Beda Kekuatan Timnas Indonesia, Vietnam, dan Jepang di Piala Asia 2023, Begini Kata Pelatih Bali United dan Perseden Denpasar

oleh Alit Binawan diperbarui 16 Jan 2024, 00:55 WIB
Piala Asia - Logo Timnas Indonesia, Jepang, Irak, Vietnam (Bola.com/Salsa Dwi Novita)

Bola.com, Denpasar - Sesaat lagi Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan pertamanya di Grup D Piala Asia 2023 dengan meladeni Irak di Stadion Ahmed bin Ali, Ar-Rayyan, Qatar, Senin (15/1/2024) malam WIB.

Apapun hasilnya yang diraih Timnas Indonesia, rasanya cukup menarik untuk membahas bagaimana kiprah serta perbandingan kekuatan Indonesia dengan dua negara lain di grup D, Timnas Jepang dan Timnas Vietnam.

Advertisement

Pelatih Perseden Denpasar, I Komang Mariawan pun memberikan tanggapannya. Ia mengatakan perbedaan mendasar tentu dari hasil uji coba dan pertandingan lain sebelum Piala Asia 2023.

"Lihat hasil uji coba dan kualifikasi Piala Dunia 2023. Timnas Indonesia tidak pernah menang sebelum Piala Asia ini. Hanya imbang melawan Timnas Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026," ujarnya.

===

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Kehebatan Jepang

Takehiro Minamino merayakan golnya ke gawang Vietnam saat membela Jepang pada laga Grup D Piala Asia 2023, Minggu (14/1/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Di samping perbedaan mendasar adalah Jepang yang bisa membuat perubahan di persepakbolaan mereka. Pengembangan yang bagus menjadi kunci Jepang menjadi raja sepak bola di Asia.

"Mereka ini sudah teruji mentalnya. Pemain Jepang rata-rata bermain di luar negeri. Banyak yang di Eropa bahkan bisa sampai menjadi pemain inti di klub mereka masing-masing. Bisa dikatakan, persepakbolaan Jepang dua kali lebih baik dibandingkan Indonesia," ucapnya.

3 dari 5 halaman

Kekuatan Vietnam

Pemain Vietnam, Nguyen Dinh Bac (tengah) melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Jepang pada laga Grup D Piala Asia 2023 di Al Thumama Stadium, Qatar, Minggu (14/01/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Bagaimana dengan Vietnam? Mantan penyerang Persikota Tangerang dan PKT Bontang ini menganggap persepakbolaan Vietnam semakin maju dari tahun ke tahun. Lihat saja bagaimana Vietnam mampu mengimbangi Jepang di laga perdana grup D meskipun harus kalah dengan skor 4-2.

"Yang menjadi perbedaan, tentu saja semangat dan mental bermain yang bagus dari pemain Vietnam dibandingkan Indonesia. Kalau dari pelatih, saya rasa tidak berpengaruh besar karena mindset yang bagus sudah tertanam dari pelatih-pelatih sebelum Philippe Troussier.”

“Sementara Timnas Indonesia mentalnya yang masih perlu dibenahi lebih bagus lagi. Ini yang mulai meningkat baru fisiknya saja," ucapnya.

Bukan itu saja, pemain naturalisasi belum menunjukkan pengaruh yang besar seperti Justin Hubner, Ivar Jerner, atau Shayne Pattinama. "Mereka baru ada di Timnas Indonesia. Perlu ada peningkatan lagi dan saya lihat belum berkontribusi besar," tegasnya.

4 dari 5 halaman

Komentar Teco

Pelatih Bali United, Stefano Teco Cugurra, memberikan arahan saat menghadapi Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (13/9). Bhayangkara bermain imbang 0-0 atas Bali United. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sementara pelatih Bali United, Stefano Cugurra mengemukakan pendapatnya mengenai latar belakang Jepang bisa tampil sebagai tim unggulan di Asia. Menurut pelatih yang karib disapa Teco tersebut, kemajuan sepak bola Jepang salah satunya adalah karena faktor pembangunan infrastruktur.

"Jepang terus berbenah, setiap tahun infrastruktur sepak bola terus dikembangkan, setiap tim di Jepang dari divisi utama J. League, kemudian divisi di bawahnya di Jepang punya fasilitas bagus," ujar Teco.

Apa yang dilakukan Jepang untuk pengembangan sepak bola, baru beberapa tahun terakhir dilakukan di Indonesia. Contohnya banyak tim mulai membangun training center seperti Bali United.

Menurut pelatih peraih 3 gelar Liga 1 tersebut, hal ini penting untuk pembinaan, pengembangan pemain-pemain muda menuju level profesional. Faktor lainnya adalah pemain abroad, juga berdampak pada kemajuan sebuah Timnas.

"Jepang punya fasilitas memadai di setiap tim Liga 1 dan Liga 2. Lalu sama dengan Iran, banyak pemain di luar negeri yang semakin matang saat kembali ke negaranya," tutup Teco.

5 dari 5 halaman

Pembagian Grup Piala Asia 2023

Piala Asia - Drawing AFC Asian Cup 2023 (Bola.com/Adreanus Titus)

Berita Terkait