BRI Liga 1: Pieter Huistra dan Paul Munster Beda Pendapat soal Wasit Laga Borneo FC Vs Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 08 Mar 2024, 22:00 WIB
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra memberi instruksi kepada Kei Hirose sebelum menggantikan Hendro Siswanto pada laga melawan Persik di Kediri. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Bola.com, Samarinda - Wasit pertandingan Borneo FC melawan Persebaya Surabaya sedang jadi sorotan. Sebelumnya, pelatih Persebaya, Paul Munster, menyebut Borneo telah memenangkan pertandingan dibantu dengan wasit.

Munster mulanya menerangkan bahwa para perangkat pertandingan telah membuat banyak keputusan yang merugikan Persebaya. Di sisi lain, itu justru menguntungkan Borneo FC.

Advertisement

Persebaya dipaksa kalah 1-2. Pertandingan berlangsung dramatis karena skor masih 0-0 sampai menit ke-84. Persebaya kemudian unggul dulu lewat sepakan keras keras Toni Firmansyah dari luar kotak penalti (85’).

Sayangnya, Borneo FC membalik keadaan lewat dua gol yang tercipta di injury time. Mereka terbantu gol bunuh diri winger Persebaya, Kasim Botan (90+2’). Lalu, gol penentu kemenangan lewat aksi Ikhsan Zikrak (90+7’).

“Sedikit dorongan di sini dan tendangan di sana. Jika wasit mengizinkannya, mereka lolos. Namun para pemain kami mungkin, di beberapa titik dalam permainan, bereaksi terlalu berlebihan terhadap hal tersebut,” ungkap Huistra.

“Dalam pertandingan seperti ini, sebaiknya biarkan hal itu terjadi dan mainkan saja. Dan itulah yang kami katakan saat turun minum. Itu yang kami coba berikan kepada pemain pengganti ketika mereka masuk. Main saja, terus main,” imbuhnya.

2 dari 5 halaman

Keluhan Tim Lawan

Borneo FC Vs Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2023/2024. (Bola.com/Dok.Instagram Borneo FC).

Sementara itu, pelatih Persebaya, Paul Munster menyebut timnya harus menghadapi 15 orang, yang secara implisit merujuk pada empat perangkat pertandingan membantu 11 pemain lawan.

 

Pertandingan berlangsung dramatis karena skor masih 0-0 sampai menit ke-84. Paul Munster menyebut bahwa akan ada sesuatu yang terjadi ketika melihat Persebaya mampu unggul dulu.

Persebaya kemudian unggul dulu lewat sepakan keras keras Toni Firmansyah dari luar kotak penalti (85’). Yang terjadi berikutnya, Kasim Botan melakukan gol bunuh diri dan membuat skor 1-1.

Paul Munster menyebut bahwa sempat terjadi pelanggaran terhadap Robson Duarte terlebih dahulu sebelum akhirnya Borneo terselamatkan gol bunuh diri timnya. Namun, tak ada perangkat pertandingan yang menggubrisnya.

“Kami ketakutan, kami menunggu. Toni mencetak gol yang bagus. Tapi saya tahu ini belum berakhir. Gol pertama yang mereka cetak, itu pelanggaran terhadap Robson. Saya benar-benar berada di lapangan. Wasit, asisten wasit, dan wasit cadangan mengabaikan,” ucap Paul Munster.

“Mereka mendapatkan bola. Sisi jauh, umpan silang, dan akhirnya gol. Ini pelanggaran penuh terhadap Robson. Tapi apakah mereka melakukan sesuatu? Mereka tidak peduli. Wasit tidak bisa mengendalikan permainan,” imbuhnya.

3 dari 5 halaman

Gol Bunuh Diri

Borneo FC Vs Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2023/2024. (Bola.com/Dok.Instagram Borneo FC).

 

Striker Paulo Henrique harus menerima kartu kuning kedua sehingga diusir oleh sang pengadil. Bermain dengan 10 orang saja semakin menyulitkan Persebaya meski skor saat itu masih 1-1.

Wasit Aidil Azmi sebenarnya memberikan tambahan waktu enam menit, tapi pertandingan masih berlangsung melebihi waktu yang ditentukan. Sampai akhirnya, gol penentu kemenangan Borneo tercipta di menit ke-90+7 oleh Ikhsan Zikrak.

“Ini tidak bagus untuk sepak bola Indonesia, karena ofisialnya. Jika kita mempunyai wasit yang baik, kendalikan permainan, dan Anda menghormati wasit karena Anda tahu mereka tahu peraturannya. Tidak akan ada masalah,” ujar Munster.

“Ini disiarkan langsung di TV. Semua orang menonton. Eropa juga. Semua orang menonton pertandingan ini. Bagaimana pandangan mereka terhadap sepak bola Indonesia jika menonton pertandingan ini di TV?” tuturnya.

Paul Munster merasa bahwa pertandingan ini telah dirancang untuk memenangkan Borneo FC. Persebaya melihat timnya bekerja keras. Namun, keputusan perangkat pertandingan membuat Munster merasa duel ini tak ubahnya sirkus.

“Menurut Anda, bagaimana persepsi sepak bola Indonesia jika masyarakat dunia menonton pertandingan ini secara langsung? Ini sirkus. Orang-orang tertawa. Mereka menertawakan sepak bola Indonesia. Saya tahu sepak bola Indonesia bagus,” kata Munster.

“Saya tahu ada orang baik di sini. Saya suka sepak bola Indonesia. Tapi sekali lagi, dua tim yang sangat bagus, tapi ofisialnya mengacaukan. Borneo sudah tahu siapa yang akan menang. Sebelum permainan dimainkan, saya sudah tahu. Dan apa yang terjadi? Mereka menang,” tambahnya.

 

Persebaya memang mampu mencetak gol spektakuler Toni Firmansyah yang membuat unggul dulu. Namun, gol bunuh diri yang dilakukan Kasim Botan mengubah jalannya pertandingan.

Ditambah, striker Paulo Henrique harus menerima kartu kuning kedua sehingga diusir oleh sang pengadil. Bermain dengan 10 orang saja semakin menyulitkan Persebaya meski skor saat itu masih 1-1.

Wasit Aidil Azmi sebenarnya memberikan tambahan waktu enam menit, tapi pertandingan masih berlangsung melebihi keputusannya sendiri. Sampai akhirnya, gol penentu kemenangan Borneo tercipta di menit ke-90+7.

Sepanjang sesi konferensi pers, Paul Munster masih terus meluapkan kemarahan dan kekecewaan. Tapi, Pieter Huistra tentu punya pandangan yang berbeda karena timnya sukses mengamankan poin penuh.

“Pada akhirnya, tentu saja, Anda bermain semua atau tidak sama sekali. Anda mencoba untuk berterus terang. Kami menempatkan striker tambahan di kotak penalti. Kali ini hasilnya sangat baik,” ujar Pieter Huistra.

4 dari 5 halaman

Catatan Kedua Tim

Ini merupakan kekalahan pertama yang didapat Persebaya selama ditangani oleh Paul Munster. Hasil ini sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Bajul Ijo dalam sembilan laga sebelumnya.

Persebaya kini turun ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan tetap mengoleksi 35 angka, namun kini sudah melakoni 28 pertandingan.

Di sisi lain, hasil ini membuat Borneo FC sudah tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir, menariknya 15 di antaranya berakhir menang dan hanya dua yang seri. Pesut Etam terakhir kalah justru saat tunduk 1-2 di markas Persebaya pada putaran pertama lalu, 3 September 2023.

Borneo pun memantapkan posisi di puncak klasemen dengan 66 poin dari 28 pertandingan. Mereka juga jadi tim pertama yang memastikan diri lolos ke championship series karena sudah unggul 21 angka dari Bali United yang ada di posisi keempat dengan 45 poin.

5 dari 5 halaman

Persaingan Musim Ini

Berita Terkait