empat pelatih lain yang juga layak diacungi jempol. Keempatnya memenangkan trofi terbanyak sejak treble Guardiola bersama Barcelona pada musim 2008/2009.

Siapa saja?

 


Carlo Ancelotti – 12 trofi utama

Carlo Ancelotti baru saja berhasil membawa Real Madrid juara Liga Champions 2021/2022 usai mengalahkan Liverpool di partai final yang berlangsung di Stade de France, Minggu (29/05/2022) dini hari WIB. Hal tersebut membuat dirinya dinobatkan sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Liga Champions. Pria asal Italia tersebut tercatat pernah merengkuh trofi paling bergengsi di Eropa tersebut sebanyak lima kali, yaitu dua kali bersama AC Milan dan sisanya bareng Real Madrid. (AFP/Kirsty Wigglesworth)

Pria veteran Italia ini merupakan sosok pelatih istimewa. Terkenal bertangan dingin, Ancelotti masuk daftar elite pelatih tersukses selain Pep Guardiola.

Sejak musim 2008/2009, kedigdayaannya bisa dilihat kala berkompetisi di Inggris, Spanyol, dan Jerman. Berikut raihan Carletto :

Chelsea: Premier League, FA Cup and Community Shield (2009-10)

Real Madrid: Champions League (2013-14), Copa Del Rey (2013-14), UEFA Super Cup (2014), FIFA Club World Cup (2014), La Liga (2021-22), Champions League (2021-22), Super Cup (2022), Club World Cup (2022), Copa Del Rey (2022-23)

Bayern Munchen : Bundesliga (2016-17), DFL-Supercup (2016, 2017).

 


Marcelo Gallardo – 13 trofi utama

Para pemain River Plate menyapa pelatih mereka, Marcelo Gallardo dari Argentina, setelah pertandingan terakhirnya sebagai juru taktik River Plate melawan Real Betis di Stadion Malvinas Argentinas, Mendoza, Argentina, pada 13 November 2022. (Andres Larrovere / AFP)

Dia dijuluki "Pep Guardiola" dari Amerika Selatan. Gallardo memenangkan semuanya bersama River Plate dari 2014 hingga 2022.

Sebagai hasilnya, dia sering dikaitkan dengan kepindahan ke sepak bola Eropa. Berikut ini rincian di level klub :

Nacional: Uruguayan Primera Division (2011/2012)

River Plate: Copa Sudamericana (2014), Copa Libertadores (2015, 2018), Recopa Sudamericana (2015, 2016, 2019), Copa Argentina (2015-16, 2016-17, 2018-19), Supercopa Argentina (2017, 2019), Argentine Primera Division (2021)

 


Massimiliano Allegri – 13 trofi utama

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri merayakan gol yang dicetak anak asuhnya ke gawang Salernitana pada laga Liga Italia di Stadion Arigis (7/2/2023). Tambahan tiga angka membawa Juventus naik ke posisi 10 klasemen sementara dengan 26 poin. Salernitana masih tertahan di posisi 16 dengan 21 poin saja. (AFP/Andreas Solaro)

Pada musim 2022/23 Juventus memang memble. Tak satupun trofi yang mampu mereka menangkan. Namun, Allegri tetaplah pelatih hebat. Mana buktinya? Ini!

AC Milan: Serie A (2010-11), Supercoppa Italiana (2011)

Juventus: Serie A (2014-15, 2015-16, 2016-17, 2017-18, 2018-19), Coppa Italia (2014-15, 2015-16, 2016-17, 2017-18), Supercoppa Italiana (2015, 2018)

 


Jose Mourinho – 14 trofi utama

Ekspresi pelatih AS Roma, Jose Mourinho (kiri), setelah pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa 2022/2023 timnya berhasil menahan imbang Bayer Leverkusen dengan skor 0-0 (agregat 1-0) di BayArena, Jumat (19/05/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Menyakitkan memang. Tapi itulah buktinya. Susah untuk menyatakan Jose Mourinho masih berada di bawah nama besar Pep Guardiola.

Tapi bukan berarti pelatih asal Portugal itu gagal. The Spesial One masih yang paling sukses dari siapa pun sejak treble Guardiola pada musim 2008/2009. Mourinho mengukir hal sama kala menukangi Inter Milan pada musim 2009/2010.

Berikut ini rentetan trofi milik Mourinho :

Inter Milan: Serie A (2008-09, 2009-10), Coppa Italia (2009-10), Champions League (2009-10)

Real Madrid: Copa Del Rey (2010-11), La Liga (2011-12), Supercopa de Espana (2012)

Chelsea: Premier League (2014-15), League Cup (2014-15)

Manchester United: Community Shield (2016), League Cup (2016-17), Europa League (2016-17)

AS Roma: Europa Conference League (2021-22)

Sumber : Planetfootball

Berita Terkait