Liga Inggris: Terlalu Kaku, Masalah Erik ten Hag di Ruang Ganti MU

Erik ten Hag dinilai memiliki pendekatan yang terlalu kaku seperti robot di ruang ganti Manchester United (MU).

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 05 Desember 2023, 21:00 WIB
Erik ten Hag. Pelatih anyar Manchester United asal Belanda berusia 52 tahun ini baru saja mendatangkan mantan anak asuhnya di Ajax Amsterdam, Lisandro Martinez di bursa transfer musim panas 2022/2023. Keduanya pernah bekerjasama di Ajax Amsterdam selama 3 musim mulai 2019/2020 hingga 2021/2022. Erik ten Hag sendiri membesut Ajax Amsterdam mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022. (AFP/NTB/Stian Lysberg Solum)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester United (MU) dikabarkan mulai kehilangan ruang ganti tim. Beberapa pemain tidak puas dengan cara kerja dan sikapnya yang kaku.

Musim pertama Erik ten Hag di Old Trafford bisa dibilang cukup sukses. Ia membawa MU bersaing di papan atas Premier League dan mempersembahkan trofi juara Carabao Cup. The Red Devils pun bisa kembali ke Liga Champions.

Advertisement

Namun, ada satu keputusan kontroversial yang dibuat Erik ten Hag. Sang manajer berani menendang Cristiano Ronaldo, salah satu pemain penting. Cristiano Ronaldo dilepas setelah terlibuat friksi dengan sang manajer.

Musim kedua Erik ten Hag bersama MU diwarnai riak-riak lebih besar di ruang ganti. Situasi makin buruk karena performa di lapangan belum stabil.


Pendekatan yang Terlalu Kaku

Manajer Manchester United (MU) Erik ten Hag. (Darren Staples / AFP)

Jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol, melaporkan beberapa pemain senior MU telah melakukan pembicaraan dengan Erik ten Hag. Mereka menyampaikan apa yang keliru dari pendekatan Erik ten Hag di ruang ganti.

Namun, laporan Kaveh Solhekol menyebut manajer tim asal Belanda itu tetap teguh dengan cara dan pendekatan yang dilakukannya.

"Mereka merasa bahwa manajemen Erik ten Hag bisa sedikit lebih baik. Namun, dia adalah bosnya dan dialah yang mengambil keputusan. Dia tidak berbalik. Dia akan melakukan segala sesuatu dengan caranya," ujar Solhekol.

"Saya juga mendapatkan info bahwa beberapa pemain merasa dia terlalu kaku dan terlalu robot," lanjutnya.

 


Tidak Bahagia

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Chelsea pada laga tunda pekan ke-32 Premier League 2022/2023, Jumat (26/5/2023) dini hari WIB. (AFP/Oli Scarff)

Setelah Cristiano Ronaldo, ada beberapa pemain yang mendapatkan perlakuan tegas dari Erik ten Hag. Harry Maguire kehilangan ban kapten, kemudian David de Gea tidak adisodori kontrak baru. Lalu ada Jadon Sancho yang dibekukan dari tim utama.

Masih ada beberapa pemain yang berada di pihak Erik ten Hag. Namun, situasinya menjadi sulit dikendaliakn ketika hasil buruk didapatkan oleh The Red Devils.

"Selalu ada orang-orang yang merasa tidak senang di ruang ganti. Namun, ketika Anda kalah, akan ada lebih banyak orang yang tidak bahagia di ruang ganti," tegasnya.

Sumber: Sky Sports

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 5/12/2023)


Persaingan di Premier League

Berita Terkait