PSSI Tak Masalah 9 Eks Timnas Indonesia U-20 dan U-22 Mengikuti Pendidikan Polisi dan TNI

oleh Hery Kurniawan diperbarui 26 Jul 2023, 16:45 WIB
Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-20, Muhammad Ferarri usai menjebol gawang Vietnam dalam pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - Ada sembilan pemain eks Timnas Indonesia U-20 dan Timnas Indonesia U-22 yang memilih jalan karier menarik. Mereka memutuskan ikut pendidikan Kepolisian dan TNI.

Pemain yang mengikuti pendidikan tersebut adalah Kakang Rudianto, Ginanjar Wahyu, Frengky Missa, Ananda Raehan, Dimas Juliono, Rabbani Tasnim, Daffa Fasya, Muhammad Faiz Maulana, dan Muhammad Ferarri.

Advertisement

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan latar belakang terjadinya hal itu. Menurut Erick, para pemain itu yang meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo, untuk ikut pendidikan Kepolisian dan TNI.

Permintaan itu terjadi ketika mereka diundang ke istana setelah membawa Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas di ajang SEA Games 2023.

"Memang waktu itu ada pertemuan di Istana Merdeka, Presiden menawarakan apa yang bisa negara berikan dengan jasa para pahlwan di SEA Games selain bonus," ungkap Erick Thohir.

2 dari 4 halaman

Jalur Prestasi

Dalam jumpa pers tersebut, mereka membeberkan sejumlah informasi terhangat terkait sepak bola tanah air diantaranya tentang Piala Dunia U-17 2023, rencana kedatangan FIFA hingga mengomentari pesepak bola yang mengikuti pendidikan Kepolisian. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Para pemain eks Timnas Indonesia U-20 dan U-22 itu mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan Polri dan TNI melalui jalur khusus, yakni jalur prestasi.

Menurut Erick Thohir, pencapaian di SEA Games 2023 layak diapresiasi. Juga kinerja para pemain yang bermain untuk Timnas Indonesia U-20.

"Di situ disampaikan ada yang mau ikut TNI, ASN, Polri, bahkan BUMN, apakah mereka masuk ke Polri ada prosedurnya salah satunya mungkin karena pemanggilan ini," tutur Erick Thohir.

3 dari 4 halaman

Kesempatan Lebih Besar

Pemain belakang timnas Indonesia U-20, Kakang Rudianto (kiri) berusaha menahan laju pemain Uzbekistan, Abbosbek Fayzullaev pada laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/2023). Garuda Muda gagal mencetak gol dalam laga yang tuntas 0-0. Hasil ini membuat Indonesia tersingkir dari ajang Piala Asia U-20. (Foto: Dok PSSI)

Lebih lanjut, Erick Thohir merasa dirinya tak bisa menghentikan keinginan pemain untuk bergabung dengan institusi Polri, TNI, maupun yang lain.

Menurut menteri BUMN itu, para pemain sepak bola juga berhak mennetukan masa depannya. Mereka perlu berpikir karier apa yang akan dijalani selepas pensiun sebagai pemain profesional.

"Ketika ada keinginan bergabung ke institusi Polri kita stop ya tidak bisa, tetapi kan itu bisa kembali lagi jadi pemain, kita mendorong mereka dapat kesempatan lebih besar," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Daftar 9 Pemain yang Mengikuti Pendidikan Polri dan TNI

Kiper Timnas Indonesia U-20, Daffa Fasya memberi aba-aba kepada rekan-rekannya saat menghadapi Suriah U-20 pada laga matchday kedua Grup A Piala Asia U-20 2023 di Lokomotiv Stadium, Tashkent, Uzbekistan, Sabtu (4/3/2023). (AFC/Pranit Katwal)
  1. Kakang Rudianto
  2. Ginanjar Wahyu
  3. Frengky Missa
  4. Ananda Raehan
  5. Dimas Juliono
  6. Rabbani Tasnim
  7. Daffa Fasya
  8. Muhammad Faiz Maulana
  9. Muhammad Ferarri

 

Berita Terkait