Liga Italia: AS Roma Menang Lagi, Daniele De Rossi Masih Belum Puas

Pelatih AS Roma, Daniele De Rossi melanjutkan petualangannya dengan manis. AS Roma mengalahkan Salernitana 2-1 pada pekan ke-22 Serie A

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 30 Januari 2024, 09:45 WIB
AS Roma unggul 2-1 atas Salernitana. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta Pelatih AS Roma, Daniele De Rossi melanjutkan petualangannya dengan manis. AS Roma mengalahkan Salernitana 2-1 pada pekan ke-22 Serie A Liga Italia 2023/2024 di Stadio Arechi, Selasa (30/1/2024).

Mantan gelandang dan ikon klub ini menjalani awal yang ideal. Sebelumnya, AS Roma menang melawan Verona.

Advertisement

Dalam kedua pertandingan tersebut, mereka unggul 2-0 dan kemudian dipaksa bertahan di babak akhir hingga hasil 2-1.

“Saya mengatakan kepada mereka hal yang sama seperti yang saya lakukan setelah pertandingan Verona, yaitu jika kami menguasai bola dengan lambat tanpa menggerakkan bola dengan cepat, tanpa berusaha menembus garis pertahanan, kami tidak akan mendapatkan tembakan ke gawang,” kata De Rossi via DAZN.

Berkat kemenangan ini, AS Roma naik ke posisi kelima.


Belum Puas

AS Roma berhasil mengoleksi 35 poin dari 22 laga yang sudah dimainkan. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

De Rossi belum puas dengan performa Paulo Dybala dkk.

“Namun, jika kami menguasai bola, mendominasi permainan dan juga memanfaatkan momen-momen itu seperti burung nasar, maka kami bisa menjadi tim yang sangat kuat," katanya.

“Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki, mencari tahu momen-momen pertandingan, kapan kami harus menunggu dan kapan kami harus menerkam," lanjutnya.

 


Minta Lebih Ganas Lagi

Berhadapan dengan Salernitana, AS Roma tampil dominan dan unggul dalam penguasaan bola di lapangan. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

“Dalam sepak bola Anda bisa berbicara tentang sistem dan taktik, namun faktanya adalah tentang 20 duel di seluruh lapangan, saat Anda menguasai bola dan saat pemain lain melakukannya. Pada akhirnya, itulah inti sepak bola, sisanya adalah filosofi," kata legenda AS Roma itu.

“Namun, jika para pemain tidak dalam kondisi memenangkan duel tersebut, maka itu adalah kesalahan saya sebagai pelatih. Saya harus menyiapkan mereka untuk mengetahui kapan harus masuk dan kapan harus menahan diri. Ketika saya membuat mereka memahami hal itu, mereka akan membuat perbedaan.”​

Sumber: DAZN via Football Italia


Posisi AS Roma

Berita Terkait