Throwback Piala Asia 2007: Cerita Ricardo Salampessy Saksikan Gol Ikonik Bambang Pamungkas Sambil Berjalan di Pinggir Lapangan

oleh Hery Kurniawan diperbarui 14 Sep 2023, 09:47 WIB
Pelukan hangat Ricardo Salampessy kepada Jendry Pitoy setelah Timnas Indonesia menang 2-1 atas Bahrain di babak grup Piala Asia 2007. (AFP/Adek Berry)

Bola.com, Jakarta - Ada banyak laga Timnas Indonesia yang terus diingat sampai saat ini. Satu di antaranya jelas kemenangan 2-1 atas Bahrain di fase grup Piala Asia 2007.

Dua gol Timnas Indonesia saat itu dicetak oleh Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas. Gol yang dicetak Bepe juga menarik untuk terus dibicarakan sampai saat ini.

Advertisement

Pada banyak video yang beredar di internet, ada komentator berbahasa Inggris yang mengucapkan nama Bambang Pamungkas dengan menarik setelah gol itu. Pembaca Bola.com sepertinya paham bagaimana pengucapan nama Bambang Pamungkas oleh sang komentator.

Ricardo Salampessy menjadi bagian dari tim tersebut. Ia juga memiliki pengalaman menarik pada gol yang dicetak Bambang Pamungkas ke gawang Bahrain.

Sosok yang pernah lama membela Persipura Jayapura itu menyaksikan gol Bambang Pamungkas dari pinggir lapangan. Sebab, saat gol terjadi, Ricardo Salampessy sedang mengalami kram dan mendapatkan perawatan.

"Jadi setelah situasi corner, abis duel saya kram," ujar Ricardo Salampessy kepada Bola.com.

2 dari 4 halaman

Sangat Detail

Selebrasi Bambang Pamungkas (20) usai mencetak gol ke gawang Bahrain di Piala Asia 2007. (AFP/Jewel Samad)

Obrolan Bola.com dengan Ricardo Salampessy semakin menarik ketika mantan bek tangguh itu menceritakan bagaimana proses gol Bambang Pamungkas ke gawang Timnas Bahrain. Ricardo mampu menceritakan proses gol itu dengan sangat detail.

Gol itu diinisiasi oleh Budi Sudarsono. Ada tembakan keras Firman Utina yang memudahkan Bambang Pamungkas untuk membobol gawang Bahrain.

"Nah itu abis perawatan kurang lebih satu dua menit saya ada di luar. Itu momen serangan balik bola berawal dari Budi, passing ke Firman. Firman shooting ditepis kiper dan kena tiang, Bepe bisa dapat second ball dan gol," kenang Salampessy.

3 dari 4 halaman

Tak Sakit Lagi

Bek Timnas Indonesia, Ricardo Salampessy (putih) melakukan duel udara dengan gelandang Timnas Korea Selatan, Choi Sung-kuk dalam babak grup Piala Asia 2007 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (AFP/Jewel Samad)

Ricardo Salampessy yang saat itu tengah merasakan kram pada kakinya merasa langsung sembuh. Kram di kakinya langsung hilang berkat gol Bambang Pamungkas.

Mantan pemain Persiwa Wamena ini saat itu langsung berlari mengejar para pemain Timnas Indonesia lain untuk melakukan selebrasi gol. Selebrasi heboh juga dilakukan pendukung Skuad Garuda yang memadati tribune Stadion Gelora Bung Karno saat itu. 

"Langsung hilang rasa kram setelah gol itu, euforia luar biasa menghilangkan rasa sakit," ujar Ricardo Salampessy sembari tertawa.

4 dari 4 halaman

Atmosfer Luar Biasa

Logo Piala Asia 2007 (Bola.com/Adreanus Titus)

Ricardo Salampessy pun merasakan betul atmosfer luar biasa yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno di sepanjang Piala Asia 2007. Dukungan dari suporter di ajang itu semakin meningkat selepas kemenangan atas Bahrain.

"Atmosfer di GBK sangat luar biasa karena kita waktu itu tuan rumah, jadi saat itu animo masyarakat untuk Piala Asia 2007 sangat luar biasa, terasa di mana-mana. Ketika kita latihan mereka sudah dukung, pas pertandingan vibes-nya juga luar biasa," tutur Ricardo Salampessy.

"Pada laga melawan Bahrain belum terlalu kuat atmosfernya, setelah menang melawan Bahrain dukungannya bertambah luar biasa," sambungnya.

Ricardo Salampessy pun merasa dirinya mendapatkan banyak pelajaran dari Piala Asia 2007. Pengalaman luar biasa yang mampu meningkatkan level permainannya.

"Jujur saya merinding waktu itu dukungan suporter. Untuk saya senang sekali bisa bermain di level asia melawan lawan seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan Bahrain itu menjadi pengalaman tersendiri, setidaknya mengembangkan saya juga sebagai pemain," tandasnya.

Berita Terkait