Bola.com, Jakarta - Erik ten Hag mengungkapkan bahwa dirinya pernah diperingatkan untuk tidak menjadi manajer Manchester United (MU).
Erik ten Hag berlabuh ke Old Trafford dari Ajax pada 2022. Sejak saat itu, manajer berusia 53 tahun tersebut selalu dalam tekanan.
Saat ini MU duduk di posisi ke-6 Liga Inggris menyusul kemenangan atas Chelsea. Setan Merah terpaut sembilan poin dari pemimpin klasemen, Arsenal.
Sayang, performa MU di Liga Champions tidak 'sebaik' di Liga Inggris. Jadon Sancho dkk. bahkan terancam finis di dasar klasemen Grup A.
--
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Sudah Diingatkan
Berbicara kepada majalan United We Stand, Erik ten Hag berkata bahwa ia sering menerima saran untuk tidak menangani MU. Namun tantangan yang ada sulit ditolak.
"Semua orang mengatakan kepada saya, tidak mungkin bisa sukses di MU. Mereka bilang mustahil buat saya," kata Ten Hag.
"Saya? Saya suka tantangan. Saya tahu pekerjaan itu tidaklah mudah, tetapi MU adalah klub besar dengan fans luar biasa," ujarnya lagi menambahkan.
Sama Seperti di Ajax
Lebih lanjut, tidak banyak perbedaan antara MU dan Ajax. Itulah yang membuat Erik ten Hag menyanggupi tawaran melatih MU.
"Ada yang mencintai MU, ada juga yang membenci MU. Saya suka klub ini, sama saja dengan Ajax, rasanya sama," kata Ten Hag lagi.
Sumber: Independent