Riset Snapcart: Shopee Affiliate Program Jadi Pilihan Pertama Masyarakat Indonesia

oleh Fachri pada 15 Jul 2023, 07:30 WIB
Ilustrasi online shopping. (Shutterstock)

Bola.com, Jakarta Tren pemasaran digital semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu. Berbagai e-commerce di Indonesia pun berlomba-lomba menciptakan sebuah inovasi untuk meraup pangsa pasar yang besar. Salah satu inovasi yang tercipta adalah pemasaran digital melalui program afiliasi.     Program afiliasi merupakan bentuk pemasaran berbasis komisi yang secara tidak langsung menghubungkan calon pembeli dengan produk melalui tautan referral khusus. Program tersebut pun memegang peran penting dalam peta persaingan e-commerce di Indonesia.

Berkaitan dengan itu, Snapcart telah merilis hasil riset bertajuk "Potensi Program Afiliasi dalam Peta Persaingan E-commerce" yang dilakukan dengan metode online. Riset ini melibatkan 500 responden yang sudah merasakan komisi dari program afiliasi e-commerce dengan rentang usia 19-35 tahun dan tersebar di seluruh Indonesia. Director Snapcart Indonesia, Astrid Williadry menjelaskan bahwa kehadiran program afiliasi terlihat sebagai salah satu strategi ampuh para pemain e-commerce. Pasalnya, program tersebut secara tidak langsung membantu trafik kunjungan ke platform e-commerce itu sendiri.

Advertisement

"Maka dari itu, gencarnya pertarungan para pemain e-commerce membawa popularitas program afiliasi semakin naik daun belakangan ini. Tidak hanya membantu pelaku bisnis meningkatkan penjualan dan jangkauan pasar lebih luas, program tersebut turut melahirkan tren dan profesi baru yang memonetisasi digital," jelasnya.

"Program afiliasi kini dimanfaatkan sebagai medium untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang minim risiko, ditambah faktor fleksibilitas waktu dan dapat bekerja di mana saja. Apalagi, berkat e-commerce setiap orang dibebaskan berkreasi menciptakan konten dari beragam kategori produk," tambah Astrid.

Dirinya mengatakan bahwa program afiliasi merupakan tren pemasaran digital masa depan yang menjanjikan.

Shoppe Affiliate Program Pemimpin Pasar

Infografis: Tren Program Afiliasi dalam Dunia E-commerce. (Snapcart)

Berdasarkan riset Snapcart, Shopee Affiliate Program masih memimpin pasar program afiliasi di Indonesia. Sebanyak 59 persen responden mengatakan bahwa pesanan yang datang berasal dari link Shopee Affiliate Program. Dengan kata lain, sebagai program afiliasi, Shopee Affiliate Program memiliki nilai transaksi tertinggi.

Sementara itu, sebanyak 27 persen responden memilih TikTok Affiliate Program yang memiliki nilai transaksi tinggi. Lalu, Tokopedia Affiliate Program sebesar 11 persen dan Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

Terdapat tiga indikator yang memengaruhi Shopee Affiliate Program dapat memimpin pasar. Pertama adalah indikator top of mind yang di mana Shopee Affiliate Program menduduki peringkat pertama dengan 69 persen. Disusul oleh TikTok Affiliate Program sebesar 16 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 12 persen, dan Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

Indikator kedua yang memengaruhi adalah brand used most often atau program yang sering digunakan masyarakat. Shopee Affiliate Program berada di urutan atas yakni sebesar 70 persen, disusul TikTok Affiliate Program sebesar 16 persen, Tokopedia Affiliate Program yang hanya 12 persen, dan Lazada Affiliate Program sebesar 2 persen.

Dan indikator ketiga yang membuat Shopee Affiliate Program merajai pasar adalah program afiliasi dengan komisi paling menguntungkan. Shopee Affiliate Program berada di urutan pertama sebesar 68 persen, diikuti oleh TikTok Affiliate Program sebesar 17 persen, dilanjutkan Tokopedia Affiliate Program sebesar 12 persen, dan Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

"Melalui performa yang baik, program afiliasi ini dapat membawa dampak bagi seluruh ekosistem sebuah platform e-commerce. Dengan kata lain, afiliasi adalah salah satu bentuk strategi yang tidak hanya menguntungkan satu pihak saja, namun juga para pihak yang berperan di dalamnya," ungkap Astrid.

"Berhasil memenangkan tiga indikator di atas, Shopee Affiliate Program sepertinya ingin membuktikan bagaimana pengaruh dan peranan mereka yang memberikan dampak dan babak baru pada ekosistemnya," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Pertimbangan Masyarakat Memilih Program Afiliasi

Terdapat berbagai pertimbangan hingga seseorang dalam memilih program afiliasi. Salah dua pertimbangannya adalah program afiliasi dengan produk paling lengkap dari setiap kategori dan program afiliasi dengan penawaran paling menarik.

Dalam indikator program afiliasi dengan produk paling lengkap dari setiap kategori, Shopee Affiliate Program berada di urutan pertama dengan 66 persen. Dan di belakangnya ada TikTok Affiliate Program sebesar 18 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 14 persen, dan Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

Sedangkan dalam indikator penawaran paling menarik, kembali Shopee Affiliate Program berada di urutan teratas. Untuk harga produk yang paling murah, Shopee Affiliate Program menang telak dengan para kompetitornya, yakni menghasilkan nilai sebesar 66 persen. Disusul TikTok Affiliate Program sebesar 19 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 13 persen, dan Lazada Affiliate Program yakni 2 persen.

Dan untuk program afiliasi dengan promosi gratis ongkir paling banyak, Shopee Affiliate berada di urutan pertama, yakni sebesar 66 persen. Dilanjut dengan TikTok Affiliate Program sebesar 19 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 12 persen, dan Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

Sementara, untuk program afiliasi dengan diskon paling besar, Shopee Affiliate Program unggul sebesar 66 persen, diikuti TikTok Affiliate Program sebesar 18 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 13 persen, dan Lazada Affiliate program yang hanya 2 persen.

Data yang terpapar di atas menunjukkan bahwa Shopee Affiliate Program unggul pada aspek-aspek yang diproyeksikan sebagai faktor pertimbangan utama masyarakat memilih platform untuk belanja online dan program afiliasi, yakni harga produk paling murah, program gratis ongkir terbanyak, dan diskon yang besar.

3 dari 3 halaman

Fashion and Beauty Kategori Terpopuler

Semakin bermunculannya konten fashion dan beauty seperti inspirasi OOTD (Outfit of The day), tutorial makeup/skincare, tips mix and match berpakaian, review hingga rekomendasi dan spill-spill produk fashion maupun beauty, membuat kedua kategori ini menjadi salah satu kategori populer yang digandrungi oleh para afiliasi belakangan ini.

Sejalan dengan hasil riset, kategori produk yang paling dipromosikan oleh para afiliator adalah Fashion & Aksesoris Fashion sebesar 46 persen, dilanjutkan dengan Kecantikan & Perawatan Diri sebesar 38 persen, Gaya Hidup sebesar 34 persen, produk sehari-hari atau FMCG sebesar 32 persen, perlengkapan rumah sebesar 30 persen, elektronik di angka 25 persen, serta ibu dan anak/kebutuhan bayi sebesar 17 persen.

Dengan pesatnya permintaan akan produk fashion dan beauty yang terus melonjak menjadi peluang para affiliasi dalam mendapatkan pemasukan tambahan lewat kreasi konten produk yang mereka hadirkan.

Menariknya sebanyak 53 persen dari pesanan yang datang berasal dari link Shopee Affiliate Program, sehingga dapat dikatakan sebagai program afiliasi dengan pangsa pasar jumlah nilai transaksi tertinggi untuk produk fashion (Share of Orders), mengalahkan para pesaing terdekatnya seperti Tiktok Affiliate Program hanya 24 persen, dan Tokopedia Affiliate Program sebesar 7 persen.

Bahkan hal ini juga didukung dengan hasil survei, 72 persen responden memilih Shopee Affiliate Program, sebagai program afiliasi yang paling sering digunakan untuk mempromosikan kategori produk Fashion, mengungguli pemain lainnya seperti Tiktok Affiliate Program sebesar 19 persen, dan Tokopedia Affiliate Program sebesar 8 persen, serta Lazada Affiliate Program yang hanya 2 persen.

Selain itu, Shopee Affiliate Program juga berada di urutan teratas untuk mempromosikan kategori produk beauty dengan 73 persen. Selanjutnya, TikTok Affiliate Program sebesar 18 persen, Tokopedia Affiliate Program sebesar 8 persen, dan Lazada Affiliate Program yang hanya 1 persen.

“Melihat pemaparan di atas, dapat dikatakan industri fashion dan beauty itu layaknya primadona di dalam pasar belanja online. Maka, akan sayang sekali bagi para pemain e-commerce jika tidak memaksimalkan tren fashion ini sebagai aspek utama untuk menggaet lebih banyak pangsa pasar lewat program afiliasi," ujar Astrid.

 

(*)