Masuk Panpel Piala Dunia U-17, Staf Persebaya Belajar Banyak untuk Penerapan di BRI Liga 1

Persebaya Surabaya mendapat banyak berkah dari digelarnya Piala Dunia U-17 2023.

BolaCom | Aditya WanyDiperbarui 29 November 2023, 19:29 WIB
Sejumlah suporter memberikan semangat kepada pemain Timnas Indonesia U-17 setelah dikalahkan Timnas Maroko U-17 dalam laga pamungkas Grup A Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya mendapat banyak berkah dari digelarnya Piala Dunia U-17 2023. Sebab, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, yang jadi markas mereka masuk venue penting di turnamen itu.

Hal itulah yang membuat Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, memutuskan masuk dalam kepanpelan Piala Dunia U-17 2023. Dia bergabung dalam staf bagian tiket yang bekerja saat hari pertandingan.

Advertisement

Ram Surahman ingin mencoba mempelajari banyak hal dari Piala Dunia U-17 2023. Harapannya, dia bisa juga menerapkannya saat menggelar laga Persebaya di BRI Liga 1 2023/2024.

“Saya pribadi bergabung panpel Piala Dunia dengan niat untuk belajar. Ini mumpung ada Piala Dunia di Surabaya yang entah kapan lagi akan ada, kita tidak tahu. Bagi saya, sebagai Ketua Panpel Persebaya, ingin tahu bagaimana penyelenggaraan pertandingannya,” kata Ram, Senin (27/11/2023).


Banyak Perbedaan

Monitor Video Assistant Referee (VAR) yang digunakan untuk me-review keputusan wasit dalam pertandingan Piala Dunia U-17 2023 terpampang di area keluar masuknya pemain ke lapangan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (9/11/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ada banyak sekali perbedaan yang terlihat dalam Piala Dunia U-17 2023 dengan pertandingan Persebaya di Liga 1. Satu di antaranya adalah pengaturan transportasi penonton.

“Selama ini kami sesuai buku petunjuk, dari PSSI maupun LIB. Untuk sekarang ini kami mempratikkan di sini. Ini penting buat kami. Saya yang penting bisa masuk dan mempelajari apa yang ada di sini,” imbuhnya.

Sesuai ketentuan Pemkot Surabaya, penonton Piala Dunia U-17 tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi, sebagai gantinya ada shuttle bus. Sedangkan Persebaya membebaskan penontonnya memilih kendaraan menuju Stadion GBT.


Soal Tiket

Atraksi koreo suporter Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Ekuador U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Piala Dunia U-17 2023, Jumat (10/11/2023) malam WIB. (Bola.com/Muhammad Adi Yaksa)

Kemudian, ada pula penomoran tiket penonton sesuai dengan gate dan tempat duduk di Piala Dunia U-17. Hal itu belum pernah coba diterapkan Persebaya.

Cara tim panpel untuk menggelar pertandingan juga membuat Ram Surahman mencoba untuk mempelajarinya. Dari situ, ada beberapa yang rencananya akan diterapkan, satu di antaranya adalah penomoran tempat duduk.

“Apa yang saya dapat sangat banyak. Nanti kami akan memilah mana nanti bisa kami terapkan di Persebaya. Piala Dunia ini ada dukungan SDM dan lainnya. Nanti akan coba kami ambil, tiru, dan modifikasi mana yang bisa dipakai,” ujarnya.

“Beberapa hal sudah kami perhatikan. Di penyelenggaraan ini kerapiannya terlihat. Jelang kick-off tiga jam sebelumnya ada laporan. Satu hal menarik lain adalah flow penonton yang bertiket semua sudah ada nomornya. Ini akan jadi pelajaran bagus buat Persebaya,” tuturnya.

 


Grup A

Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Surabaya sendiri hanya berlangsung empat matchday. Tiga di antaranya adalah fase Grup A yang berisi tuan rumah Indonesia, Maroko, Ekuador, dan Panama. Satu hari lagi yakni babak 16 besar.

 

Berita Terkait