Setelah Argentina, PSSI Akan Boyong Pierluigi Collina untuk Bantu Wasit Indonesia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 22 Jun 2023, 14:00 WIB
Ketua PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Kamis (22/6/2023). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua PSSI, Erick Thohir, berencana untuk mendatangkan wasit legendaris sekaligus Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, ke Indonesia.

Erick Thohir telah meminta Sekjen PSSI, Yunus Nusi, untuk menghubungi FIFA. Mantan bos Inter Milan itu ingin Colina memberikan pelatihan kepada wasit Liga 1 dan Liga 2 2023/2024.

Advertisement

"Saya juga sedang mendorong FIFA untuk mengirimkan Collina ke Indonesia buat bertemu dengan para wasit supaya semangat," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2023).

"Suratnya sudah dikirim kan ya Pak Sekjen? Mohon dikejar lagi Pak Sekjen, kapan bisa hadir supaya wasit Indonesia juga mempunyai kewibaan dan kepercayaan diri."

"Sebab, mereka juga manusia biasa yang perlu perhatian dan pondasi untuk menjaga kehidupan," jelas pria yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI itu.

 

2 dari 4 halaman

Kerja Sama dengan Jepang

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers mengenai pembentukan yayasan PSSI dan perwasitan Indonesia di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (22/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

PSSI bersama Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) baru saja menggelar seleksi wasit untuk Liga 1 dan Liga 2 2023/2024 pada 15-16 Juni 2023.

Tahapan seleksi wasit itu meliputi Fitness Test FIFA Kategori 2, Video Test, dan LOTG Tes.

Dengan pertimbangan football development dan kesejahteraan untuk para wasit dan asisten wasit, PSSI menentukan kuota kursi untuk para wasit dan asisten wasit.

Kuota kursi bagi wasit Liga 1 adalah 18 kursi dan bagi asisten wasit adalah 36 kursi. Artinya, rata-rata jumlah pertandingan yang akan dipimpin wasit dan asisten wasit sebanyak 17 kali.

Sementara di Liga 2, jumlah kuota kursi mencakup 24 wasit dan 48 asisten wasit. Dengan demikian, rata-rata memimpin bagi wasit dan asisten wasit mencapai 14-15 pertandingan.

3 dari 4 halaman

Seleksi Wasit

Wasit Thoriq Alkatiri saat memimpin pertandingan antara Bali United versus PSM Makassar di playoff Liga Champions Asia 2023 hari Selasa (06/06/2023). (Alit Binawan/Bola.com)

Hanya wasit terbaik dari tes yang dapat menempati 18 kursi untuk memimpin di Liga 1 dan 24 kursi untuk memimpin Liga 2.

Seleksi itu diikuti 161 wasit, 2 asisten wasit FIFA, dan satu wasit AFC Elite Referee. Dari 55 wasit Liga 1, 27 di antaranya lolos plus satu wasit dari AFC Elite Referee.

Dari jumlah wasit Liga 1 yang lulus itu, peringkat 1-18 akan menjadi pengadil pertandingan Liga 1 musim depan, sementara sisanya terlempar ke Liga 2 yang akan datang.

Sementara, 107 wasit mengikuti seleksi pengadil pertandingan Liga 2. Sejumlah 54 di antaranya lulus. Namun, hanya peringkat 1-14 yang menjadi wasit Liga 2.

4 dari 4 halaman

VAR

Wasit Szymon Marciniak memeriksa VAR sebelum memberikan penalti untuk RB Leipzig pada laga Grup H Liga Champions 2020/2021 antara RB Leipzig melawan Paris Saint-Germain di Redbull Arena, Leipzig, 4 November 2020. (AFP/Ronny Hartmann)

Liga 1 2023/2024 akan menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Namun, penerapan teknologi itu baru akan dilakukan mulai pertengahan musim, tepatnya pada Februari 2024.

Satu hal yang harus disiapkan untuk menerapkan VAR adalah perbaikan fasilitas stadion. Ketua umum PSSI, Erick Thohir menyebut hal itu tak akan menjadi kendala.

Sebab, Pemerintah Republik Indonesia sudah memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan pada banyak stadion di Indonesia.

 

Berita Terkait